Pinned Tweet
Perkara dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Pademangan, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan.
Seorang perempuan berinisial EK (45) mengaku masih menunggu perkembangan laporan yang dibuatnya sejak 10 Maret 2026.
EK melaporkan suaminya, LH, setelah mengaku mengalami kekerasan fisik dan ancaman ketika keduanya terlibat pertengkaran di rumah.
Kasus tersebut kini masih menjadi perhatian Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara.
Hingga Kamis (20/8/2026), EK menyebut proses hukum terhadap laporan itu belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Bermula dari Persoalan Kunci Motor
Menurut pengakuan EK, pertengkaran bermula dari persoalan kunci sepeda motor yang ternyata terbawa oleh keponakannya.
Situasi kemudian memanas. EK mengaku suaminya marah dan melontarkan perkataan kasar sebelum melakukan kekerasan fisik terhadap dirinya.
“Dia marah-marah, sudah mengatai saya kebun binatang. Terus saya sempat ditabok,” ujar EK saat ditemui wartawan, Kamis (20/8/2026).
Kondisi semakin menegangkan ketika anak EK disebut mulai menangis. EK kemudian merekam kejadian tersebut menggunakan telepon seluler.
Namun, tindakan itu justru membuatnya mengaku mendapat ancaman.
Korban Mengaku Diancam Setelah Merekam
EK mengatakan suaminya mengetahui dirinya merekam kejadian tersebut. Ia kemudian mengaku mendapat ancaman agar tidak membawa persoalan tersebut ke polisi.
“Pokoknya kamu kalau sampai lapor ke polres, kepala kamu saya tebas,” tutur EK menirukan ucapan suaminya.
Meski mengaku ketakutan, EK tetap memilih melapor. Ia kemudian menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Utara serta pemeriksaan medis untuk kepentingan visum.
Tidak hanya itu, EK bersama anaknya juga menjalani pemeriksaan psikologis melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Terlapor Disebut Mangkir Pemanggilan Pertama
Dalam perkembangan laporan, EK menyebut penyidik sudah mengirimkan pemanggilan pertama kepada LH untuk memberikan klarifikasi.
Namun, menurut EK, terlapor tidak memenuhi panggilan tersebut.
#pontianakmedia #KDRT #KekerasanSeksual #viral #news
Konten kreator sekaligus chef Bobon Santoso dikabarkan mengalami kecelakaan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Bobon Santoso dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas saat menjalankan aktivitas distribusi bantuan pemerintah pusat bagi masyarakat terdampak karhutla di Palangka Raya.
Kami rakyat Indonesia bersumpah, bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan.
Kami rakyat Indonesia bersumpah, berbangsa satu, bangsa yg gandrung akan keadilan.
Kami rakyat Indonesia bersumpah, berbahasa satu, bahasa kebenaran.
Prarekonstruksi, Istri Sah Peluk Tersangka Pembunuhan di Madiun Sambil Menangis Prarekonstruksi Pembunuhan Madiun, Sambil Menangis Istri Sah Peluk Dwi Bagus Suasana emosional mewarnai prarekonstruksi kasus pembunuhan di Kota Madiun, Selasa (27/10/2026). Istri sah tersangka Dwi Bagus Martono terlihat memeluk suaminya sambil menangis di rumah mereka. Polisi menjelaskan bahwa sang istri tidak mengetahui dugaan tindakan suaminya terhadap korban. Ia juga disebut tidak mengetahui bahwa suaminya telah menikah siri sejak dua tahun lalu. #Madiun #KasusPembunuhan #Kriminal #jtvrek #polisibersamamasyarakat
Puluhan Ruko di Jalan Merak Nanga Pinoh Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah
Kebakaran hebat melanda kawasan pertokoan di Jalan Merak, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Rabu (28/10/2026) dini hari.
Puluhan rumah toko (ruko) dilaporkan terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB tersebut.
Kobaran api yang melanda kawasan padat penduduk itu membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan diri dari amukan si jago merah.
Sementara itu, tim gabungan berjibaku melakukan pemadaman untuk mencegah api merembet lebih luas ke bangunan di sekitarnya.
ADIK BUNUH KAKAK KANDUNG DI PICU WARISAN DI UKUI, PELALAWAN
• seorang pria berinisial IN 34taun
• di duga membunuh abang kandung nya berinisial DN 36taun
• di pekarangan rumah ortu mereka berdua di Desa Kampung Baru, Riau
• polisi menduga pembunuhan itu di picu persoalan penjualan tanah warisan keluarga
• polisi telah menangkap pelaku tidak lama setelah menerima laporan warga
• polisi menyita parang yg di duga digunakan dlm pembunuhan trsbt
• peristiwa itu bermula ketika korban dtg ke rumah ortu nya sekitar pukul 15.00 wib
• korban di ketahui tinggal di Dusun Tanjung Putus, Desa Air Hitam Kecamatan Ukui
• setiba nya dirumah, korban mendapati pintu terkunci dr dlm
• sdgkn ortu mereka tidak berada di tempat
• dr luar rumah, ia melihat adiknya sedang meminum tuak
• korban kemudian memanggil pelaku agar membukakan pintu sambil mengetuknya berulang kali
• saat pintu di buka, kedua nya terlibat pertengkaran
• dlm pertengkaran itu, pelaku di duga mengambil parang dr dapur dan menyerang korban
• korban mengalami luka pd bagian wajah dan berusaha menyelamatkan diri dgn berlari menjauh
• namun, pelaku mengejar korban hingga terjatuh di tanah
• pelaku kemudian kembali menyerang korban dgn parang berkali kali
• hingga korban meninggal di perkarangan rumah trsbt
• warga yg mengetahui kejadian itu segera menghubungi Bhabinkamtibmas
• laporan trsbt kemudian diteruskan ke Polsek Ukui
• jenazah korban selanjutnya di evakuasi ke puskesmas utk menjalani pemeriksaan medis
• sementara pelaku dibawa ke Polsek Ukui utk menjalani pemeriksaan lebih lanjut
HANYA DALAM 3 BULAN, 10,5 TON NARKOBA BERHASIL DIGAGALKAN!
Ini bukan angka kecil! Dalam kurun waktu 3 bulan, operasi gabungan BNN RI, Bareskrim Polri, Bea Cukai, dan jajaran Polda berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional dengan total barang bukti mencapai 10,5 TON dan 59 orang diamankan!
Dari penyergapan kapal di tengah laut, pengungkapan penyelundupan lintas negara, sampai penggerebekan laboratorium narkoba di Aceh!
Di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, perang melawan jaringan narkoba terus digencarkan.
Bayangin kalau 10,5 ton narkoba itu sampai beredar bebas. Berapa banyak generasi muda yang bisa jadi korban?
Mafia narkoba boleh punya jaringan internasional, tapi Indonesia nggak boleh kalah!
INDONESIA HARUS MENANG!
#IndonesiaHarusMenang #BerantasNarkoba #SuyudiArioSeto #Polri #BNNRI
PEMUDA ADALAH KEKUATAN BANGSA! 🇮🇩
“Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”
— Soekarno
Pemuda bukan sekadar penerus bangsa, tetapi penggerak perubahan. Jangan habiskan masa muda hanya untuk berdiam diri. Bangkit, berkarya, berani bermimpi, dan buktikan bahwa generasi muda mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik!
Pemuda hari ini, penentu masa depan bangsa. 🔥
@kemensetneg.ri @kemenpora @tvonenews @kompastv @metrotv @tempodotco @detikcom @tribunnews
#SumpahPemuda #Soekarno #PemudaIndonesia #Kalimantan #PontianakInside
Kebakaran tadi malam di parwasal siantan pontianak Utara #keluargacemara #pontianak #kalimantan #damkar #kebakaran
TRAGIS! ANGGOTA POLRI DIDUGA BUNUH IBU KANDUNG, DUA PISAU BERCAK DARAH DISITA
SIAK, RIAU — Seorang anggota Polri berinisial WP (37) diduga terlibat dalam kematian ibu kandungnya, Farida Hanum (64), seorang pensiunan guru, di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (27/10/2026).
Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka pada bagian leher dan ceceran darah di sekitar tubuhnya. Terduga pelaku diketahui bertugas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau.
KRONOLOGI TERUNGKAPNYA KASUS
Peristiwa ini mulai terungkap sekitar pukul 06.00 WIB. Seorang saksi bernama Afrina Ramayana Daulay merasa curiga setelah melihat WP keluar dari rumah korban sekitar pukul 06.30 WIB.
Menurut keterangan yang diberitakan media, WP sempat menyampaikan bahwa ibunya sedang “tidur dengan nyaman”. Setelah itu, ia meninggalkan rumah, mendatangi tetangga untuk meminta uang tunai, serta meminta bantuan warga agar diantar menuju kawasan Pasar Sungai Apit.
Tingkah laku tersebut membuat warga curiga. Saksi bersama warga kemudian memeriksa rumah korban dan menemukan Farida dalam posisi telungkup di atas kasur di ruang televisi. Korban sudah tidak bernyawa.
Warga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Sungai Apit.
TERDUGA PELAKU DIAMANKAN
Sekitar pukul 07.30 WIB, polisi memperoleh informasi dari seorang sopir travel mengenai keberadaan WP di sekitar Jalan Hang Tuah, Kelurahan Sungai Apit. Petugas kemudian mengamankan WP untuk menjalani pemeriksaan.
ENAM JENIS BARANG BUKTI DIAMANKAN
Penyidik menyita sejumlah barang bukti, meliputi:
1. Satu pisau bergagang hijau dengan bercak darah.
2. Satu pisau lipat dengan bercak darah.
3. Satu tas ransel hitam.
4. Satu tas tangan bermerek Aidebam.
5. Satu gelang emas.
6. Sepasang anting emas.
Barang bukti tersebut diperiksa untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian dan keterkaitannya dengan kematian korban.
AUTOPSI DAN OBSERVASI KEJIWAAN
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan autopsi terhadap jenazah korban. Sejumlah barang bukti juga dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, WP dilaporkan menjalani observasi kejiwaan. Media Riau Pos juga melaporkan bahwa yang bersangkutan sedang menjalani rawat jalan terkait kondisi psikisnya. Informasi tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai kondisi kejiwaan maupun tanggung jawab pidananya.
PASAL YANG DISANGKAKAN DAN MOTIF
Dalam laporan media, WP disebut disangkakan melanggar Pasal 458 ayat (2) KUHP. Motif kejadian, hasil pemeriksaan forensik, serta perkembangan status hukum terduga pelaku masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi penyidik.
Kasus ini ditangani Polres Siak bersama Polsek Sungai Apit. Publik menanti pengungkapan perkara secara transparan, profesional, dan berdasarkan bukti.
@DivHumas_Polri
@PoldaRiau
@PolresSiak
@DivpropamPolri
@HumasPolri
@KejaksaanRI
@tvonenews
@kompastv
@metrotv
@detikcom
@tempodotco
@tribunnews
@PontianakInside
@MetaKhatulistiwa
#MetaKhatulistiwa #PontianakInside #SiakRiau #BeritaKriminal #BeritaTerkini
Kebakaran darma putra siantan Pontianak utara kalbar
kalbar
#Kebakaran #Damkar #Pontianak #Kalimantan #Kalbar
TIKET VIP KONSER SYAHRINI TEMBUS RP35 JUTA, PUBLIK PENASARAN!
JAKARTA — Harga tiket VIP konser Syahrini mencapai Rp35 juta dan menjadi sorotan warganet. Harga fantastis tersebut memicu rasa penasaran publik mengenai fasilitas dan pengalaman eksklusif yang ditawarkan kepada pemegang tiket.
Hingga informasi yang terlihat dalam pemberitaan ini, rincian lengkap fasilitas tiket VIP tersebut belum dapat dipastikan. Menurut kamu, harga Rp35 juta untuk sebuah tiket konser sepadan atau terlalu mahal?
@Syahrini
@detikcom
@detikpop
@tempodotco
@kompastv
@metrotv
@tvonenews
@tribunnews
@insertlive
@lambe_turah
@infia_fact
@folkative
@pembasmikehaluanreal
@PontianakInside
@MetaKhatulistiwa
#Syahrini #KonserSyahrini #TiketVIP #MetaKhatulistiwa #PontianakInside
Di duga alat pengiling untuk membuang jejak pembunuhan yang Ada di madiun. gak bisa bayangin pas giling kepala adek kecil😭 Astaghfirullah kok tegel tenan 😭😭
#jangkauanluas
#pembunuhanmadiun
#viral
#madiun
#ponorogo



