Dian Adi Prasetyo (@didut) header
Dian Adi Prasetyo (@didut) profile picture

Big fan of AC Milan & Man United | Tweets are just my personal thoughts, not professional advice. All views here are my own & don’t represent any organization.

Jakarta
Joined March 2009
Photo by Dian Adi Prasetyo (@didut)Photo by Dian Adi Prasetyo (@didut)Photo by Dian Adi Prasetyo (@didut)Photo by Dian Adi Prasetyo (@didut)Photo by Dian Adi Prasetyo (@didut)Photo by Dian Adi Prasetyo (@didut)Photo by Dian Adi Prasetyo (@didut)Photo by Dian Adi Prasetyo (@didut)Photo by Dian Adi Prasetyo (@didut)Photo by Dian Adi Prasetyo (@didut)
Dian Adi Prasetyo retweeted
Pernyataan Sikap atas Jumpa Pers Kepala Kepolisian Daerah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Yg saya dan masyarakat tanyakan adalah cara aparat memperlakukan anak-anak perempuan. Yg dijawab justru terorisme dan izin pesantren. Saya telah menyimak jumpa pers Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Mapolda Jateng, Jumat, 30 Oktober 2026. Saya menghargai komitmen Pemerintah Provinsi untuk memberikan pendampingan psikologis dan menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak yg terdampak. Itu langkah yg benar. Namun dengan berat hati saya harus mengatakan: jumpa pers itu tidak menjawab pertanyaan publik. Masyarakat umum, MUI, PBNU, ormas Islam, dan para wakil rakyat tidak sedang mempersoalkan apakah polisi boleh memburu buronan. Yg dipersoalkan adalah mengapa pintu asrama putri didobrak pukul 03.20 dini hari? Mengapa anak-anak ditodong laras panjang sebelum sempat menutup aurat? Dan mengapa mereka diperiksa tanpa didampingi wali? Pertanyaan itu malah dijawab dengan dua topik lain: terorisme dan administrasi pesantren. Bagaimana pun, masa lalu tersangka bukan dosa para santriwati! Dalam jumpa pers disebutkan bahwa tersangka dan buronan kasus pembakaran warung adalah mantan narapidana terorisme. Saya tidak membantah informasi itu, dan saya mendukung penuh perburuan terhadap pelaku. Tetapi rekam jejak dua orang dewasa tidak boleh ditempelkan pada belasan anak perempuan yg sedang tidur di asramanya. Polda Jateng sendiri menyatakan belum menyimpulkan adanya kaitan kedua lokasi dengan jaringan terorisme. Buronan yg dicari tidak ditemukan di sana. Para santriwati yg dibawa berstatus saksi, bukan tersangka. Maka, mengaitkan peristiwa ini dengan terorisme di hadapan kamera, sebelum ada kesimpulan apa pun, hanya akan melahirkan stigma yg menempel pada anak-anak itu seumur hidup. Saya juga menyesalkan penyebutan bahwa para perempuan dan anak di lokasi mengenakan cadar. Pakaian adalah pilihan keyakinan yg dilindungi konstitusi, bukan petunjuk kejahatan. Menyebutnya dalam konteks penggeledahan buronan sama dengan mengajak publik mencurigai jutaan muslimah yg berpakaian serupa. Jumpa pers juga menekankan bahwa lokasi di Mojolaban tidak terdaftar di Kementerian Agama, diduga merupakan rumah tahfidz mandiri tanpa izin operasional, dan tidak terkait dengan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Jombang. Pemerintah Provinsi bahkan menyatakan akan melakukan penertiban. Soal izin adalah urusan administrasi, dan itu bisa dibenahi bersama Kementerian Agama dengan cara yg baik. Tetapi status izin sebuah lembaga tidak mengurangi satu pun hak anak yg tinggal di dalamnya. Seorang santriwati di rumah tahfidz kecil di desa memiliki martabat dan perlindungan hukum yg sama dengan santri di pesantren besar mana pun. Mengangkat isu perizinan setelah publik mempersoalkan prosedur penggeledahan memberi kesan bahwa korban sedang dicari-cari kesalahannya. Saya berharap kesan itu keliru. Saya juga berharap penertiban tidak dilakukan dengan menutup tempat belajar anak-anak ini sebelum seluruh fakta tentang malam itu diungkap. Jangan sampai mereka kehilangan dua kali: rasa aman, lalu kemudian tempat belajarnya. Kapolda menyatakan penggeledahan dilakukan dengan izin pengadilan. Saya menghormati itu. Namun izin pengadilan memberi wewenang untuk menggeledah, bukan cek kosong untuk menggeledah dengan cara apa saja. Pertanyaan-pertanyaan berikut belum dan wajib untuk dijawab: 1. Mengapa penggeledahan asrama putri harus dilakukan pukul 03.20 dini hari dengan mendobrak pintu? 2. Apakah ada polisi wanita yg menangani para santriwati sejak awal, saat mereka belum mengenakan jilbab? 3. Mengapa anak-anak di bawah umur yg berstatus saksi diperiksa di Polsek tanpa didampingi wali, kuasa hukum, atau pendamping anak? 4. Bagaimana seorang balita berusia 5 tahun bisa terpisah dan baru ditemukan oleh warga? 5. Di mana berita acara penyitaan atas uang, emas, sepeda motor, dan barang pribadi lain yg menurut pengurus belum diterima hingga kini? Sikap dan tuntutan saya: 1. Mendesak Kapolri memerintahkan Propam Polri memeriksa prosedur penggeledahan secara terbuka, terpisah dari penyidikan kasus pembakaran warung. 2. Meminta Komnas HAM, Komnas Perempuan, dan KPAI turun langsung mengumpulkan keterangan para santriwati, ustadzah, dan orang tua/wali santriwati. 3. Meminta Polda Jateng memperlihatkan penetapan pengadilan dan berita acara penyitaan kepada pengurus, serta mengembalikan barang yg tidak terkait perkara. 4. Meminta Pemerintah Provinsi dan Kementerian Agama tidak menutup tempat belajar anak-anak ini sebelum hasil pemeriksaan keluar, dan memfasilitasi pengurusan izin bila diperlukan. 5. Mengajak media dan publik tidak melabeli para santriwati dengan stigma terorisme selama tidak ada kesimpulan hukum apa pun. Mengusut pembakaran warung dan melindungi anak-anak perempuan bukanlah dua hal yg harus dipilih salah satunya. Negara yg kuat sanggup melakukan keduanya sekaligus. Polri hari ini mengusung semangat "Polisi Bersama Masyarakat". Semangat itu akan diuji bukan oleh jumpa pers, melainkan oleh keberanian memeriksa diri sendiri. Saya akan terus mengawal kasus ini sampai para santriwati mendapat kejelasan, keadilan, dan pemulihan. Hormat saya, Azzam Mujahid Izzulhaq, Warga Negara Indonesia. Tembusan: 1. Presiden Republik Indonesia @prabowo 2. Kapolri @SuyudiArioSeto 3. Ketua Komisi III DPR RI @habiburokhman 4. Ketua Kompolnas @kompolnas_ri 5. Ketua Komnas HAM @KomnasHAM 6. Ketua Komnas Perempuan @KomnasPerempuan 7. Ketua KPAI @KPAI_official 8. Kapolda Jawa Tengah @poldajateng_ 9. Pengurus Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Mojolaban
298
1,909
61
3,308
80,239
Dian Adi Prasetyo retweeted
Guyss kalian tau nggak kalau pajak kita sebanyak ini: PPh, PPh 21, PPh 22, PPh 23, PPh 24, PPh 25, PPh 26, PPh 29, PPh Final, PPh UMKM, PPh Badan, PPh Orang Pribadi, PPN, PPnBM, Bea Meterai, PBB-P2, PBB-P3, PBB-P5L, Pajak Karbon, PKB, BBNKB, PAB, PBBKB, PAP, PAT, Pajak Rokok, Pajak Reklame, PBJT Makanan dan/atau Minuman, PBJT Tenaga Listrik, PBJT Jasa Perhotelan, PBJT Jasa Parkir, PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan, BPHTB, Pajak MBLB, Pajak Sarang Burung Walet, Opsen PKB, Opsen BBNKB, Opsen, Pajak MBLB.
212
9,284
557
18,725
296,785
Dian Adi Prasetyo retweeted
customer bayar, customer dapat pelayanan, customer boleh kasi kritik dan saran via google review. Rakyat bayar pajak, rakyat dapat pelayanan dari pejabat, rakyat boleh kasi kritik dan saran via medsos. orng yg dibayar ttp harus bekerja baik meski ga dapat pujian.
306
16,254
210
36,645
466,252
Dian Adi Prasetyo retweeted
BREAKING NEWS Fransisca, warga Batam didatangin polisi (Polda Kepri) krn postingannya di medsos soal black out/pemadaman listrik di Batam jam 11 malam, 3 org polisi dari unit cyber datang ke langsung ke rumahnya untuk ngantar surat pemanggilan Humas Polda Kepri membenarkan panggilan itu, tujuannya minta klarifikasi dari Fransisca kuasa hukum Fransisca, bilang kalau kliennya dapat 20 pertanyaan termasuk soal dugaan menerima bayaran untuk postingan tsb mengkritik kinerja pemerintah teus dicurigain dapat bayaran is real anjir 😭
249
7,217
296
21,045
486,689
Dian Adi Prasetyo retweeted
Catat ya " Tidak ada SATUPUN Fasilitas Publik yg rusak saat terjadi Demo kemaren Dijakarta. Untuk itu Gubernur Jakarta Memberi Apresiasi kepada Massa aksi yg berdemo kemaren.
104
17,132
363
69,670
622,658
Dian Adi Prasetyo retweeted
lambe politisi
3
5
3
7
885
Dian Adi Prasetyo retweeted
Pernyataan peneliti CELIOS (Bhima Yudhistira) di Mahkamah Konstitusi yang menyebut Kopdes Merah Putih sebagai kebijakan koperasi paling buruk sepanjang sejarah, menyajikan data pembanding yang sangat telak. Daripada mengucurkan kredit Rp240 triliun untuk proyek fisik sentralistik yang memakan usaha rakyat, dana sebesar itu sebenarnya bisa memberi suntikan modal Rp61,5 juta ke tiap 3,9 juta warung kecil se-Indonesia. Ditambah lagi, pemotongan Dana Desa demi cicilan ini terbukti mengorbankan gaji guru PAUD, perbaikan jalan, hingga Posyandu. Ini bukan ekonomi kerakyatan, tapi kanibalisme usaha rakyat disokong negara.
67
2,568
23
5,481
82,144
Dian Adi Prasetyo retweeted
jadi gini kata beliau kita kerja - bayar pajak - pajak buat program pemerintah - pajak naik - gaji ga naik - ya kita protes kita protes itu wajar jir, pajak tinggi kalo pendapatan rendah mau gimana, meninggal yang ada mah, buzzer mana ngerti mikir gini jir
69
3,430
19
8,007
115,542
Replying to @NataliusPigai2
Apa kabar dengan pelanggaran HAM yang penyelesaiannya mangkrak Bang? Ibu @sumarsih11 masih berdiri di depan istana setiap Kamis. Tidak perlu takut dengan salib. Tidak perlu semua hal dikaitkan politik juga, masih ada nurani untuk kemanusiaan berdiri pada kaum yang lemah dan tersingkir. Ingat juga Yesus memberi makan 5000 orang dari 5 roti dan 2 ikan itupun sisa 12 bakul penuh, beda dengan MBG yang menghabiskan anggaran dan mencekik pajak sebagian besar habis untuk operasional pengusaha dan pejabatnya.
29
199
1
1,046
35,392
Dian Adi Prasetyo retweeted
Salib sejatinya adalah simbol Perlawanan terhadap dosa, termasuk dosa politik: 1. Simbol perlawanan terhadap kekuasaan yg menindas: Yesus jadi korban hukuman yg dijatuhkan oleh otoritas politik. Salib menyingkapkan dosa di mana kekuasaan dapat digunakan utk membungkam rakyat lemah. 2. Simbol perlawanan terhadap pengultusan penguasa: Jika Yesus mengajarkan bahwa pemimpin harus jadi pelayan, pemimpin yg menuntut pemujaan justru bertentangan dengan teladan-Nya. 3. Simbol perlawanan melalui pengorbanan: Salib melambangkan kesediaan mempertahankan kebenaran meskipun harus menanggung risiko mati. Jangan mendomestifikasi Salib hanya soal "preferential option for the poor" semata. Salib juga menantang kita untuk mempertanyakan mengapa kemiskinan, ketidakadilan, dan penindasan terus terjadi. Siapa yg diuntungkan oleh sistem tersebut, bagaimana kekuasaan dijalankan, dan bagaimana sistem itu dapat diubah.
SALIB DILARANG UNTUK KEPENTINGAN POLITIK. SALIB HANYA UNTUK MEMBELA KAUM PAPA. SARAN INI BERSIFAT UMUM UNTUK ADIK2 PMKRI SEMUANYA . Kibarkan salib harus karena kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan demi orang miskin yang terpinggirkan bukan karena rebutan kekuasaan dan jadi partisan kelompok politik lain. Demi Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria sebagai senior Saya yakin kalian ( siapapun yunior2 dimana saja) tidak akan jadi apa2 di negeri ini karena Salib yang dipukul untuk itu seperti sedang menentang “Sekolah Rakyat, Makan Gratis, Koperasi Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, Kampung Nelayan dan Rumah Rakyat yang merupakan perintah gereja “option for the poor”. Membela dan memihak pada orang miskin dan kaum papa. Saran Saya jangan jual salib Kristus untuk politik. Ikuti apa yang saya contohkan selama ini yaitu membela kemanusiaan, membela orang miskin dan kaum papa, hasilnya Saya menjadi Menteri di bulan Rosario 21 Oktober 2024. Semua kader PMKRI yang ikut saya selama ini sudah jadi Gubernur, bupati, pejabat dan komisaris sedangkan kalian yang jual salib Kristus, jual gereja, Ngaku2 mewakili Katolik tidak jadi apa2 hari ini. Di kabinet ini ada 7 orang yang jadi menteri dan wakil menteri dan semua satu pikiran dengan Saya yakni bekerja untuk kaum papa bukan untuk partai politik, mafia, penguasa dan kelompok kepentingan. Dan ini fakta bukan hoax. Waktu mereka pimpin kalian jadi apa? Jadi masuk kotak sampah ( J Plate dan Roy Rening). Sekarang kalian ikut mereka lagi. Mikirr ade2 Salib itu berat. Jangan sombong dan arogan mainkan salib Kristus. Nasihat dari kk.
34
2
60
8,558
Dian Adi Prasetyo retweeted
🤡 : ini dek, buat uang rokok 😎 : rokok apaan? rokoknya aja marlboro ice burst yang sebungkusnya hampir 60rb, eh kena tuduh dibayar 35rb puntenn🤣🤣🙏🏼
111
1,970
129
22,467
1,182,216
Dian Adi Prasetyo retweeted
pulang demo pakai transum ❌ PULANG DEMO DIJEMPUT PAKAI MOBIL+SUPIR ✅ buzzer apa ga ketar-ketir🥶
diomelin karena demo ❌ DIOMELIN KARENA JEANS KOTOR ABIS DUDUK DI ANGKOT ✅ beda ya kalo orang HAVE 😭😭😭
156
8,325
346
64,156
2,252,023
Dian Adi Prasetyo retweeted
Saya mau cerita sedikit tentang anak saya, mahasiswa TRISAKTI yang kemarin ikut demonstrasi. ❤️ Lagi ramai tuduhan mahasiswa yang turun ke jalan itu bayaran 100 ribu. Nah, saya jadi ingin ikut cerita. 😅 Anak saya 19 tahun. Latar belakang pendidikannya dari sekolah internasional, dan sekarang menjadi mahasiswa Universitas Trisakti. Alhamdulillah, selama ini kami mampu memberikan pendidikan yang baik, kehidupan yang nyaman, dan memenuhi segala kebutuhannya. Ketika dia bilang ingin ikut demonstrasi, saya tidak melarang. Justru saya SUPPORT PENUH! Lucunya, bukannya pulang membawa uang, dia malah chat minta emaknya isi e-wallet karena takut ATM-nya dibekukan. YA SAYA TRANSFER DONG! 🤣 Tidak lama kemudian dia mengirim pesan: “Doain Ma, aku takut asline.” 🥹 Bahkan sempat bertanya, “Nek ditangkep?” Saya jawab, “Tak bebasin!” 🤣 Sebagai ibu, tentu saya khawatir. Tapi di balik rasa khawatir itu, saya justru merasa bangga. Bangga karena anak saya tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar peduli terhadap apa yang terjadi di negaranya. Saya bisa memberikan pendidikan terbaik yang saya mampu, kehidupan yang nyaman, dan segala fasilitas yang dibutuhkannya. Tetapi saya tidak ingin semua kenyamanan itu membuatnya tumbuh menjadi manusia yang tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Jadi ketika ada yang begitu mudah menuduh mahasiswa yang turun ke jalan sebagai mahasiswa bayaran, saya cuma bisa tersenyum. KALAU SOAL SIAPA YANG BAYAR ANAK SAYA, JAWABANNYA SAYA, EMAKNYA SENDIRI! 😭🤣 Saya yang membiayai pendidikannya. Saya yang memberikan uang sakunya. Saya yang mengisi e-wallet-nya. Dan saya pula yang deg-degan menunggu dia pulang. Tapi satu hal yang tidak pernah saya beli adalah HATI NURANINYA. Anak saya tidak perlu turun ke jalan demi uang 100 ribu. Dia ikut karena punya kepedulian dan ingin menyuarakan aspirasi yang diyakininya. Tidak semua anak yang hidup berkecukupan tumbuh menjadi pribadi yang apatis. Dan tidak semua mahasiswa yang turun ke jalan pantas dituduh bayaran. Bagi saya, keberhasilan mendidik anak bukan hanya ketika kita mampu memberikan kehidupan yang nyaman, tetapi ketika di tengah segala kenyamanan itu, anak tetap memiliki empati terhadap kehidupan orang lain. Dari seorang ibu yang bangga, sekaligus deg-degan menunggu anaknya pulang dengan selamat. ❤️ UANG SAKUNYA DARI EMAKNYA, TAPI IDEALISME DAN HATI NURANINYA MILIK DIA SENDIRI! 🇮🇩❤️ #trisakti
915
14,894
1,079
74,130
1,274,830
Cara berpikir seperti ini justru keliru karena menganggap salib hanya boleh hadir di ruang ibadah dan kehilangan maknanya ketika dibawa ke ruang publik. Salib bukan simbol monopoli kebenaran, tetapi simbol penderitaan, pengorbanan, kasih, dan keberpihakan kepada mereka yang tertindas. Ketika salib merah dibawa ke jalan sebagai simbol solidaritas terhadap penderitaan rakyat, itu bukan berarti pemerintah dianggap musuh Allah atau sekutu setan. Justru dalam sejarah Kekristenan, salib mengingatkan manusia untuk berani melawan ketidakadilan, termasuk ketika ketidakadilan itu dilakukan oleh penguasa. Yang berbahaya bukanlah membawa salib ke ruang politik, melainkan menggunakan kekuasaan untuk membungkam suara kenabian yang diwakili salib. Jangan menyamakan kritik terhadap pemerintah dengan penghakiman terhadap iman para pejabatnya. Pemerintah boleh dikritik, sekalipun para menterinya beragama Kristiani. Salib tidak harus menjadi alat kekuasaan. Salib justru dapat menjadi pengingat moral bagi kekuasaan. Tenang, Pak! Itu salib, untuk mengingatkan diri apakah penguasa sudah bekerja untuk rakyat, jangan panik toh bukan surat panggilan pengakuan dosa dari KPK!
“Ketika Anda angkat Salib maka lawan politikmu termasuk Saya Natalius Pigai seolah2 musuh Allah. Anda orang benar dan pemerintah orang berdosa. Ketika anda angkat Salib ( anda anggap diri sudah sekutu Allah). Sementara pemerintah termasuk belasan Menteri dan Wakil Menteri di Kabinet ini (termasuk Natalius Pigai) yang beragama Kristiani dianggap pendosa dan seolah2 kami ini bersekutu dengan setan. FATAL!.”. Saat salib dibawa masuk ke panggung politik, saat itu juga salib berhenti sebagai simbol keselamatan dan berubah menjadi simbol kekuasaan serta unjuk kekuatan. Begitu salib berubah menjadi simbol kekuasaan, orang akan langsung teringat pada luka lama sejarah: Perang Salib. Mengapa hal itu sangat berbahaya? Salib telah kehilangan maknanya. Di hadapan salib, kita sesungguhnya harus menyampaikan credo: “Aku anak yang berdosa, ampunilah aku.” Namun, di panggung politik, salib bisa dipelintir menjadi: “Kami benar. Anda, pemerintah, salah. Kami yang berkuasa.” Hal ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai salib yang mengajarkan kerendahan hati, pengampunan, kasih sayang, belas kasih, dan cinta kasih. Salib juga bisa membuat lawan politik seolah-olah menjadi musuh Allah. Inilah yang paling fatal. Dalam politik, lawan kita adalah sesama warga negara yang memiliki perbedaan pendapat dan pilihan politik. Itu merupakan hal yang wajar. Hari ini seseorang menjadi lawan, tetapi esok hari bisa menjadi kawan dalam koalisi. Selengkapnya: posnews.co.id/salib-merah-po…
39
719
17
1,794
32,023
Dian Adi Prasetyo retweeted
Cara ngecek apakah program pemerintah benar benar dibutuhkan rakyat : - Coba hapus BPJS, yang ngamuk pasti rakyat bukan rumah sakit. - coba hilangkan pertalite, yang turun demo pasti rakyat, bukan pegawai SPBU. - coba hentikan program MBG, yang paling ribut dan turun demo pasti owner dan pegawai SPPG. dari sini, ngerti kan??? masa gak ngerti.
30
2,111
17
6,947
144,647
Dian Adi Prasetyo retweeted
Kalau kemarin kita punya Fatimah dari UI. Hari ini kita punya Zahra Nazira Firman, Ketua BEM FH Trisakti. HIDUP PEREMPUAN YANG MELAWAN!!! #INDONESIASADAR
69
18,870
213
56,798
500,748
Dian Adi Prasetyo retweeted
salah 1 tuntutan demo mahasiswa minta MBG dihapuskan tapi respon pemerintah? bentuk satgas MBG dan bagi-bagi bonus Mendagri, Tito ngasih waktu 1 minggu ke pemda untuk membentuk satgas MBG. kalau ngga, pemdanya bakalan dapat surat teguran & dievaluasi untuk daerah yg paling kreatif dlm mendukung & mensukseskan MBG, pemerintah akan ngasih insentif Rp 1 triliun masyarakat demo berjilid-jilid minta stop MBG cuman dianggap angin lalu. coba Bobon yg minta kayakny hari itu jg distop MUNGKINNNN
128
826
174
2,339
56,990
Dian Adi Prasetyo retweeted
🔴 Aksi Demo di Bundaran HI, Mahasiswa Serukan #IndonesiaSadar | Obrolan Newsroom xitter.gq/i/broadcasts/1yxBePXpg…
34
4,179
70
6,667
264,121
Dian Adi Prasetyo retweeted
Aksi #IndonesiaSadar (28 Okt 2026) – at Jakarta Capital Region, Indonesia
58
28,514
150
57,202
368,963