CalmSparksASMR retweeted
Jangan terlalu keras sama diri sendiri hanya karena belum sampai di tempat yg kita bayangkan
Jalani semampunya, usahakan semaksimalnya, dan tetap langitkan semua doa-doanya
🤍🤍🤍
CalmSparksASMR retweeted
I think that is not how they feed lion, since its very dangerous
CalmSparksASMR retweeted
Sesekali datanglah melihat sengketawaris. Kamu akan sadar, hubungan saudara yang dibangun puluhan tahun dan bisa retak hanya karena sebidang tanah peninggalan orang tua
Dulu aku benar-benar percaya bahwa kebaikan itu selalu berbalas. Aku pikir, selama aku memperlakukan orang dengan tulus dan baik, mereka pasti akan membalasnya dengan cara yg sama. Aku memberi tanpa banyak perhitungan, karena aku yakin hubungan antar manusia itu simetris, apa yg kamu tanam, itu yg akan kamu tuai.
Keyakinan itu terasa nyaman, seolah dunia ini adil dan orang-orang pada dasarnya akan menghargai niat baik. Tapi hidup perlahan mengajarkan hal yg berbeda. Orang tidak selalu membalas kebaikan, karena mereka punya cara berpikir, keyakinan, dan pilihan hidup mereka sendiri.
Mereka akan tetap menjadi diri mereka apa adanya, percaya apa yg mereka mau percaya, dan bertindak sesuai kehendak mereka, meski tindakan itu menyakitimu atau tidak sesuai dengan yg kamu harapkan.
Bukan berarti mereka selalu jahat, tapi memang tidak semua orang akan menyesuaikan diri hanya karena kamu sudah berbuat baik. Realitas ini sempat terasa mengecewakan, tapi lama-lama aku paham bahwa itu bukan soal adil atau tidak, melainkan soal manusia yg memang berbeda-beda.
Pada akhirnya, yg paling jelas berbicara adalah tindakan, bukan kata-kata. Janji, ucapan manis, atau alasan yg panjang sering kali tidak sekuat apa yang benar-benar mereka lakukan.
Dari situ aku belajar untuk lebih tenang dalam memberi, tanpa terlalu berharap balasan, dan lebih jeli melihat perbuatan daripada hanya mendengarkan ucapan. Bukan berarti aku berhenti berbuat baik, tapi aku jadi lebih bijak dalam menempatkan harapan dan energi.
CalmSparksASMR retweeted
Dulu aku benar-benar percaya bahwa kebaikan itu selalu berbalas. Aku pikir, selama aku memperlakukan orang dengan tulus dan baik, mereka pasti akan membalasnya dengan cara yg sama. Aku memberi tanpa banyak perhitungan, karena aku yakin hubungan antar manusia itu simetris, apa yg kamu tanam, itu yg akan kamu tuai.
Keyakinan itu terasa nyaman, seolah dunia ini adil dan orang-orang pada dasarnya akan menghargai niat baik. Tapi hidup perlahan mengajarkan hal yg berbeda. Orang tidak selalu membalas kebaikan, karena mereka punya cara berpikir, keyakinan, dan pilihan hidup mereka sendiri.
Mereka akan tetap menjadi diri mereka apa adanya, percaya apa yg mereka mau percaya, dan bertindak sesuai kehendak mereka, meski tindakan itu menyakitimu atau tidak sesuai dengan yg kamu harapkan.
Bukan berarti mereka selalu jahat, tapi memang tidak semua orang akan menyesuaikan diri hanya karena kamu sudah berbuat baik. Realitas ini sempat terasa mengecewakan, tapi lama-lama aku paham bahwa itu bukan soal adil atau tidak, melainkan soal manusia yg memang berbeda-beda.
Pada akhirnya, yg paling jelas berbicara adalah tindakan, bukan kata-kata. Janji, ucapan manis, atau alasan yg panjang sering kali tidak sekuat apa yang benar-benar mereka lakukan.
Dari situ aku belajar untuk lebih tenang dalam memberi, tanpa terlalu berharap balasan, dan lebih jeli melihat perbuatan daripada hanya mendengarkan ucapan. Bukan berarti aku berhenti berbuat baik, tapi aku jadi lebih bijak dalam menempatkan harapan dan energi.




































