ini yg ngisi simposium seakan-akan ngisi Rembug Filsafat. Termasuk karena selipan humor pornonya. Dongo. Cuih
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
Romain Saoss retweeted
Daftar kekerasan setahun terakhir.
Detailnya bisa dilihat si sini:
advokasi.aji.or.id/data-keke…
Menkeu Purbaya kritik keras media nasional yang dinilai kurang vokal dalam mengawasi pemerintah. Dia menyebut jurnalis saat ini cenderung “mingkem”.
Simak berita selengkapnya hanya di tvonenews.com
#HardNews_Ekonomi #NewsOne #CariBeritaditvOne #MenkeuPurbaya #NO2
Romain Saoss retweeted
Saya dan @jalurgaza_ baru saja selesai menulis sebuah pengantar untuk bincang santai yang diadakan nanti malam. Bila berminat membaca bukletnya sila unduh melalui link berikut:
drive.google.com/drive/folde…
Kemarin, aku berkontak dengan @jalurgaza_ dan saling membicarakan soal moral komunis. Kami juga saling menyumpahserapahi Sudjojono, yang kerap disebut sebagai dewa kesenian modern Indonesia. Dimulai dari situlah, kami ngide untuk bikin diskusi santai perkara itu. Sila datang!
Romain Saoss retweeted
Berawal dari niat sederhana menonton dangdut, langkah kecil DRP justru menyeretnya ke pusaran kekerasan aparat kepolisian.
Ia disiksa dan dipaksa mengaku sebagai pelaku demonstrasi rusuh hingga data pribadinya diumbar dengan cap “perusuh” di lingkungan tempat tinggalnya.
DRP adalah korban salah tangkap Polresta Magelang.
Sebuah utas.
Romain Saoss retweeted
REPEAT AFTER ME:
TENTARA BUKAN TEMAN
TENTARA BUKAN TEMAN
TENTARA BUKAN TEMAN
TENTARA BUKAN TEMAN
nista,,, polisi nih otaknya udah lebur jadi taik ya?
Romain Saoss retweeted
Subuh, Yogyakarta, 9 Februari 2008
Lambang Babar Purnomo, seorang PNS arkeolog senior, alumni FIB UGM, ditemukan tewas di selokan di jalan lingkar luar utara Yogyakarta.
Dia baru pulang sekitar jam 4 pagi setelah bertemu dengan sejumlah teman arkeolognya.
Harusnya di hari itu, siangnya, dia menjadi saksi ahli dalam persidangan perkara kehilangan dan pemalsuan beberapa benda berupa arca, koleksi Museum Radya Pustaka, Solo.
Beberapa waktu sebelum kejadian, dia ditugaskan kantornya untuk pengambilan dan pengembalian benda pusaka ke tempat seharusnya.
Benda-benda itu kedapatan di rumah/bangunan pribadi di Jakarta.
Milik siapa rumah itu? Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto.
Setelah jemput arca di rumah itu, Lambang juga bilang bahwa ada fosil gading dan arca-arca lain tanpa dokumen.
Polisi menyatakan kematian Lambang adalah karena kecelakaan tunggal sepeda motor.
Tapi, ini janggal karena jenazahnya tidak menunjukkan kalau itu kecelakaan tunggal
Di laporan Tempo tanggal 29 September 2008, dokter yang melakukan otopsi bilang kalau tidak seperti kecelakaan, tapi bisa karena 3 hal: kepalanya terbentur, dipukul, atau dipuntir.
"Seperti di film-film itu, lo, sampai bunyi krek."
Tapi polisi tetap menyatakan itu kecelakaan tunggal.
Kematiannya tidak pernah dibawa ke pengadilan.
***
Setelah kejadian itu, akhir 2008, Hashim menyumbang 3M ke UGM untuk bangun Gedung Margono Djojohadikusumo di FIB UGM.
Lambang adalah alumni fakultas itu.
Apakah ada hubungan sebab-akibat? Entahlah.
***
Kebetulan Tempo, 3 bulan lalu mengangkat kasus ini sebagai kilas balik.
Menarik disimak.
Romain Saoss retweeted
sudah bisa diunduh Rethinking Histories of Indonesia
Experiencing, Resisting and Renegotiating Coloniality
Edited by: Sadiah Boonstra, Bronwyn Anne Beech Jones , Katharine McGregor , Ken M.P. Setiawan, Abdul Wahid Asian Studies Series ANU Press
press.anu.edu.au/publication…
wow improved pressing. Jauh lebih lugas dan orientasi progressive pass. Beberapa peluang memang berbentuk krosing yang bener-bener perlu target man. Tapi dalam hal pressing, fluiditas, dan exploit via counter/press-resistance spt Mount, Cunha, dan Mbeumo lebih cocok tanpa no 9
Kudu baca terjemahan Gita Nanda sih. Sempet baca diskusi satu buku sastrawan Argentina yang diterjemahkan ke Inggris di salah satu sosmed. Orang-orang berbahasa Inggris ini bingung dengan maksud satu istilah dan akhirnya dikoreksi sama pembaca Spanyolnya.
Replying to @la_magistrale
tetep ditranslate ke english make tcbscans, buku lain baca translatenya ga? Ada little prince dari prancis, aku baca terjemahan englishnya.
Baca buku bahasa indo? Ya baca lah, beberapa buku mainstream Andrea Hirata, Tere Liye, Sujuwo Tedjo bagus bagus karyanya.
Bournemouth ni pasti duitnya lagi banyak banget. Tiga beknya kejual dengan harga yang gede. Pertanyaannya, mereka bakal beli outfield player buat meringankan beban semenyo dan lini tengah atau mau renov Vitality aja😆




































