Dirgabyte | Open Commission retweeted
🚨JUST-IN: Windah Basudara telah meresmikan campaign di motion.klip berjudul:
"ALL EYES ON KARHUTLA"
Windah merasa bertanggung jawab atas berpindahnya focus masyarakat menjadi ke buzzer, Raffi Ahmad, Willie Salim dll.
Atas dasar tersebut windah mengadakan campaign karhutla ini.
Tujuannya agar karhutla lebih ter-highlight lagi dan pengalihan isu yg dilakukan para penguasa gagal.
———————————
Bang Windah benar-benar aura farming abies cok.🥶
SIAPA LAGI NAK LAWAN???😹
Dirgabyte | Open Commission retweeted
OTSUFURO, SEMUANYA!!
Terima kasih banyak untuk ARISAN dan para pengunjung booth #comifuro23 PKK di AC 33-34, baik yang cek kesehatan maupun belanja merch!
Terima kasih banyak atas dukungannya untuk kami! Kami bisa sejauh ini karena dukungan kalian!
Take care! #poliklinikkarbit
Dirgabyte | Open Commission retweeted
Panjang umur perjuangan, stay safe buat semuanya yang berani turun dan bersuara🌻
#INDONESIASADAR
#ArtistBersuara
#Artjuna
Dirgabyte | Open Commission retweeted
Ring of Fire Nggak Bikin Hutan Kalimantan Kebakaran
"Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, The Ring of Fire."
Kalimat itu keluar dari Presiden Prabowo waktu mimpin rapat terbatas penanganan bencana awal September kemarin. Di rapat yang sama dibahas tiga hal sekaligus, gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, sama kebakaran hutan dan lahan.
Buat gempa Flores sama Anak Krakatau, aku setuju. Dua-duanya emang berhubungan dengan Ring of Fire.
Tapi karhutla? Itu udah beda cerita.
Ring of Fire, atau Cincin Api Pasifik, itu sabuk di sepanjang tepi Samudra Pasifik tempat lempeng-lempeng bumi saling tabrak dan nyusup satu sama lain. Gesekan itu yang bikin gempa dan gunung api numpuk di jalur yang sama.
Indonesia memang ada di jalur itu, makanya ada 127 gunung api aktif di negara kita, nyebar dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, sampai Maluku.
Kalimantan? Nggak ada satupun.
Kalimantan duduk di blok kontinental tua yang jauh dari zona subduksi aktif. BMKG sendiri nyebut aktivitas gempa di Kalimantan paling rendah dibanding pulau besar lain. Waktu ibu kota baru diputusin pindah ke Kalimantan Timur tahun 2019, salah satu alasan yang disebut pemerintah justru risiko bencananya yang minim, termasuk gempa dan gunung api.
Ya, Kalimantan itu bukan bagian dari Ring of Fire.
Kebakaran hutan di sana juga nggak ada urusannya sama magma. Bahan bakarnya itu gambut yang kering.
Aslinya gambut itu basah, kayak spons raksasa yang nyimpen air. Dia baru gampang kebakar kalau dikeringin, dan yang paling sering ngeringin itu kanal-kanal yang dibikin buat kebutuhan perkebunan dan konsesi.
Begitu kemarau datang dan El Nino bikin hujan makin jarang, ada api sedikit aja, gambutnya bisa membara berminggu-minggu di bawah tanah.
Bulan Agustus kemarin aku sempat nulis soal ini. Data analisis WALHI nunjukkin 74 persen titik panas di Kalimantan sepanjang Januari sampai Juli 2026 ada di dalam lahan berizin perusahaan.
Dari berbaga data dan fakta, jelas karhutla itu gak bisa dikaitkan dengan Ring of Fire. Yang harusnya dikaitkan itu adalah kemauan pemerintah untuk menegakkan regulasi terkait pembakaran ini kepada perusahaan-perusahaan pelakunya.
Gempa dan erupsi itu memang takdir geologis. Yang bisa kita lakuin adalah mitigasi, bangun rumah tahan gempa, sistem peringatan dini, sama jalur evakuasi yang jelas.
Karhutla itu hasil keputusan manusia, siapa yang dikasih izin, gambut mana yang dikeringin, dan perusahaan mana yang dihukum atau dibiarin. Yang kayak gini masih bisa diubah.
Kalau karhutla ikut dimasukin ke keranjang "takdir", jatuhnya jadi kabur dari tanggung jawab.
Semoga warga Kalimantan yang tiap tahun harus nutup hidung bisa ngeliat langit biru lagi, dan semoga yang ngurusin negeri ini mau nyebut penyebabnya dengan benar.
Dirgabyte | Open Commission retweeted
Ini nih contoh rakyat kesayangan Prabowo. Kalau nanti ada bacaan yang dilarang beredar, solusinya apa, ga usah baca? Gimana kalau manga atau komik favorit lu tiba tiba dilarang dijual dan ga bisa lu akses legal karena diblokir oleh negara?
This quoted post is unavailable.
Dirgabyte | Open Commission retweeted
ada artis ngatain orang indonesia itu sebenernya miskin karena gak mau kerja keras
hello salam kenal semuanya, aku harriel capra, seorang dokter yang sekarang merangkap jadi vtuber, mau cerita dikit (julid sih)
dulu aku sering kerja jaga rs 1 hari full (sebulan 30 shift) mana rs nya juga ngehire dokter dalam jumlah sedikit jadinya bisa aja tuh dokter lagi jaga igd merangkap jaga ruangan hahaha ,terus pulangnya masih harus kerja di klinik, apa? tidur? ya tidur di klinik dengan catatan kalau gak ada pasien hahaha
sekarang kerjaan udah lumayan, ada jam kerja di pagi sampe sore, tapi ya tetep bisa aja ada konsul via wa atau call kalau ada sesuatu (yang nonton livestream pasti sering denger notif wa atau aku terpaksa mute mic karena harus angkat telpon konsul)
pertanyaanku, apakah ini bukan kerja keras wahai artis sotoy? klo ini bukan kerja keras, harus bagaimana lagi kerjanya wahai artis sotoy?
klo menurut anda kerjaan ini udah termasuk kerja keras, terus mana duitku yang (harusnya) banyak itu? mana rumah mewah 3 lantai, 5 kamar tidur, dengan lapangan tenis di belakangnya itu? mana ruangan gamingku dengan pc high-end yang bisa aku gunakan untuk vtubing dengan smooth sambil memainkan game game terbaru yang harganya udah gak ngotak itu?
Dirgabyte | Open Commission retweeted
Soal diskursus yang wibu to wibu itu ragebaiting ya guys, doi posting ke semua social media yummy yummy engagementnya 🤣
Dirgabyte | Open Commission retweeted
Fans Vtuber to Fans Vtuber:
Kalau nonton vtuber-nya masih gak sambil donasi, ga menghargai karya aslinya dengan beli merch cf, mending diem. Gausah bela vtuber yg lo tonton segitunya. Argumen lo ga akan valid, lo karbit.
Dirgabyte | Open Commission retweeted
RUMAH SAKIT KORBAN FANSERVICE IS BACK ON COMIFURO 23🥳
Ada apa aja?
- Cek Darah
- Cek Gigi dan Pencegahan Lubang Gigi
- Tanya Jawab Kesehatan
Pre-Order Here~
📅14-25 Oktober
🔗Cek reply~
OTS juga bisa~
📅31 Okt - 1 Nov 2026
📌Booth AC 33-34
📗Katalog di reply
#cf23catalogue
Dirgabyte | Open Commission retweeted
sorry banget aku harus block unblock yang manggil aku Kek
aku gak nyaman kalau pada jbjb kamu panggil aku Kek, padahal kalo diliat kayanya jg dari segi muka lebih tua kalian daripada aku
aku kelahiran 1255 BCE, emang muka aku setua itu kah? maaf ya aku gak nyaman, eyang🙏🏻
Dirgabyte | Open Commission retweeted
Dulu dia cuma anak kecil yang nangis gara-gara sakit gigi. Tapi setelah ketemu dokter dan sadar, “Lah…ternyata nggak sakit?!!” hidupnya berubah.
Sejak hari itu, cita-citanya cuma satu, jadi dokter gigi.
A thread about @RakaiVDentist🦷🪥
#LoreoftheWeek
Dirgabyte | Open Commission retweeted
"Boleh Gak Saya Jadi Moderator?"
Kalimatnya kelihatan polos banget. Sopan, pakai tanda tanya, malah kedengeran kayak tawaran bantuan. Buat VTuber yang baru debut dan viewers-nya masih bisa dihitung pakai jari, kalimat itu rasanya kayak dapet item bagus di early game.
Padahal bisa jadi itu jebakan.
Beberapa hari ini timeline VTuber ID lagi rame sama satu akun dengan pola yang mirip di banyak tempat: DM ke VTuber cewek yang baru mulai, minta dijadiin moderator, spam komen template, keluar masuk Discord pakai akun alter, dan berbagai kelakuan creepy lainnya.
Aku nggak mau bahas orangnya di sini. Yang bikin aku kepikiran adalah kenapa taktik "minta jadi mod" itu mujarab bagi orang macam gitu.
Jawabannya sebenarnya simpel. VTuber indie memang butuh orang, tapi nggak punya duit buat bayar orang.
VTuber indie itu satu orang yang ngerjain semuanya: talent, editor, desainer thumbnail, admin medsos, kadang artist & rigger juga.
Pas live, dia harus ngomong, main game, baca chat, dan jaga suasana sekaligus. Mau rekrut moderator? Budget dari mana?
Trakteer masih sepi, Superchat juga belum jalan. Jadi pilihan realistisnya cuma satu: cari relawan.
Relawan yang datang duluan biasanya bukan yang paling cocok. Tapi yang paling semangat.
Sayangnya, orang yang paling semangat nawarin diri jadi staff ke VTuber yang baru debut, yang dia sendiri nggak kenal, tanpa dibayar, itu ternyata orang yang lagi cari akses.
Akses ke ruang yang lebih privat, ke perhatian yang lebih personal, ke status "orang dalam" yang bikin dia merasa punya hak lebih dari penonton lain. Dan dari luar, kita sering susah bedain antara orang macam gitu dengan yang beneran tulus.
Seperti artikelku yang biasa, aku bagi dikit pengalamanku di dunia event organizer. Ada satu aturan yang nggak pernah ditawar: orang yang pegang akses ke panggung itu dipilih, bukan menawarkan diri.
Crew yang boleh masuk backstage jelas siapa yang rekrut, jelas tugasnya apa, dan jelas siapa yang tanggung jawab kalau dia bikin masalah.
Nggak ada ceritanya penonton nyamperin FOH terus bilang, "Mas, boleh saya bantu pegang switcher?" lalu langsung dikasih.
Kedengeran absurd kan? Tapi itulah yang sering kejadian di channel VTuber indie. Tombol timeout, akses hapus chat, role mod di Discord, kadang sampai akses ke channel tempat member ngobrol, dikasih ke orang yang baru kenal tiga hari cuma karena dia rajin nyapa.
Kenapa kita gampang banget ngasih? Karena moderator di dunia VTuber sering dianggap posisi kehormatan, bukan posisi keamanan. Kayak badge buat fans paling setia. Padahal fungsi aslinya lebih mirip security di venue. Dia yang pegang kunci. Kalau kunci itu jatuh ke tangan yang salah, yang rusak bukan cuma suasana chat, tapi rasa aman talent dan penonton lain.
Terus solusinya apa? Nunggu punya duit buat hire staff profesional? Kalau nunggu itu, VTuber indie bakal nunggu selamanya.
Yang paling penting, balik arah rekrutmennya. Jangan terima tawaran, tapi kamu yang nawarin. Orang yang kamu ajak karena kamu udah lihat sendiri konsistensinya berbulan-bulan itu beda kualitasnya sama orang yang nyelonong minta posisi. Kalau ada yang DM duluan minta jadi mod, anggap itu catatan, bukan kualifikasi.
Kedua, kasih akses bertahap. Kayak skill tree di game, jangan langsung unlock semuanya di level satu. Mulai dari hal kecil, misalnya bantu ingetin aturan chat, sebelum dikasih tombol timeout atau role admin Discord. Lihat dulu gimana dia pakai kuasa yang kecil.
Ketiga, tanya ke sesama. Ekosistem kita itu kecil banget, dan orang yang sama bisa muter ke puluhan channel. Satu chat ke teman VTuber, "Kamu kenal akun ini nggak?", bisa nyelamatin kamu dari drama berbulan-bulan.
Keempat, tulis aturannya walau channel kamu masih kecil. Satu dokumen sederhana soal apa tugas mod, apa yang nggak boleh, dan kapan akses dicabut. Biar kalau suatu hari kamu harus copot seseorang, kamu punya pegangan dan nggak kejebak rasa nggak enak.
Karena rasa nggak enak itulah senjata utama orang-orang problematik. "Aku udah bantu banyak lho." "Aku kan baik." Padahal sopan bukan berarti aman, dan rajin bukan berarti layak dipercaya.
Aku paham rasanya jadi VTuber kecil yang ngerasa sendirian. Setiap orang yang mau bantu terasa kayak hadiah. Tapi justru karena kamu masih kecil, kamu belum punya banyak backingan. Satu orang yang salah di posisi yang salah bisa bikin kamu capek, takut, sampai akhirnya berhenti streaming.
Jadi, pelan-pelan aja milih orangnya.
Semoga teman-teman yang lagi merintis dikasih kekuatan buat terus jalan, dan dipertemukan sama orang-orang yang beneran tulus, bukan ada maunya.
Dirgabyte | Open Commission retweeted
! ARTISTS !
You can now prevent Grok from modifying your work !
SPREAD THE WORDS !!!!
Dirgabyte | Open Commission retweeted
Orangutan stuns with a middle finger for the 2026 Nikon Comedy Wildlife Awards.
📸: Tanner Mansell
Dirgabyte | Open Commission retweeted
!WARNING BAGI VTUBER WANITA!
Aku sebenarnya enggan share disini tapi karena udah terlalu banyak dapat laporan yang walawe, jadi ini dia kasusnya.
- lanjut di komen









































