
#MUFC 🇮🇩 | News, discussion, analysis | Buy me a coffee ☕️👇
Indonesia
Joined August 2016
- Tweets13.9K
- Following117
- Followers3K
- Likes9.4K
FA Cup sudah ditangan kita saat surat ini keluar ❤️
Menjelang final FA Cup melawan City pada 2024, Bruno Fernandes menulis surat untuk para fans melalui The Players’ Tribune.
Di sana, Bruno bercerita tentang mimpinya menjadi pemain sepakbola sejak kecil, perjalanan pribadinya saat pindah ke United, cinta dan komitmennya kepada klub, hingga tanggung jawab serta pengakuannya atas musim yang sulit saat itu.
It was such a beautiful letter 🥹
Berikut kutipan dari surat Bruno yang mengajak para fans untuk mendukung United sekali lagi:
“Kepada para fans kami di seluruh dunia, saya ingin menyampaikan beberapa kata dari hati sebelum final FA Cup ini. Saya tahu musim ini bukanlah musim yang mudah bagi kalian. Kami belum tampil sesuai dengan standar yang pantas kalian dapatkan.
“Saya tahu ini tidak mudah. Saya tahu ini belum sesuai dengan standar kami. Tapi kami sedang dalam perjalanan menuju Wembley, dan kami membutuhkan kalian bersama kami.
“Sebagai kapten, saya hanya berusaha menjadi Bruno, bukan menjadi legenda lain atau pribadi lain, melainkan menjadi diri saya sendiri. Bruno yang sama, baik di dalam maupun di luar lapangan. Dan bagi saya, kejujuran adalah segalanya. Kalian, para fans, berhak mendapatkan kejujuran, setelah semua dukungan luar biasa yang telah kalian berikan.
“Kami ingin berada di final-final seperti ini. Itulah standar kami. Itulah yang saya inginkan. Dan itulah yang pantas kalian dapatkan.
“Dukung kami sekali lagi.” ❤️
🌹 Bruno Fernandes
🚨🎙️ Evra dan Park Ji-sung ditanya apakah #MUFC bisa menjuarai Premier League jika versi prime mereka main di tim yg sekarang:
Evra: "NO, we gonna be SHIT." 🤣🤣🤣
Park Ji-sung: "Saat itu bukan cuma kami, ada pemain lain, manager, semuanya di klub, kami bekerja bersama dan saling melengkapi, kami mempercayai satu sama lain, jadi situasinya berbeda, jadi kalau hanya kami berdua itu tidak akan cukup."
Evra: "Pada saat itu semua orang punya mentalitas untuk menang. Mentalitas seperti itulah yg harus kembali, dan itulah yang sekarang sedang hilang."
[Pendekar Media YT]
Dengerin deh cerita dari Evra di sini. Ini adalah salah satu contoh bentuk CULTURE yang gw maksud.
Apakah mentality kayak gini masih ada sampai sekarang? I don't think so.
Dengerin deh cerita dari Evra di sini. Ini adalah salah satu contoh bentuk CULTURE yang gw maksud.
Apakah mentality kayak gini masih ada sampai sekarang? I don't think so.
🚨 NEW:
Update dari @David_Ornstein soal Carrick:
- #MUFC TIDAK menganggap Michael Carrick sebagai masalah terbesar di klub saat ini.
- Petinggi klub melihat respons positif dari para pemain saat sesi latihan setelah mereka mendapat cemoohan ketika meninggalkan lapangan dalam pertandingan melawan Bournemouth. Skuad menyadari bahwa mereka harus menyelesaikan masalahnya sendiri, alih-alih terus BERLINDUNG di balik sosok manager.
- Pada dasarnya, Carrick memiliki kesempatan dalam tiga pertandingan untuk memperbaiki situasi. Pertandingan pertama melawan Chelsea sudah gagal dimanfaatkan. Hasil buruk lebih lanjut saat menghadapi Roma dan/atau Aston Villa bisa memicu pergantian manager pada saat jeda internasional (November merupakan salah satu periode yang umum digunakan klub untuk melakukan pergantian manager).
- Uang TIDAK AKAN MENJADI MASALAH jika mereka merasa perlu dan ingin melakukan pergantian manager.
- Tekanan tidak hanya tertuju kepada Carrick, tetapi juga kepada jajaran petinggi klub (Omar Berrada, Jason Wilcox, dan Sir Jim Ratcliffe). Berrada dan Wilcox turut berperan dalam penunjukan Carrick setelah pergantian manager sebelumnya. Klub tidak mempertahankan Carrick semata-mata karena alasan finansial.
[@David_Ornstein, @NBCSportsSoccer]
🚨🗣️ Ole Gunnar Solskjaer soal pembicaraan antara dirinya dan #MUFC setelah Ruben Amorim dipecat:
"Saat berbicara dengan United, saya juga memberikan pujian kepada Michael Carrick.
"Saya mengatakan, 'Jika kalian memilihnya, kalian akan mendapatkan sosok yang BAIK.' Saya rasa dia juga mengatakan hal yang sama tentang saya.
"Saya merasa masih ada urusan yang BELUM SELESAI. Tentu akan SANGAT MENYENANGKAN jika saya kembali mendapatkan kesempatan."
[@tv2sport]
Gw mau bahas soal Amad, karena menurut gw case Amad ini lumayan lucu.
Setiap kali Amad absen, entah kenapa kita selalu merasa "kehilangan" dia. Which is nggak salah juga, karena kita kehilangan energi dia, pressingnya, kontribusi defensifnya, dan dribblingnya.
Tapi setiap kali dia main, kita selalu kesel sama decision making dia di final third. Belum lagi kalau ngomongin finishingnya...
0 goal di tahun 2026 is no joke you know... 😅
Yes, itulah pentingnya punya CULTURE yang kuat di dalam sebuah klub.
Trust me. Tielemans, Santos, dan Baleba itu sama sekali bukan pemain jelek. Jauh dari kata "jelek" malah.
Tapi apa yang terjadi kalau ada pemain baru yang masuk ke suatu klub yang CULTURE-nya lagi "rusak"? Coba tebak.
[1/6]
Replying to @UTDEve
Emang kayaknya aura tim ini rusak banget, sebenernya ya pemain yg masuk pun ngga segitu buruknyaa, cuman karena aura tim lama udah begitu rusak dan busuk, jadi keliatan ikut rusak.. bener bener harus rombak total ini yaa
Pada akhirnya, pemain bola itu juga manusia. Dan manusia adalah makhluk sosial.
Manusia cenderung menyesuaikan perilakunya dengan apa yang dilakukan orang-orang di sekitarnya.
Pemain baru yang pertama kali datang ke tempat latihan itu nggak peduli sama tulisan-tulisan visi misi atau motivasi yang biasanya ada di tembok.
Tapi mereka justru mengamati orang-orang di sekelilingnya.
[5/6]
Mereka liat seberapa KERAS pemain lainnya latihan.
Seberapa AMBISIUS orang-orang yang ada di sana?
Gimana reaksi pemain lainnya kalau lagi menang? Gimana reaksi mereka kalau lagi kalah?
Tindakan apa yang ditoleransi dan mana yang nggak?
Lalu, cepat atau lambat, pemain baru tersebut bakal beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya.
Itulah kenapa ngebangun CULTURE itu bukan cuma tugas pelatih, tapi harus dilakukan secara KOLEKTIF, dari atas sampai bawah, dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil.
[6/6]
I mean, game lawan Chelsea kemarin itu harusnya jadi "titik balik" yang paling ideal kalau mereka memang niat.
Tapi kan ternyata enggak.
Sekarang lawannya Roma, yang lagi unbeaten dalam 10 pertandingan liga terakhir. Secara klasemen juga di atas Como, yang ngobok-ngobok MU di UCL terakhir.
Hari Rabu besok kita bakal melihat tim dengan tingkat kepercayaan diri yang lagi tinggi-tingginya, ngelawan tim dengan tingkat kepercayaan diri yang lagi ada di titik terendah.
So realistically, jawabannya adalah tidak.
Muncul di timeline gw gimana dulu fans Lyon pernah meluapkan kekecewaan mereka ke para pemain setelah dibantai PSG 4-1.
Waktu itu mereka lagi ada di dasar klasemen setelah performa mereka di awal musim yg jelek banget. Mirip kayak situasi MU sekarang.
Kutipan speech yang benar-benar ngena:
"Kami ingin menyanyikan nama kalian dengan penuh rasa hormat dan cinta, karena kami tau bagaimana cara menunjukkan rasa cinta kepada kalian.
"Namun, kami juga berharap kalian MENGHORMATI jersey yang kalian kenakan. Berjuanglah di atas lapangan, dan jika memang harus kalah, setidaknya kalah dengan KEPALA TEGAK."














