Fun Fun retweeted
Tidak semua kekuatan harus ditunjukkan dengan keberanian melawan. Tidak semua kemenangan harus diraih dengan membalas. Terkadang, kekuatan terbesar seseorang justru terlihat dari kemampuannya untuk tetap tenang ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja.
Menjadi tenang bukan berarti tidak memiliki masalah. Bukan pula berarti tidak pernah merasa kecewa, marah, sedih, atau terluka. Menjadi tenang adalah kemampuan untuk mengendalikan diri di tengah berbagai keadaan yang berusaha mengusik kedamaian pikiran.
Ada banyak hal dalam kehidupan yang tidak bisa kita kendalikan. Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain memperlakukan kita, bagaimana mereka menilai diri kita, atau bagaimana keadaan berjalan. Namun, kita selalu memiliki kesempatan untuk menentukan bagaimana cara kita merespons semuanya.
Orang yang tenang tidak mudah terpancing oleh perkataan orang lain. Ia tidak merasa harus memenangkan setiap perdebatan, tidak sibuk membuktikan dirinya kepada semua orang, dan tidak menghabiskan energi untuk sesuatu yang sebenarnya tidak penting.
Ia memahami bahwa tidak semua hal membutuhkan tanggapan. Tidak semua persoalan harus menjadi pertengkaran. Dan tidak semua orang harus mendapatkan akses terhadap ketenangan batinnya.
Ada saatnya kita perlu berbicara, tetapi ada saatnya diam jauh lebih bijaksana. Ada saatnya kita harus bertahan, tetapi ada pula saatnya meninggalkan sesuatu yang hanya menguras energi.
Sebab, hidup terlalu berharga jika hanya dihabiskan untuk meladeni setiap persoalan.
Jadilah pribadi yang kuat, tetapi tetap lembut. Tegas, tetapi tidak kasar. Berani, tetapi tidak gegabah. Dan yang terpenting, tetaplah tenang meskipun dunia di sekelilingmu sedang tidak baik-baik saja.
Pada akhirnya, ketenangan bukanlah tanda kelemahan. Justru itulah salah satu bentuk kekuatan tertinggi: ketika kita mampu menguasai diri sendiri tanpa harus menguasai keadaan atau orang lain.
Sebab, memenangkan diri sendiri jauh lebih berharga daripada memenangkan setiap pertikaian.
kadang healing tuh sesimpel naik ke atas, diem sebentar, terus nikmatin city view. kendaraan masih lalu-lalang, kota masih sibuk sama urusannya, tapi somehow suasananya malah bikin tenang.
hari ini lumayan nguras energi, tapi ngeliat view kayak gini rasanya kayak diingetin, “it’s okay, gak semua hal harus buru-buru. take your time, one step at a time.” wkwk
Fun Fun retweeted
This method of sewing a zipper looks easy and the results are very neat.
Fun Fun retweeted
Cinta aja nggak cukup.
Caramu memperlakukan seseorang adalah alasan kenapa dia bertahan atau memilih pergi.
Sebesar apa pun sayangnya, kalau terus-terusan bikin capek, mundur jadi satu-satunya pilihan logis.
Fun Fun retweeted
Anaknya cuma dikasih makan sekali, tapi beban ekonomi orang tuanya justru dinaikkan berkali-kali lipat.
Mikir kids, katanya. Tapi ketika kesejahteraan anak dan beban hidup orang tuanya dipertanyakan, masih aja ada yang sibuk membela tanpa mau mikir lebih jauh.
Fun Fun retweeted
creative! she made such a beautiful ring ❤️
Sholat Dhuha itu subtle reminder di tengah riuhnya pagi: "Istirahat sebentar, taruh dunia, cerita dulu sama Yang Punya."
Bukan cuma soal mengejar Rezeki, tapi tentang melatih rasa cukup. Sebab rezeki terbesar di jam-jam sibuk itu sederhana: Allah masih kasih kita kesehatan, waktu luang, dan dorongan hati buat mau melangkah ke atas sajadah.
Fun Fun retweeted
Make peace with your past and the people who disappointed you.
Release that burden, and let God restore the situation.
Fun Fun retweeted
In this economy, sebutin satu barang pokok walapun harga nya lagi mahal tapi wajib kamu beli
Fun Fun retweeted
Dulu aku sering ditanya, “Apa yg kamu dapatkan dari mencintai orang dengan cara seperti itu?” Pertanyaan yg membuatku diam sejenak. Karena sebenarnya, aku tidak melakukannya demi sesuatu yang kembali.
Bagiku, peduli, memperhatikan, dan mencurahkan perhatian kepada orang-orang yg kuhargai memang sudah semestinya. Seperti sesuatu yang tidak perlu dipaksa.
Aku memberi karena memang begitu cara aku mencintai. Bukan karena ingin dibalas setimpal, bukan karena menghitung untung-rugi. Kalau kemudian tidak dibalas, aku tidak serta-merta menyesal. Aku hanya belajar menempatkan energiku di tempat yang lebih tepat.
Ada orang yang memang tidak siap menerima dengan cara yg sama, dan itu bukan salahku karena sudah berusaha tulus.
Pada akhirnya, yg tetap aku jaga adalah keaslian diriku. Aku lebih memilih tetap menjadi orang yg peduli dengan cara yg tenang, daripada memaksa diri berubah hanya agar terlihat lebih aman.
Dulu aku sering ditanya, “Apa yg kamu dapatkan dari mencintai orang dengan cara seperti itu?” Pertanyaan yg membuatku diam sejenak. Karena sebenarnya, aku tidak melakukannya demi sesuatu yang kembali.
Bagiku, peduli, memperhatikan, dan mencurahkan perhatian kepada orang-orang yg kuhargai memang sudah semestinya. Seperti sesuatu yang tidak perlu dipaksa.
Aku memberi karena memang begitu cara aku mencintai. Bukan karena ingin dibalas setimpal, bukan karena menghitung untung-rugi. Kalau kemudian tidak dibalas, aku tidak serta-merta menyesal. Aku hanya belajar menempatkan energiku di tempat yang lebih tepat.
Ada orang yang memang tidak siap menerima dengan cara yg sama, dan itu bukan salahku karena sudah berusaha tulus.
Pada akhirnya, yg tetap aku jaga adalah keaslian diriku. Aku lebih memilih tetap menjadi orang yg peduli dengan cara yg tenang, daripada memaksa diri berubah hanya agar terlihat lebih aman.




























