Arrayan Taysir retweeted
trap
Abang aku habis bikin cendol sendiri, tapi bentukan cendolnya tu bukan yang kaya telor kodok gitu loh. malah kaya gumpalan, ga ngerti juga si. tapi jujur enak aja makan cendol ngegumpal gini.
pas tadi siang-siang minumnya enak, seger gitu ditambah sama gula arennya itu. bikin tenggorokan rasanya lega dan enak.
untung abangku pinter masak jadi bisa nyobain buatannya deh, minusnya dia habis bikin apapun berantakan banget dan ga diberesin.
Arrayan Taysir retweeted
This is how the normal distribution is modeled mathematically
Fresh vegetables always make the produce section look so colorful and inviting. 🥦🥕 Everything is neatly arranged, from leafy greens to bright red tomatoes and crunchy carrots. It almost makes grocery shopping feel therapeutic, especially when you get to pick out fresh ingredients for your next homemade meal. 🥬🛒
Arrayan Taysir retweeted
"She’s hard to read."
No, she just learned that keeping some parts of her life to herself is a form of peace.
Not everything deserves to be explained, and not everyone deserves access.
Kebanyakan rasa kecewa bukan datang dari perbuatan orang lain, tapi dari harapan yang kita taruh di pundak mereka. Kita berharap dia ngerti tanpa diminta, berharap dia balas sebaik kita, berharap dia ada saat kita butuh. Begitu kenyataannya beda, hati langsung jatuh.
Dan yang bikin sakit, mereka sering nggak sadar kalau mereka sedang mengecewakan. Bagi mereka, itu cuma hal biasa. Lupa, sibuk, atau memang nggak sepeduli yang kita kira. Sementara kita sudah telanjur membayangkan versi mereka yang jauh lebih baik dari aslinya.
Soalnya, semua orang itu manusia. Bisa lelah, bisa berubah, bisa salah, bisa lupa. Bahkan orang yang paling kita percaya pun nggak kebal dari itu. Bukan karena mereka jahat, tapi karena memang begitulah manusia: nggak ada yang sempurna dan nggak ada yang bisa selalu memenuhi harapan kita.
Makanya, belajar menurunkan ekspektasi itu bukan berarti jadi sinis atau berhenti percaya sama orang. Kita tetap bisa tulus, tetap bisa baik, tetap bisa sayang. Bedanya, kita melakukannya tanpa menuntut balasan. Kalau dibalas, anggap bonus. Kalau nggak, hati sudah siap dan nggak terlalu hancur.
Yang bisa kita andalkan sepenuhnya cuma diri sendiri. Jadi gantungkan harapan terbesarmu di sana, dan sisanya, nikmati saja apa yang datang dari orang lain dengan hati yang ringan.





























