Kaelan. retweeted
ᅠ
PRESENCE
s.id/COMC-PRESENCE
Deadline: 22.30 UTC+7
ᅠ
Kaelan. retweeted
ᅠ
Alexius tersenyum mendengar berbagai respons dari para murid. “Kalau ingin memelihara, harus betul-betul dijaga dengan baik.” Ia melirik jam di tangannya dan menyadari waktu kelas telah berakhir. “Alright, waktu kita sudah sampai di sini. Minggu depan saya akan tunjukkan bagaimana mengeluarkan barang dari kantong Niffler.”
“Terima kasih atas kehadirannya, mohon maaf atas sedikit kegaduhan tadi. See you next time!”
ᅠ
Kaelan. retweeted
ᅠ
“Alright, kita lanjutkan sebentar.” Tongkat magis Alexius kembali terayun, menampilkan beberapa catatan mengenai sejarah Niffler.
“Newt Scamander memiliki Niffler bernama Teddy. Pada 1926, Teddy dua kali melarikan diri dari koper Newt saat berada di New York dan berusaha mengambil berbagai benda berharga dari Steen National Bank serta sebuah toko perhiasan. Teddy juga pernah menyelinap keluar dari koper Newt saat rapat umum Gellert Grindelwald dan mengambil Blood Pact.”
ᅠ

ALT Sejarah dan Peristiwa • 1920-an ◦ Newt Scamander memiliki Niffler bernama Teddy. Pada 1926, Teddy dua kali melarikan diri dari koper ajaib Newt saat berada di New York dan berusaha mengambil berbagai benda berharga dari Steen National Bank serta sebuah toko perhiasan. Pada 1927, Teddy memiliki empat anak, masing-masing dengan warna berbeda. Teddy juga pernah menyelinap keluar dari koper Newt saat rapat umum Gellert Grindelwald dan mengambil Blood Pact.
Kaelan. retweeted
ᅠ
Suara langkah kaki yang semakin mendekat akhirnya memperlihatkan sosok pria setinggi enam kaki yang berjalan menuju meja pengajar.
Dengan senyum ramah, Alexius menyapa seluruh kelas, “Halo, selamat malam, semuanya. Selamat datang di kelas CoMC. Bagi yang belum mengenal, saya Alexius Harlow, pengajar kalian.” Sang pria kemudian meletakkan kopernya di atas meja sebelum kembali menghadap para murid. “How’s O.W.L?”
ᅠ
Kaelan. retweeted
⠀
"Sudah deh, selesai sesi pembelajaran kita malam ini. Semoga adik-adik pada suka dengan pembahasannya. Sudah boleh berkemas dan melanjutkan aktivitas. Kita bertemu lagi minggu depan ya. Bye-bye!" Aku mengakhiri dialog lalu melambai pelan.
⠀
Kaelan. retweeted
⠀
"Chakra ituu, titik-titik energi pada tubuh yang membantu mengatur aliran energi kita. Sama seperti fisik yang punya sistem saraf, energi kita punya sistem chakra yang menghubungkan pikiran, emosi, dan jiwa," sambungku.
⠀
Kaelan. retweeted
⠀
"Itu 'kan tentang kepercayaan dan kebudayaan masa lalu, kalau berbicara tentang aura, aura manusia terdiri dari beberapa lapisan energi yang masing-masing berkaitan dengan tubuh fisik, emosi, pikiran, dan spiritual. Selain itu, aura juga berhubungan dengan Chakra."
⠀
Kaelan. retweeted
⠀
"Meskipun demikian, aura tetap punya representasi visual yang berhubungan dengan kebudayaan. Contohnya ini, nih. Teman-teman siapa yang bisa jawab, biasanya lingkaran cahaya ini disebut sebagai apa?" tanyaku selagi memperlihatkan sebuah lukisan.
| s.id/DIV-ICQNA
⠀
Kaelan. retweeted
⠀
"Masalahnya aura memang bisa diuji, tetapi gak bisa dipaksa muncul dalam situasi pengujian. Karena dianggap sulit dibuktikan secara ilmiah, konsep ini lambat laun terlupakan terutama di beberapa tempat."
⠀
Kaelan. retweeted
⠀
"Benar banget, Axelius, Lucille, Chrysander!" Jempolku mengacung. "Jawabannya Aura. Ingat-ingat bahwa aura memantulkan kondisi seseorang, jadi sifatnya bisa berubah-ubah tergantung pada apa yang sedang kamu rasakan atau alami.
Oh iya, teman-teman tahu enggak, sebenarnya konsep ini pernah diperdebatkan. Alasannya karena tidak semua orang bisa 'melihat' aura."
⠀
Kaelan. retweeted
⠀
"Contoh lainnya, mirip seperti ketika kamu merasakan ada yang sedang ngelihatin kamu dari jauh padahal kamu belum menoleh," timpalku lagi selagi melirik ke arah sang gagak. "Ini semua ada penjelasannya, lho! Seringnya dijelaskan sebagai fenomena dimana tubuh kita sedang menangkap energi."
⠀
Kaelan. retweeted
⠀
Ketika lonceng kastil berbunyi, Sir Haversnib beranjak dari tempatnya. Sayapnya mengepak kalut. Ia terbang rendah, menukik, menyisakan bulu biru pualam yang terombang-ambing di udata.
Sir Haversnib nyaris menabrak lantai saat ia memekik "Kwak!" tepat di wajah Hue yang berada di ambang pintu. Sang gagak mengepak-ngepak gusar, hampir seperti kedipan kelopak mata yang berlalu terlalu cepat.
⠀
Kaelan. retweeted
ㅤ
"Tak hanya pada manusia, mantra ini juga berlaku untuk benda," tambahnya lalu melangkah mendekati deretan meja.
"Kebetulan tadi sudah saya praktikkan di awal, meski mungkin tak terdengar. Sekarang, apa ada yang tau pelafalan Sonorus yang benar?"
🖇️ s.id/CLS1E-QNA
ㅤ
Kaelan. retweeted
ㅤ
"Welcome for newizzies. Perkamen tadi … think of it as a welcome snack, hehe." suaranya menggema sembari menunjuk perkamen yang tersedia sebelumnya.
"To make sure you've read it, ada yang bisa sebutkan empat poin spellcasting?"
(Only for newizzy)
ㅤ
xitter.gq/lunefleuir/status/2104…
Replying to @lunefleuir
Kaelan. retweeted
ㅤ
"Hmm, thank you for the answers." Ia menggaruk kepala pelan, sebenarnya jawabannya tak begitu terdengar di telinganya.
"Ah, maybe we should just get started with today's lesson, karena mantra hari ini akan membantu kita belajar di ruang sebesar ini,"
ㅤ
Kaelan. retweeted
ㅤ
"...." bibirnya bergerak, seolah menebar sapaan hangat. Namun, para murid di depannya hanya saling berpandang, bingung pada suara yang tak kunjung sampai.
Tersadar, ia mengangkat tongkat ke tengkuk, sembari merapalkan mantra singkat. "Ah- maaf, selamat malam semuanya!"
ㅤ
Kaelan. retweeted
ㅤ
Obor menari lembut, menumpahkan cahaya keemasan hangat di Great Hall malam itu. Beberapa murid terlihat telah mengambil tempat di bangku panjang, meski tak seramai biasanya. Sang dara Yutenji pun melangkah ke hadapan panggung, mengukir seulas senyum manis di bibirnya.
ㅤ












