Feel the satisfaction in it
Ada yang beda dari suara hujan. Pas rintiknya mulai jatuh di atap, entah kenapa dunia ikut melambat. Jalanan yang tadi ramai jadi lebih sepi, orang-orang berteduh, dan semuanya seperti dipaksa berhenti sebentar.
Buat kepala yang lagi kacau, momen itu rasanya kayak pelukan yang nggak banyak tanya. Pikiran yang tadi muter-muter nggak karuan, pelan-pelan ikut tenang mengikuti ritme air yang turun. Suaranya monoton, tapi justru itu yang bikin nyaman. Nggak menuntut apa-apa, nggak minta kita jadi kuat, cuma menemani.
Hujan juga sering jadi alasan yang pas buat jujur sama perasaan sendiri. Duduk di dekat jendela, ditemani teh atau kopi hangat, kita jadi punya waktu buat mengurai hal-hal yang selama ini ditahan. Kalau pun mau menangis, hujan seperti ikut menyamarkannya.
Mungkin itu sebabnya banyak orang jatuh cinta sama hujan. Bukan karena ia selalu menyenangkan, tapi karena ia memberi ruang. Ruang untuk diam, untuk merenung, dan untuk melepas sedikit beban yang rasanya sudah kelamaan dipikul.
Jadi kalau besok hujan turun lagi dan pikiranmu lagi riuh, biarkan saja. Dengarkan pelan-pelan, tarik napas panjang, dan izinkan dirimu tenang sebentar. Seperti tanah yang basah lalu terasa segar lagi, hatimu juga bisa begitu.

































