
Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam I Islam Progresif I Ekologi I Agraria ▪Kontak: [email protected]
Indonesia
Joined March 2020
- Tweets2.3K
- Following152
- Followers4.8K
- Likes4.1K
Selamat dan sukses atas terpilihnya
In’amul Mushoffa, S.HI., M.H.
sebagai Koordinator Komite Nasional Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) periode 2026–2029.
Semoga amanah dalam mengemban mandat, memperkuat konsolidasi gerakan, serta kedaulatan rakyat.
Jangan lupa Pertemuan Ke 3 malam ini Pukul 19 : 00 WIB
bit.ly/RangkaianDiskusiAtTha…
Umat dalam Jerat Ketimpangan
Bagaimana warga Nahdliyin bisa berdaulat jika kemiskinan struktural terus menjerat dan relasi kuasa patriarki masih langgeng? Mari bergabung dalam diskusi Pertemuan III (Klaster keadilan sosial & kemanusiaan).
Pemantik:
- Siti Rofiah (Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam (PPTI) Al-Falah Salatiga)
- Rika Iffati Farikhah (Wakil Ketua PW Fatayat NU DIY)
- Muhammad Nurkhoiron (Lakpesdam PBNU)
Moderator:
Odent Muhammad (FNKSDA Jakarta Raya)
Waktu & Tempat:
Hari/Tanggal : Senin, 10 Agustus 2026
Waktu : 19.00 – 21.30 WIB
Platform : Online via Zoom Meeting
Link Zoom: bit.ly/RangkaianDiskusiAtTha…
Mari bersuara dan desak keadilan sosial yang nyata bagi seluruh kaum mustadh’afin!
#MuktamarNU35 #SuaraNahdliyin #FNKSDA
Melihat NU dari Pinggir: Krisis Sosial Ekologis Nahdliyin Akar Rumput
Bagaimana kenyataan pahit warga Nahdliyin di tapak-tapak konflik agraria akibat perampasan lahan dan ekspansi ekstraktif? Mari bergabung dalam Diskusi Pertemuan II (Klaster Sosial-Ekologi) untuk membongkar,
dan mengarusutamakan isu krisis lingkungan serta suara warga akar rumput.
Pemantik:
• Akes (FNKSDA Ternate)
• Siti Maimunah (Direktur Mama Aleta Fund)
• Ahmad Nashih Luthfi (Lakpesdam PWNU DIY)
Moderator:
• Umi Lanisti (FNKSDA Jakarta Raya)
Waktu & Tempat:
• Hari/Tanggal: Senin, 03 Agustus 2026
• Waktu: 19.00 – 21.30 WIB
• Platform: Online via Zoom Meeting
Link Zoom: bit.ly/RangkaianDiskusiAtTha…
Diskusi ini terbuka untuk umum. Mari hadir dan suarakan kedaulatan warga dari tapak konflik! 🌿✊
Sedang Berlangsung !
Ketika organisasi mulai mengadopsi logika perusahaan & terjebak dlm ekonomi rente, di mana posisi kedaulatan warga Nahdliyin Sesi I ini akan menguliti bagaimana kooptasi kekuasaan & konsesi tambang mulai menggeser peran Kiai dari penjaga moral menjadi bagian dari pusaran oligarki
Mari bedah tuntas: "Berebut NU: Membela Umat atau Oligarki?"
Pemantik: Adi Bahri, Savic Ali, & Hijroatul Maghfiroh
Link Zoom: bit.ly/RangkaianDiskusiAtTha…
Jangan diam. Saatnya suara kritis dari akar rumput kembali menjadi ruh perjuangan organisasi!
#MuktamarNU35 #SuaraNahdliyin
Panggilan untuk Kaum Muda, Santri, & Aktivis Lingkungan !
Pendaftaran Pesantren Agraria FNKSDA Pasuruan resmi dibuka.
Tempat di mana spiritualitas bertemu dengan realitas agraria. Kita akan mengupas tuntas krisis ekologi dan konflik agraria yg terjadi di Indonesia.
Kuota Terbatas!
Informasi pendaftaran lengkap ada di flyer.
CP : 085855550827 M Ubaidillah A
#FrontNahdliyin
#PesantrenAgraria2026 #DaulatRakyat
bit.ly/PENDAFTARANPESANTRENA…
Ditengah gelombang protes pada semua program rezim & tekanan ekonomi yg dirasakan. Teringat betapa pentingnya pengorganisiran kpd rakyat u/menyentuh kesadaran politik kaum miskin.
Setidaknya mengetuk kesadaran bahwa kondisi lebih baik dan adil bisa diwujudkn bersama.
Santri Nahdliyin retweeted
TAHUKAH kamu bahwa 9 dari 10 warga percaya bahwa program MBG cenderung menguntungkan elite, pejabat, dan pemilik dapur, serta rawan dikorupsi?
Kami dng Policy Research Center baru saja merilis hasil riset berjudul "Siapa yang Diuntungkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?"
Selamat Idulfitri bagi kaum tertindas Di seluruh Dunia. Dan tiada maaf bagi para penindas serta penjahat perang !
Tulisan dari 3 kader FNKSDA dalam Reportase mendalam di dua Kampung Pesisir Jakarta yang mulai hilang ditelan ombak. Akibat penurunan tanah jakarta dan naiknya muka air laut.
thecontrapuntal.com/indonesi…
“Pemerintah hanya turun tangan & mnawarkan bantuan sesekali, hanya ktka kami dilanda banjir atau bencana.”
Balada tentang kaum marginal seakan tak lengkap jika hanya dibayangi penderitaan dan musibah,












