Ismene. retweeted
She slipped into a vacant seat, greeting Professor Ismene with a warm smile as she entered.
"Good evening, Professor." she said, her eyes sparkling with anticipation.
xitter.gq/ProfsIsmene/status/199…
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
Pun tepat ketika lonceng tanda jam pertama berdentang, pintu kayu yang menjadi akses masuk perlahan menutup secara otomatis. Ismene yang berdiri di samping salah satu jendela melangkah dengan tengah ke ringan ke area sentra. “Selamat malam, adik-adik,” sapanya lembut.
ㅤ
Ismene. retweeted
Betapa beruntungnya Ia sebab memiliki kaki yang panjang. Dengan cepat, Ia sampai juga di kelas Arithmancy dan langsung memilih tempat duduk di samping pacarnya, Olivine. “Malam, Prof.” sapanya dengan senyum kecil.
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
Pun tepat ketika lonceng tanda jam pertama berdentang, pintu kayu yang menjadi akses masuk perlahan menutup secara otomatis. Ismene yang berdiri di samping salah satu jendela melangkah dengan tengah ke ringan ke area sentra. “Selamat malam, adik-adik,” sapanya lembut.
ㅤ
Ismene. retweeted
⠀⠀
Tak lama kemudian, terdengar suara wanita yang menyapa mereka. "Selamat malam, Professor" balasnya ramah seraya tersenyum melihat pengampunya.
⠀⠀
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
Pun tepat ketika lonceng tanda jam pertama berdentang, pintu kayu yang menjadi akses masuk perlahan menutup secara otomatis. Ismene yang berdiri di samping salah satu jendela melangkah dengan tengah ke ringan ke area sentra. “Selamat malam, adik-adik,” sapanya lembut.
ㅤ
Ismene. retweeted
ㅤ
"Selamat malam, Prof" jawab Gilardio dengan sopan. Atensinya kini terfokus ke Professor. Ia sangat menantikan proses belajar malam ini dengan semangat.
xitter.gq/i/status/1999079968744…
ㅤ
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
Pun tepat ketika lonceng tanda jam pertama berdentang, pintu kayu yang menjadi akses masuk perlahan menutup secara otomatis. Ismene yang berdiri di samping salah satu jendela melangkah dengan tengah ke ringan ke area sentra. “Selamat malam, adik-adik,” sapanya lembut.
ㅤ
Ismene. retweeted
Moments later, the soft steps of the professor approached from the front of the room. Kylus straightened immediately. “Good evening, Professor.” xitter.gq/i/status/1999079968744…
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
Pun tepat ketika lonceng tanda jam pertama berdentang, pintu kayu yang menjadi akses masuk perlahan menutup secara otomatis. Ismene yang berdiri di samping salah satu jendela melangkah dengan tengah ke ringan ke area sentra. “Selamat malam, adik-adik,” sapanya lembut.
ㅤ
Ismene. retweeted
Tak berselang lama, Profesor yang mengajar kelas Arithmancy, Profesor Ismene memasuki ruang kelas. Arabelle membenarkan posisi duduknya. "Selamat malam, Profesor.." balasnya dengan senyum terukir diwajahnya. xitter.gq/ProfsIsmene/status/199…
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
“Selamat malam, adik-adik,” sapa nona Atreides menuju ke area berperan sebagai panggung kecil. Ia tersenyum dengan lembut ketika manik memandangi para murid yang sudah mengambil tempat masing-masing. “Selamat datang di kelas Arithmancy.” Suaranya hangat dan menggema lembut.
ㅤ
Ismene. retweeted
“Selamat malam Professor!” Senyumnya mengembang ketika melihat Professor Ismene. Arah pandangnya mengikuti kemana pengajarnya berada.
xitter.gq/ProfsIsmene/status/199…
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
“Selamat malam, adik-adik,” sapa nona Atreides menuju ke area berperan sebagai panggung kecil. Ia tersenyum dengan lembut ketika manik memandangi para murid yang sudah mengambil tempat masing-masing. “Selamat datang di kelas Arithmancy.” Suaranya hangat dan menggema lembut.
ㅤ
Ismene. retweeted
Tak lama, Profesor Ismene memasuki kelas. Gugup yang semula dirasa oleh pemuda Dravenor itu pun perlahan menghilang digantikan dengan senyum kecil. “Malam, Profesor!” Sapanya dengan semangat.
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
“Selamat malam, adik-adik,” sapa nona Atreides menuju ke area berperan sebagai panggung kecil. Ia tersenyum dengan lembut ketika manik memandangi para murid yang sudah mengambil tempat masing-masing. “Selamat datang di kelas Arithmancy.” Suaranya hangat dan menggema lembut.
ㅤ
Ismene. retweeted
She slipped into a vacant seat, greeting Professor Ismene with a warm smile as she entered.
"Good evening, Professor." she said, her eyes sparkling with anticipation.
xitter.gq/ProfsIsmene/status/199…
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
“Selamat malam, adik-adik,” sapa nona Atreides menuju ke area berperan sebagai panggung kecil. Ia tersenyum dengan lembut ketika manik memandangi para murid yang sudah mengambil tempat masing-masing. “Selamat datang di kelas Arithmancy.” Suaranya hangat dan menggema lembut.
ㅤ
Ismene. retweeted
ㅤ
“Selamat malam, Profesor!” sapa Lucien begitu melihat sosok wanita itu berdiri di depan kelas, suaranya memecah kebingungan kecil yang masih tersisa barusan.
( xitter.gq/ProfsIsmene/status/199… )
ㅤ
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
“Selamat malam, adik-adik,” sapa nona Atreides menuju ke area berperan sebagai panggung kecil. Ia tersenyum dengan lembut ketika manik memandangi para murid yang sudah mengambil tempat masing-masing. “Selamat datang di kelas Arithmancy.” Suaranya hangat dan menggema lembut.
ㅤ
Ismene. retweeted
ㅤ
Professor memasuki ruang kelas tepat saat jam pelajaran dimulai. "Selamat malam, Prof" jawab Gilardio dengan senyuman khasnya yang bersemangat.
xitter.gq/ProfsIsmene/status/199…
ㅤ
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
“Selamat malam, adik-adik,” sapa nona Atreides menuju ke area berperan sebagai panggung kecil. Ia tersenyum dengan lembut ketika manik memandangi para murid yang sudah mengambil tempat masing-masing. “Selamat datang di kelas Arithmancy.” Suaranya hangat dan menggema lembut.
ㅤ
Ismene. retweeted
Tepat saat perhatian semua terpusat, Sang Professor pun tiba, menyapa hadirin dengan senyum hangat dan suara yang menenangkan. Ignatius segera membalas "Selamat malam, Professor," sapanya dengan nada yang tulus. "Semoga Anda membawa kabar terbaik setelah hari yang panjang ini?"
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
“Selamat malam, adik-adik,” sapa nona Atreides menuju ke area berperan sebagai panggung kecil. Ia tersenyum dengan lembut ketika manik memandangi para murid yang sudah mengambil tempat masing-masing. “Selamat datang di kelas Arithmancy.” Suaranya hangat dan menggema lembut.
ㅤ
Ismene. retweeted
⠀⠀
Usai menyelesaikan catatan serta merapihkan barang bawaan miliknya, si nona bergegas meninggalkan ruang kelas seraya pamit pada pengampunya, "Terima kasih untuk kelasnya di semester ini, Professor!" ucapnya ramah.
⠀⠀
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
Kini ia meletakkan presensi di meja. “Sampai jumpa term depan. Semangat untuk ujiannya, semoga hasil yang kalian dapatkan sesuai dengan yang kalian inginkan,” ucapnya melambaikan tangan. Pun anak tengah Atreides duduk di kursinya, menunggu para murid meninggalkan kelas.
ㅤ
Ismene. retweeted
“Selamat malam, Profesor.” ucapnya ketika Profesor Ismene memasuki ruang kelas. Kemudian dara itu menyiapkan peralatannya. xitter.gq/profsismene/status/199…
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
Rambutnya tergerai dan berkilau ketika terkena cahaya lilin. Senyum hangat menghias wajahnya. “Selamat malam, adik-adik,” ucapnya menyapa. Dalam pelukan tangannya terdapat beberapa lembar perkamen. Ia kemudian meletakkannya di atas meja pengajar. Ia menatap seluruh kelas.
ㅤ
Ismene. retweeted
Professor Ismene walked in shortly after.
"Good evening, Professor." Rena said, her voice filled with genuine warmth and respect.
xitter.gq/ProfsIsmene/status/199…
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
Rambutnya tergerai dan berkilau ketika terkena cahaya lilin. Senyum hangat menghias wajahnya. “Selamat malam, adik-adik,” ucapnya menyapa. Dalam pelukan tangannya terdapat beberapa lembar perkamen. Ia kemudian meletakkannya di atas meja pengajar. Ia menatap seluruh kelas.
ㅤ
Ismene. retweeted
ᅠ
Tak lama setelah gema bel berhenti, bisik obrolan yang mengudara di kelas mereda sejenak. Pengajar x.com/ProfsIsmene/status/199… sudah tiba, menyapa hangat murid-muridnya dengan senyum jelita. "Selamat malam, Prof!" Arayyan turut membalas dengan cengiran khasnya—bukan yang seperti kepalanya diisi kenakalan menyebalkan, lebih tepat disebut cengiran polos seorang anak.
ᅠ
Replying to @ProfsIsmene
ㅤ
Rambutnya tergerai dan berkilau ketika terkena cahaya lilin. Senyum hangat menghias wajahnya. “Selamat malam, adik-adik,” ucapnya menyapa. Dalam pelukan tangannya terdapat beberapa lembar perkamen. Ia kemudian meletakkannya di atas meja pengajar. Ia menatap seluruh kelas.
ㅤ
















