KP Harshad 🚀 retweeted
Pada malam itu, perwakilan dari suku2 di Makkah berjaga di pintu masuk rumah baginda Muhammad untuk membunuh beliau. Mereka memilih menunggu di luar dibanding menyerang ke dalam bukan karena takut tapi karena menjaga moral mereka walau dikenal Jahiliyah. Ketika ada yang mengusulkan untuk langsung saja menyerang masuk, Abu Jahal lantang menjawab: apa kamu ingin bangsa Arab mengejek saya telah menghancurkan tembok rumah Muhammad dan membuka aurat putrinya?
Apakah akhlak Abu Jahal dkk lebih mulia dibanding anak buah @SuyudiArioSeto ini?
KP Harshad 🚀 retweeted
Dimana Bakar Duitnya? Nih gue kasih datanya...
Udah kayak PESTA SEX BEBAS nih... 🤣 PAKE DUIT MERTUA
Nih, daftar tandingan program yang bikin kepala senot-senot karena nabrak fungsi yang udah ada...
Sektor Pendidikan & Kaderisasi:
🔹️Udah ada sekolah negeri/swasta konvensional, dibuat lagi program "Sekolah Rakyat".
🔹️Udah ada sekolah reguler, dibuat lagi konsep "Sekolah Terintegrasi".
🔹️Udah ada Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional), mau dibikin lagi "Sekolah Pertahanan".
🔹️Udah ada IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) buat cetak birokrat, masih bikin lagi jalur-jalur "Sekolah Calon Pejabat".
Sektor Pangan & Konsumsi Harian:
🔹️Udah ada kantin sekolah dan warung/UMKM lokal di sekitar sekolah, diguyur program "MBG" (Makan Bergizi Gratis) yang sentralistik.
🔹️Udah ada warung kelontong rakyat, pasar tradisional, dan minimarket swasta (Indomaret/Alfamart), malah dibikin "Kopdes/KDMP" yang jualan ritel sembako juga buat head-to-head langsung di gang-gang kampung.
Sektor Kesehatan:
🔹️Udah ada Puskesmas yang dibiayai negara buat layanan preventif & kuratif dasar masyarakat, sekarang Kopdes/KDMP mau dijejelin "Klinik" tandingan yang otomatis bikin bentrok layanan dan perebutan klaim BPJS di tingkat akar rumput.
Sektor Jasa Keuangan & Logistik (Tambahan):
🔹️Udah ada bank himbara, BPR, agen laku pandai (BRILink/Mandiri Agen), sampai koperasi simpan pinjam swadaya, Kopdes/KDMP masih mau nyerobot masuk jadi "Bank Desa" dan hub logistik.
Semua entitas yang ada pakai suntikan dana APBN, tapi disuruh tarung bebas head-to-head ngerebutin porsi pasar yang itu-itu juga—bahkan nabrak lapak pedagang kecil, swasta murni, sampai fasilitas publik eksisting yang dari dulu sudah berfungsi.
Kalau udah gini, yang bobol bukan cuma anggaran fiskal negara, tapi tatanan ekonomi bawah yang tadinya adem ayem malah dipaksa chaos berjamaah.
Ada lagi sektor lain yang kelewat? Silakan dilanjut kalau masih ada yang kurang.
Jadi ideologi prabowo adalah ideologi kaum BORJUIS, apa itu? Mau enak sendiri, ga mau Susah... dan paduan kalimatnya Elu Kerja sendiri, udah sukses, punya duit, elu Bagi gue, tiap keringat lu ada jatah gue, jika elu hasilkan beras 10 karung, 2 karungnya setor ke gudang gue, supaya gue bisa Belanjain duitnya
Untuk itulah dia perlu kendalikan semua elemen agar jangan rewel
Darimana saya melihat itu? Dari Pattern nya / Patron nya / Pola nya jelas, seperti Penanganan banyaknya Bencana di negeri ini yang ga pernah selesai, dibiarkan selesai sendiri, bahkan menolak bantuan / dibantu, sementara Pemerintah sendiri tidak pernah mampu optimal menanganinya (pagu BNPB sangat Kecil) untuk menjamin perlindungan dan keadilan sosial, sehingga Nyata Penderitaan itu ada dimana?
Rakyat disuruh berjuang sendiri ("urus diri sendiri / kapitalis murni"), tapi dimanipulasi dengan kemasan Bergotong Royong lah (hanya sesama rakyat saling membantu). Negara enggan repot menjamin kesejahteraan, modal, atau perlindungan sosial yang layak.
Mau hidup, mau sukses, ya banting tulang sendiri di tengah kerasnya pasar bebas.
Giliran panen atau sukses, langsung ditarik upeti ("setor ke gudang gue")
Begitu rakyat berhasil menghasilkan sesuatu atau punya aset/uang, di situlah mesin birokrasi dan kekuasaan nagih bagian.
Keringat rakyat diperas lewat berbagai instrumen pungutan atau kebijakan fiskal, yang hasilnya kemudian dikelola dan dibelanjakan sesuai selera lingkaran elit di atas.
Makanya semua elemen harus dikendalikan ketat ("supaya nggak rewel")
Karena sistem seperti ini sejatinya tidak adil dan pincang, ia butuh kontrol totaliter ala komando.
Buruh, serikat, dan elemen masyarakat dipasangi figur pengendali dari ring satu agar tidak ada yang protes, tidak ada yang melawan, dan mesin "penyetoran" bisa terus berjalan mulus tanpa gangguan.
Paduan yang sempurna antara beban hidup dilepas ke pasar bebas (kapitalis) tapi penghisapan dan kekuasaannya dijalankan dengan kontrol total (otoriter), demi kenyamanan segelintir kaum borjuis penguasa, ini adalah potret paling dari "sistem banci" (Bukan itu juga Bukan yang Ini)
Borjuis suka BAKAR DUIT daripada alih-alih mensejahterakan Rakyat.
😎
Replying to @abulmuzaffar10
Oy. Kalau govt ambil alih peran tengkulak, swasta akan mati.
Peran govt adalah memberi aturan, bukan ikut campur bikin usaha.
Replying to @iimfahima
Saya tidak memuja-muja politisi.
Tapi saya membenci oligarki sebenci-bencinya, dan saya akan cut-off siapapun yg mendukung oligarki.
Replying to @naraeraa
Ini preman. Ga heran berperilaku begini.
Tapi bisa-bisanya ada kapolres yg melakukan hal serupa. Masih jadi kapolres pula.
Gw punya kawan jadi auditor di salah satu kementerian, buat perbaiki dari dalam. Anak ITB yg rata2 atas, dan idealis parah.
Selang 2 tahun jd auditor, dia cerita idealismenya anjlok parah. Skrg? Masih auditor, dan kaya raya.🤭
Replying to @Yohanes_1105 @kysanagisa
Bro. Bullshit, sangat bullshit, ngubah suatu instansi yg mayoritas orangnya korup untuk jadi bersih lagi dg segelintir orang baik. Adanya orang baik kehilangan prinsip.
Ibarat lo sakit, banyak virus. Lo butuh obat (kekuatan eksternal), ga bisa ngandalin imun tubuh lo doang.
Penyelenggaraan haji dari govt itu banyak loh rangkaiannya. Printilannya super banyak. Jadi “penyelenggaraan haji” bukan ibadah, ibadahnya di Mekkah sana.
Apa seksi transport wajib bgt muslim?
Apa seksi pengadaan koper wajib bgt muslim?
Dlsb.
Replying to @watermealen
Post foto anak cewek adalah kode para influencer 02 untuk “meminta bantuan” agar nama mereka tidak trending.
Kode seperti ini lebih cepat drpd chat utk menggerakkan puluhan/ratusan cabang, dan sudah ada SOP harus ngapain.
Buktinya? Tuh brown bear muncul.
Replying to @khanifirsyad
“Disapa kok nggak nyaut. Kurang ajar!” (Gampar)
Ini kelakuan preman. Sekali lagi, hanya preman yg melakukan hal seperti ini.
Tapi ini dilakukan oleh seorang kapolres.
😂
Replying to @clavinjune
Ada 2 alasan utama:
- Informasi telat sampai. Di kota gw tinggal, ga ada yg tau tuh ada demo tgl 28, apalagi lagi rame2 cancel raffi.
- Ada 1 yg berani speak up cabut, akhirnya punya keberanian juga utk cabut. (Atau nyari tau kenapa cabut, dan jadi tau ada isu apa.)
Replying to @Parungogahdiem @Uniliswara0
Kenapa harus pakai bahasa asing?
Replying to @PocongGaib
Di awal nama dia terkenal krn sbg komedian roasting bukan sih?
Lagian roasting orang dianggap lucu. Sejak kapan menghina orang dianggap sbg komedi?
Skrg dia roasting masyarakat yg mengangkat namanya. Anggap komedi juga dong.
Well, based on grok definition, this is an offensive / foul language, not a sexual harrasment. LMAOOOO.
Pelecehan: duh anjing seksi bgt dia pengen gw colmek.
Penghinaan: anjing dasar tukang colmek ga tau diri.
Replying to @hainashir @Zensuaxy
Enggak sopan.
Tp jangan gunakan narasi pelecehan. Jadinya fitnah.
Replying to @rkmndsfilm
Ini yg harus diapreasi adalah warga jogja yg berani mengambil tindakan dg menjauhi budak oligarki, walau mereka kehilangan potential revenue.
Replying to @Zensuaxy
Pelecehan? Lebih seperti yapping dan menghina dosen dengan bahasa yg ga pantas.
Apa sih dikit-dikit pelecehan.
Kenapa pada jadi hakim jalanan begini dah. Main doxxing segampang itu pula.




