dEMi. retweeted
Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral. Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri.
Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini.
*SBY*
dEMi. retweeted
⠀⠀
eLloW pEepoLS, MinU is still o_OpEn (!) 🦆
layout, qr deco, bundle, wallpaper, commission? are available! in note: nu-uh in rush (ᵕ ó ᴗ ò) - catalogue can be find on pinned tweet or t.me/miinuo ٩(•̤̀ᵕ•̤́๑)
#zonauang #bealanja
⠀⠀
dEMi. retweeted
teman-teman yang sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja dalam segi ekonomi atau apapun itu, terutama yang muslim coba selipkan doa la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin 🥺 inshAllah semuanya di perrmudahkan oleh Allah.
dEMi. retweeted
Karhutla udah separah itu loh :” sampe asapnya udah ke mana-mana… 😭😭 lekas pulih ibu pertiwi. Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT, stay safe guys 🥺🥺
dEMi. retweeted
Warga negaranya pada kesusahan cari duit, kena PHK, lowongan kerja 0 persen, warga negaranya disuruh hemat padahal apa-apa lagi mahal. Tapi presidennya ngelantik manusia bergaji 76 juta perbulan. Emang negara setan 😭
dEMi. retweeted
beneran kaya lagi gatau mau dibawa ke mana hidup gw skrg 😅😅😅😅😅😅 so pls jangan nuntut banyak karna gw pun masih bisa jalani hidup skrg udah bersyukur bgt gak negak wipol
Kini Gerung sudah Girang
Kamus di kepalanya tak lagi garang,
Celotehnya yang dulu tajam namun kadang garing,
Kini tersaji rapi di atas piring.
Dulu ia lihai meng-giring akal lelah,
Meneriaki mereka yang di istana sebagai garong,
Atau menyindir penguasa yang gemar merayap di gorong-gorong.
Sekarang, lakonnya bergeser mirip Gareng,
Senyum-senyum di kursi empuk,
Menyaksikan ludahnya sendiri asyik di-goreng.
Kini Gerung sudah Girang,
Tidur nyenyak di ranjang yang dulu habis-habisan ia serang.


























