Borjong retweeted
Hokky Caraka vs Everybody 😅
Eks Garuda Select, pemain Timnas 🇮🇩, pernah ngerasain kerasnya tarkam.
Mentalitas bukan kaleng-kaleng! 💪
Borjong retweeted
🚨Angle kamera lebih dekat saat Justin Hubner mendorong pemain Thailand saat juara. 🤣😂
Tengil banget woy 🫵🏼🤣
Borjong retweeted
KETAWA GILANYA MIRIP KARYAWAN BIASA ABIS KENA PHK
Purbaya ditanya setelah ini mau ngapain pak ?
MAU MANCING DIBELAKANG RUMAH
SAMBIL NGELAMUN KENAPA DIPECAT
The Real Kagak bisa di setir nih koboy 👏
Borjong retweeted
Dapat lagi nih Prompt buat bikin ilustrasi wajah yang cukup detil dan epic.
Kali ini pake GEMINI.
Pertandingan dengan sistem Golden Goal terakhir di Indonesia adalah pada Final Bank Mandiri 2002 Petro Kimia Putra Gresik vs Persita Tangerang.
Pertandingan bersejarah tersebut berlangsung pada 7 Juli 2002 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Pertandingan sempat berakhir dengan skor imbang 1-1 di waktu normal 90 menit.
Persita unggul lebih dulu lewat Ilham Jaya Kesuma sebelum disamakan oleh Samuel Celbi dari Petrokimia.
Begitu memasuki babak tambahan (extra time), Yao Eloii langsung mencetak gol di menit pertama (menit ke-91).
Berdasarkan aturan golden goal, wasit langsung meniup peluit panjang untuk menghentikan laga dan Petrokimia Putra resmi keluar sebagai juara Liga Indonesia 2002.
Setelah musim kompetisi tersebut, PSSI dan Liga Indonesia perlahan meninggalkan format ini sejalan dengan arahan FIFA sebelum akhirnya dihapus total secara global pada tahun 2004.
Pernahkah kamu membayangkan apa jadinya kalau nonton bola tanpa adanya tambahan waktu?
Tanpa injury time atau extra time, pertandingan sepak bola akan berhenti kaku pas di menit ke-90, mau situasinya sedang genting-gentingnya atau tidak!
Nah, usut punya usut, aturan penyelamat ini tercipta gara-gara ulah licik seorang kiper di abad ke-19.
Ceritanya bermula di tahun 1891. Sepak bola modern waktu itu lagi seru-serunya, tapi ada satu masalah besar: banyak pemain dan tim yang hobi banget mengulur-ulur waktu.
Puncaknya terjadi di pertandingan Piala Irlandia antara Stoke City melawan Aston Villa. Menjelang akhir laga, Stoke City lagi unggul, dan kiper mereka punya ide "cemerlang" untuk mengamankan kemenangan: menendang bola sejauh-jauhnya ke luar lapangan!
Si kiper berniat menghabiskan detik-detik tersisa. Dan sialnya, sebelum wasit sempat berbuat apa-apa, peluit panjang keburu berbunyi. Pertandingan selesai, Stoke menang dengan cara yang bikin geregetan.
Kejadian menyebalkan ini langsung bikin geram seorang tokoh bernama William McGregor (yang juga pendiri Liga Sepak Bola Inggris).
Berkat usulannya, International Football Association Board (IFAB) akhirnya resmi mengetok palu pada musim 1891–1892.
Mereka membuat aturan baru yang keren: wasit kini punya kuasa penuh buat menambahkan waktu di akhir babak demi mengganti durasi yang terbuang gara-gara pemain cedera, bola keluar jauh, atau aksi "nyebelin" lainnya. Lahirlah si injury time!
Tapi, perjalanannya tidak langsung canggih seperti sekarang. Selama puluhan tahun, tambahan waktu itu misterius banget sepenuhnya jadi rahasia dapur alias tebakan subyektif sang wasit di lapangan tanpa ada pengumuman resmi.
Baru pada Piala Dunia 1998, FIFA berbaik hati memperkenalkan papan LED yang dipegang wasit cadangan di pinggir lapangan.
Jadi, penonton dan pemain bisa tahu minimal berapa menit waktu ekstra yang bakal diberikan.
Masuk ke era modern, terutama sejak Piala Dunia Qatar 2022, FIFA makin ketat. Taktik pura-pura cedera atau selebrasi gol berlebihan sekarang dibayar tuntas.
Makanya, jangan heran kalau sekarang kita sering lihat tambahan waktu sampai 10 atau bahkan 15 menit di akhir babak!
Belum cukup sampai di situ, bagaimana kalau pertandingan sistem gugur berakhir imbang sampai 90 menit?
Di sinilah Extra Time (babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit) unjuk gigi.
Awalnya, aturan ini dibuat supaya panitia turnamen (seperti Piala FA) nggak pusing harus ngadain pertandingan ulang (replay) yang bikin pemain kecapean.
Dulu, sempat ada eksperimen aturan unik kayak Golden Goal (siapa yang cetak gol duluan di babak tambahan langsung menang otomatis) di tahun 1993, sampai Silver Goal.
Tapi karena dianggap bikin tim main terlalu parno dan hati-hati, akhirnya aturan itu dibuang.
Sepak bola pun kembali ke format klasik yang seru: tuntas 2 babak tambahan penuh, dan kalau masih imbang juga, langsung adu penalti yang bikin jantung degdegan !
Borjong retweeted
Kemaren sok keras, giliran tahu siapa bekingan tramadol langsung kicep tuh nyali🤣🤣🤣
Borjong retweeted
Masih ngakak sampai sekarang. 🤣
Pas nanya Edwin, “Makanan favoritnya apa?” Eh, begitu dia jawab… langsung pecah. Mana gue yang lagi take video, auto ketawa di tempat. 😂
Waktu edit videonya pun, bagian itu sengaja gue cut… dan taraaa, jadilah hasilnya. 😆🙏🏼
Supporter Belanda di Indonesia, jangan lupa follow @OranjeINDO 🇳🇱🧡
Borjong retweeted
Sekarang lagi seneng koleksi video pendek prabowo buat balas-balasan di grup kantor, Bagi stok kalian dong🤣
Borjong retweeted
sekarang kita bisa nyimpen jadwal piala dunia di kalender hpmu
lucu banget
dan caranya pun mudah
ga nyampe 5 menit



































