Pinned Tweet
makasih ya @recehtapisayng
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
Black mirror moment. Video disinformasi menggunakan AI dari institusi resmi negara 😭
📌Video Prabowo di Stasiun Whoosh Halim Jadi Sorotan, Warga Tampak Menyambut
Presiden Prabowo Subianto tiba di Stasiun Whoosh Halim menggunakan kereta cepat. Dalam video yang beredar, Prabowo terlihat menyapa, bersalaman, berbincang, dan berfoto bersama warga serta penumpang yang berada di lokasi.
Momen tersebut menjadi perhatian di tengah perbincangan di media sosial mengenai narasi bahwa Prabowo diabaikan warga.
🎦iniactadiurna
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
Jangankan ponpes, semua rumah warga kalau digeledah akan ditemukan arit, pisau, linggis, pacul, palu, obeng, batu bata, kabel, korek gas, dsb.
Beberapa warga jg nyimpen sisa kembang api Lebaran, mainan paser, alkohol 70%, spiritus, buku Iqra, mukena, jilbab, niqab.
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
"fuck it we ball" is for stress about the future, "it is what it is" is for stress about the past and "this too shall pass" is for stress about the present
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
THE FIRST OFFICIAL BALLON D’ONT, ALEJANDRO GARNACHO!
#ballondont
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
Time spent well in a local cafe.
Print here:
almuqaddimah.com/products/ka…
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
BUDEK !!! COPOT TUH KAPOLDA JATENG !!!
Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., Memimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kapusdokkes dan Kapuskeu Polri di Mabes Polri.
#polisibersamamasyarakat #polri #salampolisi #polisiindonesia #kapolri
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
TURUT PRIHATIN ATAS KEJADIAN YANG DIALAMI PARA SANTRIWATI. APAPUN ALASANNYA, DUGAAN INTIMIDASI SAAT PENGGELEDAHAN HARUS TETAP DIUSUT. ANAK-ANAK BERHAK MERASA AMAN, BUKAN MALAH KETAKUTAN
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
Replying to @intinyadeh
Nunggu 2 minggu - 1 bulan
Tiba-tiba datang instalasi serupa dari Disdik tapi dengan nilai pengadaan up to 5x lipat 😇
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
Suriah yang habis berkonflik aja bisa menghormati para hafizhah Quran
Sementara di sebuah negeri gajelas, ada kapolda yang nuduh para santriwati hafizhah Quran teroris, setelah dilecehkan sejak dini hari, di depan wagub anak kyai
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
Pada malam itu, perwakilan dari suku2 di Makkah berjaga di pintu masuk rumah baginda Muhammad untuk membunuh beliau. Mereka memilih menunggu di luar dibanding menyerang ke dalam bukan karena takut tapi karena menjaga moral mereka walau dikenal Jahiliyah. Ketika ada yang mengusulkan untuk langsung saja menyerang masuk, Abu Jahal lantang menjawab: apa kamu ingin bangsa Arab mengejek saya telah menghancurkan tembok rumah Muhammad dan membuka aurat putrinya?
Apakah akhlak Abu Jahal dkk lebih mulia dibanding anak buah @SuyudiArioSeto ini?
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
pesantren lurus bercadar difitnah
pesantren cabul gak jelas malah didanain
kafirnesia + munafiknesia combo tag team wwe ps2 deluxe edition
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
TIDAK TERBUKTI TERLIBAT KASUS WARUNG BABI, SANTRIWATI PONPES HAMALATUL QUR'AN JUSTRU DIINTROGASI SOAL KURIKULUM DAN AJARAN
Pemeriksaan terhadap belasan santriwati dan ustazah Pondok Pesantren Putri Hamalatul Qur’an, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, memicu kontroversi. Pihak pesantren mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan oleh kepolisian, para santriwati sama sekali tidak dicecar pertanyaan mengenai kasus perusakan atau pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Parangjoro.
Sebaliknya, penyidik justru memberikan interogasi mendalam seputar pemahaman ajaran, aktivitas harian, serta kurikulum internal yang diterapkan di dalam pondok pesantren.
Dugaan Pelanggaran Prosedur dan Tindakan Represif
Berdasarkan surat kronologi resmi yang dirilis oleh Sekretaris Ponpes, Diyana Indah Sari, penggerebekan oleh aparat bersenjata lengkap dari gabungan Brimob Polda Jateng dan Polres Sukoharjo terjadi pada Kamis, 29 Oktober 2026, sekitar pukul 03.20 WIB dini hari saat para santriwati masih tidur.
Pihak ponpes menyayangkan tindakan aparat yang dinilai semena-mena dan di luar prosedur hukum:
Intimidasi Anak di Bawah Umur: Pintu kamar didobrak paksa, dan para santriwati ditarik keluar serta ditodong laras panjang saat mereka belum sempat mengenakan jilbab. Bahkan, dua balita dilaporkan ikut terbawa dalam pengamanan tersebut.
Kekerasan Fisik dan Psikis: Ditemukan laporan bahwa salah satu santriwati di area belakang diperintahkan tiarap, dicekik, dan diintimidasi secara verbal sambil ditodong senjata.
Penyitaan Aset Tanpa Surat Resmi: Polisi menyita barang pribadi dan inventaris ponpes senilai total Rp50 juta tanpa disertai surat penyitaan resmi. Barang yang dibawa meliputi HP santri/ustazah, uang tabungan tunai Rp16 juta, emas Antam, sepeda motor, serta alat ekstrakurikuler seperti drone, busur, dan anak panah.
Hasil Pemeriksaan: Tuduhan Sama Sekali Tidak Terbukti
Setelah dibawa dari Polsek Mojolaban hingga ditahan sampai malam hari di Polres Sukoharjo, kepolisian menyatakan tidak menemukan bukti keterlibatan para santriwati maupun pengurus pondok dalam kasus perusakan warung mi babi. Seluruh saksi (12 santriwati dan 4 ustazah) akhirnya dipulangkan dan garis polisi di lokasi telah dilepas.
Meski tuduhan pembakaran tersebut tidak terbukti, peristiwa penangkapan dini hari ini menyisakan trauma psikologis mendalam bagi para santriwati yang mayoritas masih di bawah umur, sehingga seluruh kegiatan belajar mengajar di ponpes terhenti total.
Hingga saat ini, pihak pesantren mendesak kepolisian untuk segera mengembalikan seluruh uang tabungan dan aset milik santri yang disita. Respons keras juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mendesak Propam Polri untuk mengusut tuntas peristiwa pelanggaran tersebut..
#Sukoharjo #PonpesHamalatulQuran #KeadilanUntukSantri #pondokpesantren
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
KECAMAN KERAS DAN SOMASI TERBUKA ATAS NAMA RAKYAT SUMATERA KEPADA KAPOLRI SUYUDI ARIO SETO ATAS TINDAKAN ANGGOTA POLRI DI PONPES PUTRI SUKOHARJO!
Tembusan: @prabowo @bang_dasco
@habiburokhman
Kepada Yth.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto
PERIHAL: KECAMAN KERAS DAN SOMASI TERBUKA ATAS DUGAAN TINDAKAN BERLEBIHAN ANGGOTA POLRI DALAM PENGGEREBEKAN PONDOK PESANTREN PUTRI DI SUKOHARJO.
Wak @SuyudiArioSeto,
Atas nama rakyat Sumatera, Awak mengecam keras tindakan anggota kepolisian yang melakukan penggerebekan di lingkungan pondok pesantren putri pada tengah malam dengan membawa personel bersenjata laras panjang.
Apakah menurut Kapolri tindakan seperti itu pantas dilakukan di lingkungan pendidikan yang dihuni anak-anak perempuan, termasuk mereka yang masih di bawah umur?
Jika memang terdapat dugaan tindak pidana pembakaran warung, silakan lakukan penyelidikan dan penegakan hukum. Tidak ada seorang pun yang berhak menghalangi proses hukum.
Tetapi apakah dugaan tindak pidana dapat dijadikan pembenaran untuk menghadirkan aparat bersenjata lengkap di lingkungan pendidikan putri pada tengah malam, tanpa mempertimbangkan rasa aman dan kondisi psikologis para santriwati?
POLISI BUKAN PEMEGANG KEKUASAAN TANPA BATAS.
Kewenangan kepolisian dibatasi hukum, prosedur, prinsip proporsionalitas, dan kewajiban menghormati hak asasi manusia.
Sebagaimana diingatkan oleh Martin Luther King Jr.
Ketidakadilan di mana pun adalah ancaman bagi keadilan di mana pun.
Lebih jauh, apabila benar tuduhan pembakaran yang diarahkan kepada pihak pesantren tidak terbukti, maka tindakan aparat tersebut harus diperiksa secara serius. Jangan sampai masyarakat mendapatkan kesan bahwa lembaga pendidikan Islam diperlakukan berdasarkan prasangka, bukan berdasarkan bukti.
Kami tidak akan menuduh seluruh institusi Polri menganut Islamofobia. Namun, Kapolri wajib memastikan tidak ada diskriminasi maupun perlakuan yang merendahkan kelompok masyarakat berdasarkan identitas keagamaannya.
Nelson Mandela pernah menegaskan:
To deny people their human rights is to challenge their very humanity.
Menolak hak asasi manusia seseorang berarti menantang kemanusiaannya sendiri.
MELALUI SOMASI TERBUKA INI, ATAS NAMA RAKYAT SUMATERA, KAMI MENUNTUT KAPOLRI:
1. Segera melakukan pemeriksaan internal terhadap seluruh anggota yang terlibat dalam penggerebekan tersebut.
2. Membuka secara transparan kronologi kejadian, dasar hukum tindakan, surat perintah, serta alasan penggunaan personel bersenjata laras panjang.
3. Menjelaskan apakah prosedur perlindungan anak dan penghuni pondok pesantren telah dipenuhi.
4. Memastikan kondisi psikologis para santriwati yang terdampak mendapat perhatian dan pemulihan yang layak.
5. Menyampaikan hasil evaluasi kepada publik serta menjatuhkan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran disiplin, kode etik, maupun hukum.
6. Memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban resmi kepada masyarakat, khususnya keluarga para santriwati dan pihak pesantren.
KAPOLRI, JANGAN ANGGAP KECAMAN INI SEBAGAI SERANGAN TERHADAP POLRI. INI ADALAH TUNTUTAN AGAR POLRI TIDAK MENYALAHGUNAKAN KEWENANGANNYA.
Kami memberikan desakan agar Kapolri segera merespons persoalan ini secara terbuka dan menunjukkan langkah konkret, bukan sekadar memberikan pernyataan normatif.
Apabila tidak ada evaluasi dan pertanggungjawaban yang jelas, rakyat Sumatera akan terus menyuarakan desakan reformasi kepolisian, termasuk tuntutan evaluasi kepemimpinan Kapolri dan pergantian jabatan apabila dinilai gagal menjalankan tanggung jawabnya.
Presiden dan DPR juga harus memperhatikan persoalan ini. Jangan biarkan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum semakin runtuh akibat tindakan yang tidak mendapatkan evaluasi.
Mahatma Gandhi mengajarkan
The true measure of any society can be found in how it treats its most vulnerable members.
Ukuran sejati suatu masyarakat dapat dilihat dari bagaimana ia memperlakukan anggota masyarakatnya yang paling rentan.
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
Taj Yasin ini idiot juga. Pantas saja ternyata mentang-mentang ponpesnya bukan dibawah naungan NU jadi boleh seruduk santriwati pakai laraspanjang?
cooook kyk pengalihan isu tapi gimanaa gitu
You’re unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
Ruhut Armando 🇵🇸🍉 retweeted
Aku baru baca kronologi penggerebekan ini.
Sumpah ini tuh contoh nyata bagaimana arogansi dan ketimpangan relasi kuasa dipertontonkan secara telanjang oleh aparat. Belasan polisi dan Brimob bersenjata laras panjang mendobrak asrama pada saat santriwati sedang tidur.
Mereka juga menodongkan senjata ke anak di bawah umur tanpa surat panggilan, tanpa surat penangkapan, dan tanpa surat penggeledahan bukanlah penegakan hukum?
Mereka nih memang hobi menyalahgunakan wewenang kah?
Masalahnya ini dalih penyidikan kasus pembakaran warung dipakai untuk menormalisasi tindakan dehumanisasi yang menjijikkan.
Kok bisa bis dengan pedenya melakukan pelanggaran privasi, ruang aman, dan batas-batas kemanusiaan dengan sangat barbar???
Yang lebih gila lagi ya matinya nalar prosedural mereka. Para santriwati digiring dan diinterogasi tanpa didampingi oleh wali atau kuasa hukum, terus dibiarkan kelaparan hingga baru diberi makan saat kondisi tubuh mereka sudah lemas.
Kita harus mengutuk dan menuntut pertanggungjawaban atas kesewenang-wenangan yang bertindak jauh di luar prosedur hukum yang berlaku.
⚠️TRAGEDI PENGGEREBEKAN PONPES HAMALATUL QURAN SUKOHARJO
Sebuah insiden traumatis menimpa para santriwati di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Sukoharjo pada Rabu (29/10/2026) dini hari.
🕒 Kronologi Kejadian (Versi Ponpes):
Pukul 03.20 WIB: Belasan polisi & Brimob bersenjata lengkap mendobrak pintu asrama saat santriwati tertidur karena tidak sempat membukakan pintu.
Tanpa Hijab & Ditodong: Santriwati yang kaget dan belum sempat mengenakan hijab/cadar ditarik keluar, ditodong laras panjang, hingga mengalami intimidasi fisik & verbal (wajah dicengkram & dibentak). Bahkan, balita 3 tahun ikut terbawa dan mengalami trauma, serta anak 5 tahun sempat terpisah.
Pukul 03.51 - 17.00 WIB: Santriwati digiring ke Polsek Mojolaban lalu dipindah ke Polres Sukoharjo untuk diinterogasi tanpa didampingi wali/kuasa hukum dan tanpa surat panggilan. Mereka juga sempat kelaparan karena baru diberi makan sore hari.
Penyitaan Barang (~Rp50 Juta): Polisi menyita peralatan ekstrakurikuler (busur panah & drone), HP santri/ustadzah, uang tunai, emas, dirham, hingga 3 unit motor tanpa surat penyitaan. Aktivitas ponpes lumpuh akibat garis polisi.
🛡️Klarifikasi & Versi Pihak Kepolisian:
Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut penyidikan kasus pembakaran warung di Grogol, Sukoharjo.
Polisi mengamankan dan memeriksa 27 orang saksi (termasuk anak di bawah umur) dari dua lokasi di Karanganyar & Sukoharjo dengan melibatkan pendampingan P2TP2A/UPTD PPA.
Setelah pemeriksaan, seluruh santri dan pihak ponpes yang diperiksa telah dipulangkan karena tidak terbukti terlibat, meskipun pihak ponpes menyayangkan prosedur penggerebekan yang dinilai tidak humanis dan mendesak pengembalian barang-barang yang disita.
(Sumber: Yayasan Dakwah & Sosial Al-Mukmin / Rilis Resmi Pesantren)













































