Cakra Wikara Indonesia retweeted
UNDANGAN PELIPUTAN: AKSI TABUR BUNGA DI POLDA METRO JAYA
📢 Bebaskan Kawan Kami yang ditangkap!
🗓️ RABU, 17 September 2025
⏰ Pukul 11.00 WIB
AKSI TABUR BUNGA
📍POLDA METRO JAYA- JL.JENDERAL SUDIRMAN, JAKARTA
Aliansi Perempuan Indonesia (API) mengundang rekan-rekan media untuk menghadiri aksi simbolis Tabur bunga di Kantor Polda Metro Jaya sebagai bentuk Keprihatinan kami atas Penangkapan dan Penahanan kawan aktivis yang menyuarakan perlawanan dan mengawal tuntutan perbaikan sistem menyeluruh terhadap performa polisi dan panangan aksi demostrasi dan kebebasan berekspresi sebagai bagian dari Demokrasi.
Situasi ini semakin melemahkan gerakan atas kontrol terhadap kebijakan publik yang akan berdampak pada kehidupan keseharian masyarakat. negara semakin mempersempit ruang demokrasi, membatasi ruang demokrasi dan aspirasi dan rasa frustasi rakyat.
Aksi simbolis ini adalah bentuk bahwa Aliansi Perempuan Indonesia akan terus mengawasi institusi Kepolisian dalam penanganan aktivis yang ditangkap.
Seruan untuk segera membebaskan semua aktivis yang di tahan karena menyuarakan kebenaran karena protes adalah hak, menyampaikan pendapat adalah hak masyarakat yang dijamin oleh undang-undang
Narahubung: 0851-8799-9928 #AliansiPerempuanIndonesia #BebaskanKawanKami #SeptemberHitam #ReformasiSektorKeamanan #AparatKeparat
Cakra Wikara Indonesia retweeted
📢 PRABOWO: HENTIKAN KEKERASAN NEGARA!
✊🏽 Aksi Protes Aliansi Perempuan Indonesia
🗓 Rabu, 3 Sept 2025 | ⏰ 10.00 WIB
📍 DPR RI
👚 Pink/Hitam | 🌹 Ada JBI | 🧹 Bawa sapu lidi untuk sapu kotoran negara!
#HentikanKekerasanNegara #PerempuanMelawanKekerasanNegara
Cakra Wikara Indonesia retweeted
PENUNDAAN AKSI ALIANSI PEREMPUAN INDONESIA
Paska arahan Presiden Prabowo kepada TNI dan POLRI untuk mengambil langkah tegas dalam menyikapi aksi massa yang berlangsung, yang kemudian juga ditindak-lanjuti dengan statement KAPOLRI Listyo Sigit Prabowo yang memperbolehkan penggunaan senjata api dalam menyikapi situasi aksi di lapangan, maka Aliansi Perempuan Indonesia memutuskan untuk MENUNDA aksi perempuan yang dijadwalkan pada 1 September 2025, besok di DPR.
Penundaan tersebut dilakukan untuk menghindari peningkatan eskalasi kekerasan oleh aparat dan mencegah aksi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab. Penundaan aksi dilakukan sampai situasi mereda.
Aliansi Perempuan Indonesia menyerukan kepada seluruh kawan-kawan untuk mari kita memperkuat konsolidasi gerakan perempuan dan membangun gerakan masyarakat sipil yang independen.
Tetap siaga, tetap solid, terus bergerak untuk mempertahankan demokrasi.
-- Aliansi Perempuan Indonesia--
Cakra Wikara Indonesia retweeted
📢 PRABOWO: HENTIKAN KEKERASAN NEGARA!
Perempuan Melawan Kekerasan Negara ✊🏽
Gelombang kemarahan rakyat kian meluas. Tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang dilindas mobil aparat saat mengikuti aksi massa, menjadi bukti nyata bagaimana negara memilih jalan kekerasan untuk membungkam kritik rakyat. Situasi ini adalah darurat demokrasi dan kemanusiaan!
Hingga hari ini aparat terus melakukan penangkapan sewenang-wenang, pemukulan, penembakan gas air mata, hingga intimidasi. Sementara itu, rakyat makin terhimpit oleh harga kebutuhan pokok yang naik, pajak yang mencekik, PHK massal, kerentanan pangan anak, serta dampak proyek bermasalah seperti IKN dan MBG.
Di sisi lain, DPR justru berpesta pora dengan tunjangan dan fasilitas berlebihan, tak menjalankan amanat konstitusi. Negara kian memilih jalan kekerasan dan pendekatan militeristik!
Aliansi Perempuan Indonesia menyerukan Prabowo harus bertanggung jawab atas segala kekerasan negara terhadap rakyat!
This quoted post is unavailable.
Cakra Wikara Indonesia retweeted
Pernyataan sikap Aliansi Perempuan Indonesia.
PRABOWO: Hentikan Kekerasan Negara,
Cabut Fasilitas dan Tunjangan DPR, Hentikan Represifitas Terhadap Massa Aksi
Berikan Keadilan Bagi Korban!
Cakra Wikara Indonesia retweeted
MK menggelar sidang lanjutan permohonan uji materiil UU Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (UU MD3) yang diajukan oleh Perkumpulan Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi (Koalisi Perempuan Indonesia), Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Kalyanamitra, dan Titi Anggraini.
Sidang kali ini mendengar keterangan DPR serta Ahli dan Saksi Pemohon. Dua orang Ahli Pemohon hadir Peneliti Senior di Pusat Riset Politik LIPI/BRIN Kurniawati Hastuti Dewi dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia Anna Margret Lumban Gaol serta Aktivis Perempuan dan Ahli di Bidang Gender dan Politik Eva Kusuma Sundari sebagai Saksi Pemohon. Mereka menyoroti pentingnya keterwakilan perempuan dalam politik.
#Courtizen dapat tonton siaran ulangnya pada tautan berikut: youtube.com/watch?v=26OgiMMt…
#MengawalKonstitusi
#salaMKonstitusi
#MKRI
Cakra Wikara Indonesia retweeted
Jika menemukan bukti visual kekerasan aparat, silahkan reply atau quote tweet menggunakan tagar #DaruratKekerasanAparat
Agar dokumentasi ini menjadi tambahan bukti bahwa kita butuh #ReformasiPOLRI segera!
#PanggilanDarurat ini diserukan untuk masyarakat yang melawan.
Hidup rakyat!
Cakra Wikara Indonesia retweeted
Prosedural Pemilu yang ada campur tangan invisible hand untuk menguntungkan kepentingan segelintir penguasa? Relatable banget sama situasi demokrasi hari ini, dengan UU Pilkada yang tiba-tiba dikebut itu ya~ 👀
Sejak Pilkada langsung 2005 hingga serentak 2020, pencalonan dan keterpilihan perempuan masih rendah. Menurut UU No. 10 Tahun 2016, tidak ada pasal afirmasi untuk perempuan. Studi CWI menunjukkan rata-rata pencalonan perempuan hanya 8,6%, dan keterpilihan 8,9%.
Faktor partai politik dan pola rekrutmen masih menjadi hambatan utama. Berdasarkan temuan BRIN, menemukan terdapat pola kandidasi pseudo inclusive-centralized, dalam rekrutmen dan pencalonan perempuan politisi untuk berkompetisi dalam pilkada langsung. Secara formal proses seleksi bersifat terbuka, kandidasi melibatkan tim seleksi dari tingkat bawah tetapi pengambilan keputusan masih ditentukan elite di tingkat nasional (pusat).
Padahal, beberapa perempuan kepala daerah telah menunjukkan kapasitas individu dan gaya kepemimpinan yang khas.
Dengan Pilkada serentak November 2024 mendatang, penting untuk memahami peta politik, peluang, dan tantangan bagi calon perempuan kepala daerah. #Pilkada2024
Siniar ini direkam pada 14 Juni 2024. Dengarkan siniar "Mengapa Hanya Sedikit Perempuan yang Diusung Maju Pilkada" di YouTube Konde Institute.
#Pilkada2024 #PerempuandalamPilkada
Cakra Wikara Indonesia retweeted
Buat sebagian orang, politik adalah ajang untuk menjadi bagian dari penguasa. Tapi, sebagian orang lain, politik adalah upaya untuk mempertahankan hidup. Tak cukup hanya menitipkan nasib pada mereka yang selama ini menjadi wakil rakyat.
Perempuan ini maju mewakili dirinya dan kampungnya, diutus oleh komunitasnya untuk maju menjadi caleg, berpolitik untuk memenangkan hak-hak warga.
Masih bersama Joan Aurelia Rumengan sebagai tuan rumah, yang kali ini ditemani oleh Sukariawati, caleg DPRD Dapil 2 Jakarta Utara Partai Buruh dan Anna Margret Lumban Gaol, peneliti dari Cakra Wikara.
📷: Adrian Mulya
#CalegPinggiran #PodkesPinggiran #ProjectMultatuli
Cakra Wikara Indonesia retweeted
Anna Margret membuka kelas dengan pertanyaan besar sebagai pedoman KAFFE kali ini #KAFFE #jurnalperempuan
Cakra Wikara Indonesia retweeted
Kebijakan Afirmasi di Indonesia #KAFFE #jurnalperempuan
Cakra Wikara Indonesia retweeted
(1)
REGISTRASI KAFFE FEBRUARI 2024
KAFFE Februari 2024 akan membahas penguatan undang-undang untuk keterwakilan perempuan. Kelas akan diampu oleh Anna Margret Lumban Gaol, M.Sc., seorang dosen Ilmu Politik FISIP UI dan Ketua Cakra Wikara Indonesia.
Cakra Wikara Indonesia retweeted
Sejak pertama dibentuk 2021, ini editorial pertama Project Multatuli.
Project M menulis editorial saat ada situasi penting yang harus direspons atau di persimpangan sejarah dan kami sebagai gerakan jurnalisme publik dan organisasi pers butuh bersikap.
projectmultatuli.org/editori…
Cakra Wikara Indonesia retweeted
A few hours until the launch event in Jakarta! Reach out to our Programme Coordinator @sekarepedewe to join in person OR scan QR code/click bit.ly/MelampauiAngka (see poster).
@WFD_Democracy @CanEmbIndonesia @CanadaASEAN @CakraWikara
⏲️ Rabu (12/7) 13.00–17.00 WIB
Ikuti acara peluncuran modul panduan @WFD_Democracy @CakraWikara bagi caleg perempuan di Pemilu 2024 bersama Kaukus Perempuan Politik Indonesia. Daftar segera via bit.ly/MelampauiAngka atau pindai QR di poster.
Cakra Wikara Indonesia retweeted
Replying to @WFD_Indonesia @RahayuSaraswati @WFD_Democracy @CakraWikara @NasDem @adityawilly @DPP_PKB @Gerindra @DPP_PPP @golkar_id @PKSejahtera @Official_PAN @CanadaASEAN
Moderated by @DirgaArdiansa of @CakraWikara, our panel discussion is underway with KPPI Chair @RahayuSaraswati, Chair of Women’s Parliamentary Caucus KPPRI Diah Pitaloka, and Assistant Deputy Budi Mardaya of @kpp_pa.
Cakra Wikara Indonesia retweeted
A representative each from the 9 political parties with seats in the current parliament shared what their parties do to support women candidates—some very interesting examples, from conducting capacity building trainings to forming anti-violence response policy.
Cakra Wikara Indonesia retweeted
Chair Presidium of the Women’s Political Caucus @RahayuSaraswati underlined that women need more practical and strategic tools such as this module. She mentioned an upcoming collaboration between KPPI and @WFD_Democracy @CakraWikara to organise a virtual series of training
Cakra Wikara Indonesia retweeted
Opening remarks from @CanEmbIndonesia Political Counsellor Stuart Shaw and our country rep @agswijayanto emphasised on the module being intended as guide—and that our support for women political leaders is accessible beyond election cycles.
Cakra Wikara Indonesia retweeted
Live from Jakarta: launch event of our 2024 election guide for women legislative candidates with Women’s Political Caucus, @CakraWikara, and representatives of 19 political parties competing in next election.
@CanadaASEAN @CanEmbIndonesia @WFD_Democracy
Cakra Wikara Indonesia retweeted
"The path to politics is far from smooth for Indonesian women. Even before starting their campaigns, they must balance work and family life while facing strict cultural expectations and political obstacles."
Read the full report: projectmultatuli.org/en/betw…



































