Selain belajar dan baca, sering-sering main dan denger cerita akar rumput. Percuma bacaan banyak, apalagi pemikir kiri barat gak selalu cocok konteksnya sama kita. Belajar secara kontekstual dengan bermasyarakat.
Ini, loh, daripada kayak kemarin simbolnya dipinjem tapi malah ada pernyataan bikin gak enak. Kenapa gak gabungin kemampuan lapangan supporter sama yang katanya "hidup mahasiswa". Demo, ya, risikonya ada kekerasan udah lah gak usah sok mau demo damai kondusif.
Kayak gini masih mau demo yang damai dan kondusif? Muak banget.
respon pemerintah soal tuntutan demo kemaren:
- karhutla tidak bisa di tetapkan jadi bencana nasional
- karena kata mereka penanganannya udah nasional
- mbg tidak bisa di hapuskan
- malah akan di bentuk satgas mbg
- daerah yang ikut sukseskan mbg akan di kasih insentif 1 triliun
- untuk tuntutan yang lain belum ada respon
Tapi sebener-benernya femenisme idealnya tuh memang perlu pemikiran kiri. Sayangnya fitnah harto ini udah membunuh pemikiran kritis perempuan terhadap struktur.
Ini salah satu dampak eksklusivitas para "penggiat sastra", sih. Jadinya pemaknaan kita soal sastra sempit. Stensilan, yang ceritanya begitu masuknya juga sastra. Lore di game rpg juga sastra. Selama memunuhi unsur naratif, ya, namanya karya sastra.










