FF Resonance ini boleh juga, vibesnya kayak main Octopath Traveler, selalu suka sama game JRPG macam ini. ๐๐ผ
Sakti Mandragora ๐ต๐ธ๐ฎ๐ฉ retweeted
mana tuh orang-orang yang constantly barking โislamophobia gak ada di indonesiaโ? muslim women dilaporkan mengalami harassment, intimidation, bahkan ditodong senjata dalam insiden pembelaan terhadap restoran babi milik non muslim yang dibakar. where is your solidarity? where is that intersectional analysis you keep preaching about?
Nggak juga. Itu ada yang hartanya trilyunan tapi mimpin negara ngga becus.
Kaya nggak mesti pinter, orang pinter belum tentu kaya, meskipun ada juga yang udah miskin bodoh pula kayak buzzer plenger pemerintah.
Sakti Mandragora ๐ต๐ธ๐ฎ๐ฉ retweeted
Selalu berdiri sama korban, sampai korban itu muslim konservatif. Auto terdiam bahkan repost aja kagak๐
Sakti Mandragora ๐ต๐ธ๐ฎ๐ฉ retweeted
kapolda Jateng batak kristen, suku yg kalau udah jadi kristen paling benci islam di indonesia, aneh bgt batak kristen jadi kapolda di daerah mayoritas muslim,.
Sakti Mandragora ๐ต๐ธ๐ฎ๐ฉ retweeted
SURAT TERBUKA UNTUK KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, JENDERAL POLISI SUYUDI ARIO SETO @SuyudiArioSeto
Tentang Penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Assalamuโalaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Bapak Kapolri yg saya hormati,
Saya menulis surat ini sebagai warga negara yg masih menaruh harapan besar pada institusi yg Bapak pimpin. Baru sebulan Bapak memegang amanah ini. Justru karena itu, saya berharap surat ini sampai kepada Bapak sebagai pengingat sejak awal: bahwa wibawa polisi tidak lahir dari laras senjata, melainkan dari rasa aman yg dirasakan rakyat paling lemah, termasuk anak-anak perempuan yg sedang tidur di asramanya.
Pada Selasa dini hari, 27 Oktober 2026, aparat gabungan Polda Jawa Tengah dan Polres Sukoharjo melakukan penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Desa Laban, Mojolaban. Menurut kronologi resmi yg disampaikan pengurus pondok melalui surat edaran tertanggal 29 Oktober 2026, inilah yg dialami para santriwati dan ustadzah:
1. Sekitar pukul 03.20 WIB, pintu pondok didobrak saat para santriwati masih tertidur. Mereka ditarik keluar dan ditodong laras panjang dalam keadaan belum mengenakan jilbab dan pakaian yg semestinya.
2. Seorang santriwati yg sendirian di ruang belakang disuruh tiarap, tubuhnya dibolak-balik, wajahnya dicengkeram, lalu dibentak berulang kali dengan pertanyaan apakah ia laki-laki atau perempuan, sambil diminta memperlihatkan rambutnya di bawah todongan senjata.
3. Para santriwati, termasuk anak di bawah umur, diinterogasi di Polsek Mojolaban lalu Polres Sukoharjo tanpa didampingi wali maupun kuasa hukum. Mereka sempat menahan lapar berjam-jam sebelum diberi makan.
4. Dua balita anak ustadzah ikut terdampak. Seorang anak usia 5 tahun sempat terpisah dan baru ditemukan serta diantar warga ke rumah kakeknya.
5. Menurut pengurus, uang, emas, sepeda motor, telepon genggam, komputer, serta perlengkapan panahan dan drone untuk ekstrakurikuler disita dengan nilai sekitar Rp50 juta, tanpa surat penyitaan yg diterima pemilik barang hingga surat edaran itu ditulis.
Saya juga telah membaca keterangan Kapolres Sukoharjo kepada media, bahwa penggeledahan ini bagian dari penyidikan kasus pembakaran sebuah warung, bahwa mereka yg diamankan berstatus saksi, dan bahwa semuanya telah dipulangkan. Keterangan itu justru menambah pertanyaan saya: jika mereka hanya saksi, mengapa anak-anak perempuan diperlakukan seperti tersangka teroris yg paling berbahaya?
Saya tidak berada di lokasi malam itu, dan saya tidak meminta Bapak menerima begitu saja satu versi cerita. Yg saya minta adalah agar setiap pengakuan di atas diperiksa secara jujur, terbuka, dan oleh pihak yg independen.
Bapak Kapolri,
Bayangkan mereka adalah putri Bapak sendiri. Terbangun oleh suara pintu didobrak, belum sempat menutup aurat, lalu melihat moncong senjata di depan wajahnya. Bagi seorang muslimah, auratnya adalah kehormatannya. Bagi seorang anak, malam itu bisa menjadi luka yg ia bawa seumur hidup. Trauma seperti ini tidak ikut pulang bersama surat pemulangan.
Saya tidak membela siapa pun yg bersalah. Jika ada pelaku pembakaran, silakan diusut tuntas dan dihukum seadil-adilnya. Penegakan hukum adalah tugas mulia. Namun hukum yg ditegakkan dengan melanggar hukum hanya akan melahirkan ketidakpercayaan baru. Undang-undang kita sendiri mewajibkan penggeledahan disertai surat perintah, penyitaan disertai berita acara, dan anak yg berhadapan dengan hukum didampingi orang tua atau pendamping. Perempuan semestinya diperiksa oleh polisi wanita, dengan menjaga martabatnya.
[BERSAMBUNG]
Sakti Mandragora ๐ต๐ธ๐ฎ๐ฉ retweeted
1. Cewek2 di bawah umur
2. Biasa jaga aurat
3. Digrebek dini hari pas lagi tidur no hijab oleh aparat yg ALL MEN
4. Dgn status cuma SAKSI
5. Asas praduga tak bersalah?
6. Ngapain razia duit, emas dll kalo nyari senjata?
7. None of this makes sense to me
8. Negara macam apa ini?
Feminis di X itu pada dasarnya adalah pembenci Islam.
Nggak akan mereka banyak bersuara soal ini karena korbannya Muslimah, bukan golongan kufur mereka.
Ya emang mau berharap apa? banci masuk toilet cewe dan lelaki menyamar pake hijab aja yang mereka bela malah si lakinya.
Polisi bajingan. SOPnya udah mirip kayak zionis!
โ ๏ธTRAGEDI PENGGEREBEKAN PONPES HAMALATUL QURAN SUKOHARJO
Sebuah insiden traumatis menimpa para santriwati di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Sukoharjo pada Rabu (29/10/2026) dini hari.
๐ Kronologi Kejadian (Versi Ponpes):
Pukul 03.20 WIB: Belasan polisi & Brimob bersenjata lengkap mendobrak pintu asrama saat santriwati tertidur karena tidak sempat membukakan pintu.
Tanpa Hijab & Ditodong: Santriwati yang kaget dan belum sempat mengenakan hijab/cadar ditarik keluar, ditodong laras panjang, hingga mengalami intimidasi fisik & verbal (wajah dicengkram & dibentak). Bahkan, balita 3 tahun ikut terbawa dan mengalami trauma, serta anak 5 tahun sempat terpisah.
Pukul 03.51 - 17.00 WIB: Santriwati digiring ke Polsek Mojolaban lalu dipindah ke Polres Sukoharjo untuk diinterogasi tanpa didampingi wali/kuasa hukum dan tanpa surat panggilan. Mereka juga sempat kelaparan karena baru diberi makan sore hari.
Penyitaan Barang (~Rp50 Juta): Polisi menyita peralatan ekstrakurikuler (busur panah & drone), HP santri/ustadzah, uang tunai, emas, dirham, hingga 3 unit motor tanpa surat penyitaan. Aktivitas ponpes lumpuh akibat garis polisi.
๐ก๏ธKlarifikasi & Versi Pihak Kepolisian:
Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut penyidikan kasus pembakaran warung di Grogol, Sukoharjo.
Polisi mengamankan dan memeriksa 27 orang saksi (termasuk anak di bawah umur) dari dua lokasi di Karanganyar & Sukoharjo dengan melibatkan pendampingan P2TP2A/UPTD PPA.
Setelah pemeriksaan, seluruh santri dan pihak ponpes yang diperiksa telah dipulangkan karena tidak terbukti terlibat, meskipun pihak ponpes menyayangkan prosedur penggerebekan yang dinilai tidak humanis dan mendesak pengembalian barang-barang yang disita.
(Sumber: Yayasan Dakwah & Sosial Al-Mukmin / Rilis Resmi Pesantren)
Sakti Mandragora ๐ต๐ธ๐ฎ๐ฉ retweeted
diduga bahwa pengurus ma'had atau santriwati terlibat dalam pembakaran warung babi di Sukoharjo, sebuah pondok pesantren hamalatul quran di sukoharjo di grebek polisi pada jam 03.20 dinihari.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan bukti keterlibatan mereka sehingga seluruh ustadzah dan santriwati dipulangkan. Meski demikian, barang-barang inventaris ma'had dan milik pribadi, seperti uang, kendaraan, emas, tabungan, komputer, dan HP, dengan total nilai sekitar Rp50 juta, belum dikembalikan. Hingga berita ini ditulis, pengurus maupun pemilik barang juga belum menerima surat penyitaan.
baca kronologinya ga tega banget๐ญ๐ญ
Sakti Mandragora ๐ต๐ธ๐ฎ๐ฉ retweeted
Ada insentif fiskal sebesar 1 T untuk daerah yg menyukseskan program MBG.
Gila sih ini udah setelanjang telanjangnya money politics demi melanggengkan kekuasaan.
MBG bukan buat anak2, tapi buat babi babi rakus kekuasaan.
Sakti Mandragora ๐ต๐ธ๐ฎ๐ฉ retweeted
Dukun pake kemenyan, kopi, bunga kantil
"Orang tolol. Udah 2026 masih percaya dukun"
Dukun pake wadah dimsum, bunga lavender
"Bisa ga sih kalian menghargai kepercayaan orang lain"
Stance-nya suka berubah ubah. Aneh
Youโre unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
Sakti Mandragora ๐ต๐ธ๐ฎ๐ฉ retweeted
Fenomena lari tidak finish tapi ingin dapat medali ini urusannya serius.
Itu cerminan sikap mental masyarakat kita, sedikit atau banyak.
Puncaknya adalah ijazah palsu dan sejenisnya.
Sakti Mandragora ๐ต๐ธ๐ฎ๐ฉ retweeted
Tapi emg ada orang kayak gini. Ngetes suami cemburu atau nggak, ngetes suami marah atau nggak, ngetes suami royal atau nggak, ngetes suami effort atau nggak, giliran ekspektasinya gak sesuai tantrum sendiri.
Semoga Allah jauhkan kalian semua dari tipe orang banyak drama gini.
The audacity of the woman sudah jadi cobaan buat suaminya, nyari validasi di internet dari orang asing, tidak menjaga rahasia rumah tangganya, dan masih belagak jadi moral lesson.
If anything, she is the kind of wife women should NOT be.
Sakti Mandragora ๐ต๐ธ๐ฎ๐ฉ retweeted
wah anjir beneran beberapa kejadian mbak mbak daus mini ini ngebuka mata gwe njir untuk kembali ke jalan yg benar wkwkwkwk, beneran dibukakan mata gwe kalo orang orangan kek gini tuh penyakit ๐ pantes US sekarang cacat gitu cok civilizationnya
This quoted post is unavailable.






































