Mas Bejo retweeted
Replying to @kompascom
asli dah, pemerintah pusat nih sibuk kali, anggaran pemprov, pemda tuh udh mengkis-mengkis loh. tuntutan banyak, anggaran miskin, apa gk gila mereka
Mas Bejo retweeted
Lagi2 Program berbasis klaim, yg menanggung masalahnya lagi2 rakyat.
Gagasan Presiden bisa jadi bagus, dalam angan2 bisa gerakan usaha UMKM genteng. Tapi karena implementasi buruk, laporan ke Presiden ABS hanya menunjukkan kuantitas, ya akhirnya kacau seperti program lainnya.
Baca selengkapnya: kompas.com/properti/read/202โฆ
Momen peluncuran 2,4 juta genteng di Majalengka, Jawa Barat diwarnai protes dari para sopir truk. Saat ditanya kesiapan berangkat oleh Menteri PKP Maruarar Sirait, mereka kompak menjawab dengan sorakan yang menandakan belum siap karena upah belum dibayarkan.
~MS #genteng #gentengisasi #Majalengka [20261108174531121]
Selamatkan kok tindakannya cuma koar koar jempol dan mulut saja pak. Actionnya apa yg kongkritnya. Selamatin tu turun ke bencana kebakaran ke bencana gempa ke bajir sana. Sok sok an modal jempol ma bacot doang aja sok soan pak pak.
Mas Bejo retweeted
Pemakzulan diatur UUD 1945 Pasal 7A-7B: usul DPR periksa MK, putus MPR.
Tidak bisa dipangkas karena berbelit.
DPD pun tak punya wewenang memakzulkan Wapres.
Kalau hari ini setuju tanpa mekanisme, besok siapa pun bisa dimakzulkan seenaknya.
Itu bukan demokrasi.
Paham ya !
Ini sadis tapi keren ๐
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung mendorong percepatan proses pemakzulan Gibran tidak perlu melalui mekanisme yang berbelit-belit atau Hak Angket.
Hal ini disampaikan Pada 8 November 2026 saat menghadiri aksi yang digelar di lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, hari ini.
Menurut Tamsil, keberadaan Gibran di tampuk kepemimpinan nasional tidak sah secara etika maupun hukum ketatanegaraan. Ia bahkan menyebut putra sulung Jokowi itu sejak awal sebenarnya tidak pernah memenuhi syarat untuk menduduki kursi wakil presiden, dan juga akan memberatkan posisi presiden kalau dia terus-menerus didampingi oleh wakil yang sudah tidak memenuhi syarat.
Dia menegaskan bahwa aspirasi ini akan segera diteruskan ke lembaganya. "ini saya akan teruskan ke teman-teman di DPD.
Mantap, kita akan segera punya wapres baru.
@DedynurPalakka ๐
Mas Bejo retweeted
Ketika ada bencana banjir, anak anak keracunan makanan, korupsi di kejaksaan, karhutla, sampai Presiden dihina, dicaci maki & dibunuh karakternya setiap hari di media sosial, ANYEP tokoh tokoh tua ini.
Giliran ada trigger kasus "Penyadapan", karena [mungkin] melihat potensi nanti resapel, caper bikin aksi bela bela.
Mblegedezzzz....๐๐
Ya maaf aja bang. Ndak bisa sesederhana begitu. Lembaga penerbit sekalas UGM aja gak dipercaya sama mereka yg nuduh. Apapun hasilnya pembeci tetap pembenci ngga mudah berubah.
Kalau akalnya sehat, kan mudah saja, itu ijazah yg di tunjukin tinggal uji bersama saja keabsahan, kalau terbukti asli kan hancur lebur roy suryo cs. Lalu kenapa takut ijazahnya di uji kembali keasliannya?
Ketika Air Mata Mengalahkan Akal Sehat
nasional.kompas.com/read/202โฆ
Mas Bejo retweeted
Terlepas dari benar atau tidaknya tuduhan soal ijazah Pak Jokowi, ada satu fenomena yang menurut saya menarik untuk diperhatikan.
Hampir empat tahun sejak isu ini muncul pada 2022, kita masih melihat polemik yang seolah belum juga menemukan titik akhir.
Saya tidak bermaksud membela siapa pun. Saya hanya ingin berbagi pengalaman pribadi saat berkunjung ke Solo.
Beberapa waktu lalu, salah satu anggota tim saya mengajak berkunjung ke rumah Pak Jokowi.
Rumah yang oleh sebagian orang dijuluki โTembok Ratapan Soloโ itu berada di Jalan Kutai Utara No. 1.
Saya datang pada Sabtu siang. Pemandangan yang saya lihat cukup menarik. Rumahnya asri, banyak orang berdatangan, kendaraan memenuhi area parkir, bahkan ada pedagang yang menjual aksesori bergambar Pak Jokowi.
Sayangnya, saya sendiri belum berkesempatan bertemu beliau. Berbeda dengan rekan saya yang sebelumnya sudah pernah berfoto bersama, berjalan bersama, bahkan sempat berbincang sebentar.
Saat ikut menunggu, saya sempat ngobrol dengan salah satu pengunjung dari Purbalingga. Ternyata beliau sudah datang sejak sehari sebelumnya dan berencana menginap demi mendapat kesempatan bertemu Pak Jokowi.
Yang menarik, pengunjung yang saya temui bukan cuma berasal dari wilayah Solo Raya. Ada juga yang datang dari berbagai daerah, dengan latar belakang dan usia yang beragam.
Lalu saya berpikir, apakah mereka semua datang karena dipaksa? Rasanya tidak.
Mereka datang atas kemauan sendiri. Ada yang sekadar ingin melihat, bersalaman, berfoto, atau mungkin menyampaikan rasa terima kasih.
Sekarang, ketika isu ini kembali ramai dibicarakan, saya justru teringat suasana di rumah tersebut. Bahkan penanda lokasi di Google Maps pun sempat ikut menjadi bagian dari cerita yang ramai diperbincangkan.
Saya tidak tahu bagaimana akhir dari polemik ini. Biarlah proses hukum dan fakta yang menjawab semuanya.
Namun, ada satu hal yang saya lihat sendiri: masih banyak orang yang ingin bertemu Pak Jokowi.
Mungkin bagi sebagian orang, beliau bukan sekadar mantan presiden, tetapi juga sosok yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.
Entah mengapa, melihat situasi sekarang, terkadang muncul rasa rindu dengan suasana Indonesia beberapa tahun lalu.
Sekali lagi, ini hanya pengalaman dan opini pribadi. Tidak harus semua orang sepakat dengan saya. Bagaimana menurut kalian?
Atur aja. Mau dibilang terbaik juga dah meninggal dan ga ngaruh sama hidupmu. Mo dibilang gibran terburuk juga tetep jadi wapres. Pusingin amat. Pikirin cicilan aja lebih baik. RT aja bukan sok sok ngurus negara
Replying to @grok @unmagnetism
Secara tidak langsung Grok "pengen" bilang yang terbaik Moh. Hatta & yang terburuk Gibran dalam kalimat itu๐คญ
Mas Bejo retweeted
Kagem...
Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari
KH Wahid Hasyim
KH Abdurrahman Wahid
Al Fatihah
Tebu Ireng Jombang 3 Agustus 1899
Berdiri sebelum Indonesia Merdeka
@nahdlatululama
#HariPahlawan #PahlawanNasional
Loh loh ..
Kok di era Prabowo .
Muncul lagi ini media kuning
OBOR RAKYAT.
Wah wah ..
sudah siap lagi nih seperti
dulu
Paham kan siapa targetnya ๐
Pasti JKW d keluarga nya
Isu PKI d anti Islam
Apa mau di pakai lagi nih
Hai Nanik deyang
d
Syahganda N
Gimana2. ๐
Mas Bejo retweeted
Guru Besar itu gelar akademik, bukan gelar politik. Ciri akademisi skeptis, kritis. Tdk begitu saja percaya klaim.
Mestinya @bang_dasco minta audit LIMS Polri . Cek log LIMS, cek juga log di Operator Telko.
Mana tahu juga dipakai nyadap di Pilpres 2024 terhadap Paslon dan tim.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Komisi III DPR untuk mengawal serta memantau secara berkala perkembangan kasus dugaan penyadapan ilegal yang melibatkan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dkk.
Dasco menegaskan bahwa DPR menyerahkan sepenuhnya penyidikan skandal penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh tersebut kepada jajaran kepolisian.
Simak berita selengkapnya di BeritaSatu.com, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!
#BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #SufmiDasco #DPR #KomisiIII #ListyoSigitPrabowo #Penyadapan #Ilegal #PrabowoSubianto #Polri #Presisi #Hukum #Politik #Viral #PenyadapanPresiden
Mas Bejo retweeted
Kasus sadap itu kasus hukum, sudah ditangani Bareskrim.
Jgn diubah jadi dongeng makar Geng SOP.
Menuduh tanpa bukti itu yg justru merongrong Presiden.
Kalau cinta Prabowo, dukung proses hukum,bkn bikin narasi memecah Solo-Hambalang & menuduh Jokowi tanpa bukti.
Sakit loe Du !
Detik-Detik Penentuan Ronde Terakhir Solo vs Hambalang.
Oleh : Muhammad Said Didu.
*Saya tegas menyatakan bahwa penyadapan yang dilakukan oleh mantan Kapolri kepada Presiden @prabowo adalah langkah menuju makar oleh Geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok).*
Seperti perkiraan saya bhw bulan Oktober 2026 adalah ronde terakhir Hambalang vs Solo dan akan terjadi *To Kill or To Be Killed.*
Geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok) menyiapkan pukulan Uppercut di awal November yg operasi lapangannya dipimpin oleh mantan Kapolri LSP bersama faksi Solo di dalam Kabinet Prabowo.
Bersyukur bahwa Presiden Prabowo berhentikan Kapolri LSP tgl 1 Oktober 2026.
Langkah-langkah yang telah dilakukan antara lain :
1) penyadapan kepada Presiden, pejabat, pimpinan parpol dll yang berseberangan dg geng SOP.
2) operasi meronrong kepercayaa rakyat kepada Prabowo, seperti : kelangkaan BBM, sabotase MBG, ganggu pasar modal, pemadaman listrik PLN, dll. Ini dilakukan kerjasama antara Parcok (LSP) dan Menteri loyalis Jokowi.
3) penggalangan massa oleh LSP untuk menguasai Serikat Pekerja dan mempersiapkan organisasi mantan narapidana teroris (napiter).
Jaringan makar SOP terhadap Presiden @prabowo masih terdapat di dalam Kabinet Prabowo.
Langkah yang ditunggu agar Presiden @prabowo bisa memenangkan ronde terakhir :
1) pecat semua pejabat loyalis Jokowi
2) tutup jalur logistik geng SOP : judi online, narkoba, cuci uang, tambang ilegal dll.
Mas Bejo retweeted
Kalian yg pro Tifa & Roy kl ortu kalian dihina difitnah tersinggung ga? Sbg seorg anak itu menyakitkan, kalau kalian ga sakit hati ga tersinggung jadikan aja Tifa & Roy sbg ortu kalian ya, tetap semangat katakan termal termul ya, insha allah masuk surga
Mas Bejo retweeted
Jansen ini berpoliticking dibanding analisa hukum.
Puslabfor Polri itu lembaga resmi negara. Apa jansen juga percaya hasil ujinya tdk sahih?
Lagipula yg mau diuji apa sih? Jokowi lulusan S1 UGM kan? Jansen sdh yakini, UGM sdh tegaskan, koq masih dipercayai fitnah ijazah palsu?
1) Berarti Lae memang tidak tahu posisiku sejak awal soal Ijazah pak @jokowi ini. Sejak dulu aku sudah mengatakan, aku meyakini pak Jokowi ini lulusan UGM. Beritanya juga sudah dimuat media dimana-mana. Karena dalam sebuah pesta bertahun-tahun lalu aku jumpa Ketua Senat Fakultas Kehutanan UGM tahun 80-an dan menanyakan ke beliau soal kuliah pak pak Jokowi ini. Yang kemudian percakapan itu aku twitt.
Dibawah ini twitku yg kemudian banyak dikutip media jadi berita. Nanti beberapa beritanya juga aku tampilkan linknya dibawah. Biar lengkap.
xitter.gq/jansen_jsp/status/1911โฆ
2. Soal tulisanku terkait โequality of armsโ, atau kesetaraan pembuktian, itu soal hukum acara yg harus kita tegakkan bersama, entah dimanapun posisi politik kita. Karena suatu waktu nanti, jangan2 gantian kita yg akan butuh itu.
Toh JPU dan pak Jokowi sendiri yakin Ijazah itu asli, biar saja diuji sekali lagi sesuai permintaan PH. Biar sekalian membungkam terdakwa dan publik yg meragukan juga kan. Sekaligus agar Hakim semakin yakin.
Ini juga bagus utk pak Jokowi kan, agar pasca pengadilan ini selesai, beliau keluar dgn kehormatan yang sempurna dan tidak ada lagi yg mempersoalkan dan mempertanyakan.
Itu jawabanku ya Lae. Horas. Sehat terus ya.
โ JS





































