pernah nggak sih kamu suka sesuatu, tapi pasanganmu justru nggak terlalu tertarik? misalnya kamu suka baca buku, dia lebih suka olahraga. kamu suka menghabiskan waktu di rumah, dia lebih senang pergi keluar. atau kalian punya selera musik yang benar-benar berbeda.
sebenarnya itu nggak masalah sama sekali. justru lucu juga kalau dua orang yang punya banyak perbedaan bisa saling mengenal hal-hal baru dari satu sama lain.
kita nggak harus menyukai semua hal yang disukai pasangan. sesekali boleh ikut menemani dia melakukan sesuatu, dan dia juga bisa melakukan hal yang sama untuk kita. tapi bukan berarti semuanya harus dipaksakan.
karena cocok itu nggak selalu berarti harus sama dalam segala hal. kadang yang paling penting adalah bagaimana kita menghargai kesukaan masing-masing tanpa merasa harus mengubah satu sama lain.
kadang dalam hubungan kita terbiasa jadi orang yang selalu mengerti. kalau ada masalah, kita yang duluan ngajak ngobrol. kalau lagi ada kesalahpahaman, kita yang berusaha memperbaiki. bahkan ketika sebenarnya kita juga lagi capek, kita tetap berusaha terlihat baik-baik saja.
tapi sesekali kita juga pengin dimengerti, kan? pengin ada yang sadar kalau kita lagi nggak baik-baik saja tanpa harus selalu menjelaskan semuanya. pengin juga sesekali ditenangkan, bukan terus-terusan jadi orang yang menenangkan.
hubungan itu kan dijalani berdua. jadi nggak harus selalu satu orang yang paling kuat, paling sabar, atau paling banyak mengalah. kamu juga boleh kok punya hari ketika kamu nggak punya tenaga untuk memahami semuanya.
kalau masih pacaran, mungkin kita lebih sering membicarakan hal-hal sederhana. mau makan apa, akhir pekan pergi ke mana, atau nanti liburan ke mana. tapi pernah nggak sih kita ngobrol tentang hal yang lebih jauh?
misalnya setelah menikah ingin tinggal di mana, bagaimana mengatur keuangan, apakah sama-sama ingin punya anak, bagaimana membagi tanggung jawab rumah tangga, sampai bagaimana hubungan dengan keluarga masing-masing.
hal-hal seperti ini mungkin terdengar terlalu serius kalau baru dibicarakan. tapi justru menurutku penting untuk tahu cara seseorang memandang masa depannya.
karena menikah bukan cuma soal dua orang yang saling suka. nanti ada banyak keputusan yang harus diambil bersama. dan akan lebih mudah kalau dari awal kita sudah tahu apakah arah yang ingin dituju memang sejalan atau ternyata berbeda jauh.
kadang dalam hubungan kita terbiasa jadi orang yang selalu mengerti. kalau ada masalah, kita yang duluan ngajak ngobrol. kalau lagi ada kesalahpahaman, kita yang berusaha memperbaiki. bahkan ketika sebenarnya kita juga lagi capek, kita tetap berusaha terlihat baik-baik saja.
tapi sesekali kita juga pengin dimengerti, kan? pengin ada yang sadar kalau kita lagi nggak baik-baik saja tanpa harus selalu menjelaskan semuanya. pengin juga sesekali ditenangkan, bukan terus-terusan jadi orang yang menenangkan.
hubungan itu kan dijalani berdua. jadi nggak harus selalu satu orang yang paling kuat, paling sabar, atau paling banyak mengalah. kamu juga boleh kok punya hari ketika kamu nggak punya tenaga untuk memahami semuanya.
TROLL VIDEO retweeted
He balanced the giant stone perfectly – the whole crowd was left speechless! 😳🪨
TROLL VIDEO retweeted
KALIAN PERNAH GA?
KELUAR RUMAH SENDIRIAN, BELI MAKAN SAMA MINUM, NYARI TEMPAT SEPI, TERUS DUDUK SEBENTAR, ABIS ITU PULANG!??
kadang dalam hubungan kita terbiasa jadi orang yang selalu mengerti. kalau ada masalah, kita yang duluan ngajak ngobrol. kalau lagi ada kesalahpahaman, kita yang berusaha memperbaiki. bahkan ketika sebenarnya kita juga lagi capek, kita tetap berusaha terlihat baik-baik saja.
tapi sesekali kita juga pengin dimengerti, kan? pengin ada yang sadar kalau kita lagi nggak baik-baik saja tanpa harus selalu menjelaskan semuanya. pengin juga sesekali ditenangkan, bukan terus-terusan jadi orang yang menenangkan.
hubungan itu kan dijalani berdua. jadi nggak harus selalu satu orang yang paling kuat, paling sabar, atau paling banyak mengalah. kamu juga boleh kok punya hari ketika kamu nggak punya tenaga untuk memahami semuanya.
Kadang yang bikin kita capek bukan hidupnya, tapi kebiasaan membandingkan hidup sendiri dengan highlight kehidupan orang lain.
Orang lain beli rumah, kita ikut gelisah.
Orang lain liburan, kita merasa tertinggal.
Orang lain sukses, kita merasa gagal.
Padahal timeline orang beda-beda. Santai, hidup bukan kompetisi massal.






























