Edri Fauzen retweeted
Pedagang singkong asal Pekalongan, Andi Supriyatin, menangis saat memeluk anaknya seusai penahanannya ditangguhkan dalam kasus dugaan penghasutan terhadap penguasa umum terkait aksi 28 Oktober 2026.
"Maafin ayah. Kita pulang ya, kita pulang," kata Andi Supriyatin saat memeluk anaknya.
Sebelumnya, Andi ditangkap oleh Bareskrim Polri akibat dugaan tindak pidana penghasutan terhadap penguasa umum terkait aksi 28 Oktober 2026 di Jakarta. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Adapun Andi mengikuti aksi 28 Oktober 2026 di Jakarta setelah bersepeda dari Pekalongan, Jawa Timur.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini!
Penulis: Ahmad Zilky
Video Jurnalis: Ahmad Zilky
Penulis Naskah: Ahmad Zilky
Video Editor: Ahmad Zilky
Produser: Nursita Sari
~NJ #Peristiwa #Viral #demo #demo28oktober #pedagangsingkong #hukum #AndiSupriyatin
Edri Fauzen retweeted
"APBN BENGKAK 300 TRILIUN BUAT PENANGANAN BENCANA"
Nyatanya, anggaran terbesar habis utk embege, parcok & parjo
BNPB justru berada diperingkat 70 jika dilihat dr nominal anggaran yg jauh lebih kecil dr embege & jika dibanding anggaran BNPB tahun2 sebelumnya
KAU PEMBOHONG!!
Edri Fauzen retweeted
Persediaan bahan bakar menipis lantaran pasokannya sulit dicari dan anggaran untuk membelinya pun tak ada.
Edri Fauzen retweeted
Replying to @rapunsey
Konteksnya, buat yang mau baca:
swissinfo.ch/eng/archive-wor…
Edri Fauzen retweeted
Baca di sini: entertainment.kompas.com/rea…
Jumlah followers Raffi Ahmad berkurang hingga 431.238 orang, ramai isu boikot terhadap Raffi Ahmad usai Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026.
~KQ #RaffiAhmad #DeklarasiSumpahPemuda [20261102085202666]
Edri Fauzen retweeted
Yg bertanya
Sudah beri apa pd negara?!!
Nihhh!!
KONTRIBUSI KITA SEBAGAI WNI :
Cr:@anastasihai
PPh, PPh 21, PPh 22, PPh 23, PPh 24, PPh 25, PPh 26, PPh 29, PPh Final, PPh UMKM, PPh Badan, PPh Orang Pribadi, PPN, PPnBM, Bea Meterai, PBB-P2, PBB-P3, PBB-P5L, Pajak Karbon, PKB, BBNKB, PAB, PBBKB, PAP, PAT, Pajak Rokok,Pajak Reklame, PBJT
Makanan dan/atau Minuman, PBJT Tenaga Listrik, PBJT Jasa Perhotelan, PBJT Jasa Parkir, PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan, BPHTB, Pajak MBLB, Pajak Sarang Burung Walet, Opsen PKB, Opsen BBNKB, Opsen, Pajak MBLB.
Mungkin tidak smua Kita bayar, tapi minimal 70% Dr yg disebut di atas, penduduk Indonesia membayar!
Edri Fauzen retweeted
Andi Supriyatin, 41 tahun, pedagang singkong dari Pekalongan, ditangkap polisi di Jakarta pada Rabu (28/10) pagi.
Sebelum ditangkap, Andi mengayuh sepedanya dari Pekalongan ke Jakarta utk berpartisipasi dlm aksi 28 Oktober.
Sampai sekarang, Andi belum dibebaskan. Dia dituding melakukan penghasutan untuk melawan penguasa.
Sementara itu, institusi dan pejabat yg melakukan pembohongan publik, melakukan manipulasi persepsi, melanggar UU Keterbukaan Informasi Publik, serta memperkeruh konflik sosial dgn menyewa mahasiswa abal2, selesai dgn cuma minta maaf.
regional.kompas.com/read/202…
Edri Fauzen retweeted
KABAR GEMBIRA SAHAM RANS ANJLOK 📈
Kok bisa anjlok? SIAPA LAGI KALO BUKAN KARNA SUARA RAKYAT!! 👊🔥
JANGAN MAIN2 LOH YAA WKWK 🤣
Edri Fauzen retweeted
Akhirnya..
Liat saja kedepan apakah konsernya bakal rame seperti sebelum-sebelumnya ?!
Edri Fauzen retweeted
16.30 Cancel Culture. Acara sudah dimulai. Dj sudah memainkan beberapa lagu, tapi ruang di depan panggung masih bersih dari pengunjung. Efek boikot itu nyata.
Edri Fauzen retweeted
BOIKOT RAFFI AHMAD
1. Hiburan: RANS Entertainment dan Trans7.
2. Kuliner: Raffi's Kitchen.
3. Ritel: Alfamart.
4. Telekomunikasi: Indosat.
5. Transportasi dan otomotif: Yamaha.
6. Pariwisata: Traveloka.
7. Media dan digital: RCTI dan MNC Play.
8. Produk konsumen: Sunsilk.
9. Properti dan gaya hidup: RANS Prestige.
Edri Fauzen retweeted
FCK YOU KIKY SAPUTRI, bener-bener ga ada empatinya, dari dulu bercandaan lu ga pernah lucu ya
"pak kalau naik private jet gitu kita bisa ke dadah ke bawah gitu gak sih? hai RAKYAT JELATA"
may your soul take root in the deepest hell.
Edri Fauzen retweeted
Sarah Sechan ngerasa ada yang JANGGAL dari klarifikasi Raffi Ahmad soal acara Sumpah Pemuda di Bundaran HI 29 Oktober kemarin.
Dia nyentil klarifikasi Raffi yang bilang cuma diundang dan nggak tahu detail acaranya. Padahal di acara itu menurut Sarah, Raffi keliatan kayak spokesperson.
Sarah bilang kalo dia sendiri diminta jadi pembawa acara pasti selalu tanya detail dulu, mulai dari siapa yang bikin, konsep acara, siapa yang hadir, rundown, sampai siapa pengisinya.
Jadi nggak semua acara Sarah bisa terima. Lalu dia nanya sarkas ke Raffi, "Jadi maksudnya Anda kena PRANK?"
Sarah lanjut ngebahas soal prank itu. Kalo emang kena prank harusnya pas sampai di lokasi langsung keliatan siapa aja yang hadir.
Dia bisa tanya mereka yang ngaku mahasiswa itu dari kampus mana. Kalau ternyata bukan mahasiswa harusnya langsung ketahuan.
Tapi menurut Sarah, Raffi tetap ikut acaranya dan teriak "hidup mahasiswa!". Padahal bisa banget mutusin buat pergi dan itu namanya integritas.
Di kolom komentar, netizen nimbrung bilang heran kok Utusan Presiden kayak Raffi bisa kena prank acara sih. Sarah bales sambil ketawa nyeletuk soal atribut ikat kepala merah putih.
Di postingan terpisah, Sarah cerita soal "biggest flex"-nya.
Dia nggak pernah social climbing dan nggak ikut grup arisan atau lingkaran pertemanan yang isinya social climber. Sarah juga nggak pernah terima tawaran jadi tamu acara gosip di TV apalagi jadi MC acara partai.
Dia cinta kerja tapi nggak gila harta dan popularitas. Rumahnya nggak ada kolam renang, followers medsosnya nggak sampai setengah juta dan buat dia itu nggak masalah.
Yang penting kelakuannya nggak bikin anaknya malu, biar anaknya bisa bangga dan bilang "ibu is my teacher for life".
Dari sarkas soal kena prank sampai prinsip hidup, Sarah Sechan nih jadi bukti kalo vokal itu nggak harus ngegas yang penting isinya kena. Mantaphhh!!
Raffi Ahmad akhirnya MINTA MAAF soal kehadirannya di acara peringatan Sumpah Pemuda di Bundaran HI 29 Oktober kemarin.
Sebagai Utusan Khusus Presiden, Raffi bilang dia datang karena diundang. Informasinya baru dia terima malam sebelum acara.
Dia juga ngaku tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara dan TIDAK MENGETAHUI detail susunan acara serta pihak-pihak yang hadir.
Pernyataan "tidak mengetahui" ini langsung disorot Andovi da Lopez. Di videonya, Andovi sempat mengkritik Raffi soal acara itu.
Andovi bilang kalo dilihat dari sisi best case scenario, mungkin Raffi memang nggak tahu apa yang terjadi di lapangan.
Tapi menurut Andovi, Raffi sebagai Utusan Khusus Presiden nggak bisa terus sembunyi di balik ketidaktahuan dan harusnya cari tahu kalau emang nggak tahu.
Ternyata, pas klarifikasi Raffi keluar, alasan "tidak mengetahui" itu persis seperti yang Andovi bilang sebelumnya.
"Sadly I CALLED IT" kata Andovi alias dia udah nebak alasan itu bakal dipakai Raffi.
Andovi juga bilang "gak tau" selalu jadi alasan andalan yang dipakai.
Punya jabatan sebesar itu tapi soal acara masih "baru dikabarin semalam". Nggak tahu itu bukan alasan apalagi buat yang seharusnya gampang cari tahu. Ya kali, Bang 🙄🙄🙄

































