Pinned Tweet
Replying to @mhuseinali @xathrya
Dia itu selalu bisa dikasih masukan kok.
Dan kalau ngobrol langsung, jelas dia ini orangnya humble, dan tidak segan sama sekali mengaku salah ketika salah.
Tapi memang kita yang lebih senang menghakimi, itu saja.
.
Skipped a stone 24906.2km #StoneSkippingAroundTheWorld zounoashi.com/share/gyaku-mi…
Terence Tao is an idiot = drvinayprasad.com/p/terrence…
(at biology, not math)
Sebagai perantau, salah satu hal yg gw suka di jakarta adalah lumayan banyak event. Tapi nyari event yang cocok agak susah, gw sendiri baru mulai tahu ada event2 yang gw demen baru pas semester 5 di UI.
Setelah melihat twt mamdani kemaren gw terinspirasi buat versi untuk Jakarta.
This quoted post is unavailable.
Harry Sufehmi retweeted
Guys, di tengah semua berita tentang pemimpin yang korup, program yang gagal, dan pejabat yang tidak kompeten ada satu kisah lama yang menurut gue paling relevan dan paling menginspirasi untuk dibaca hari ini.
Ignasius Jonan harus menertibkan lebih dari 20.000 Kepala Keluarga untuk membangun double track kereta lintas utara Cirebon-Surabaya-Pasar Turi sepanjang 500 kilometer.
Di Indonesia proyek sebesar ini biasanya identik dengan satu hal: keributan panjang, ganti rugi yang tidak adil, warga yang melawan, dan proyek yang molor bertahun-tahun.
Jonan menyelesaikannya tanpa satu pun keributan berarti.
Dan ini cara yang dia lakukan yang tidak terpikirkan oleh siapapun sebelumnya:
Kompensasi sesuai aturan sudah pasti diberikan.
Itu standar. Itu kewajiban.
Tapi Jonan menambahkan satu hal yang tidak ada dalam aturan manapun:
"Setiap orang yang terdampak boleh mengusulkan satu anggota keluarganya untuk menjadi pegawai KAI."
Satu kalimat.
Tapi dampaknya luar biasa.
Bapak yang tanahnya tergusur bisa daftarkan anaknya kerja di KAI.
Ibu yang rumahnya dibongkar bisa daftarkan suaminya.
Kakak yang bangunannya ditertibkan
bisa daftarkan adiknya.
Asalkan masih satu Kartu Keluarga bebas.
Dan ini yang paling mengagumkan syaratnya sangat manusiawi:
Jonan tidak membuat syarat yang mempersulit.
Ijazah minimal SLTA.
Usia maksimal 40 tahun. Tes kesehatan. Selesai.
Dan kalau anggota keluarga pertama tidak lulus tes kesehatan boleh ganti dengan anggota keluarga lain dari KK yang sama sampai ada yang lulus.
Tidak ada birokrasi yang rumit.
Tidak ada uang pelicin.
Tidak ada koneksi yang diperlukan.
Dan ketika ada yang bilang ke Jonan bahwa dulu daftar kerja di KAI harus nyuap jawabannya langsung dan keras:
"Kalau ada yang nyuap laporkan ke saya."
20.000 lebih KK pindah.
Tanpa keributan.
Tanpa demo.
Tanpa protes panjang yang menghambat proyek.
Bahkan bukan hanya mau pindah mereka pindah dengan perasaan diuntungkan.
Karena sekarang ada anggota keluarga mereka yang punya pekerjaan tetap, penghasilan stabil, dan masa depan yang lebih jelas dari sebelumnya.
"Saya bilang:
saya tidak mengusir Anda.
Anda pergi tapi akhirnya keluarga Anda jadi pegawai di kami."
Dan ini konteks yang lebih besar yang perlu diingat:
Jonan mengambil alih KAI ketika perusahaan itu sedang merugi Rp83 miliar di tahun 2009.
Bobrok dari dalam.
Budaya suap merajalela.
Pelayanan buruk.
Aset tidak terurus.
Cara dia membangun double track ini mencerminkan cara dia memimpin secara keseluruhan:
fokus pada solusi nyata bukan prosedur kosong, hormati rakyat kecil sebagai manusia bukan sebagai hambatan proyek, dan bersihkan sistem dari dalam tanpa kompromi.
Hasilnya KAI berubah dari perusahaan yang merugi menjadi perusahaan yang sehat dan menguntungkan.
Jonan membuktikan satu hal yang menurut gue paling langka di Indonesia:
pemimpin yang cerdas tidak perlu memilih antara kepentingan proyek dan kepentingan rakyat.
Dengan sedikit kreativitas dan banyak empati keduanya bisa berjalan bersamaan.
20.000 KK ditertibkan.
500 kilometer jalur dibangun.
Dan ribuan keluarga yang terdampak justru mendapat pekerjaan yang tidak mereka bayangkan sebelumnya.
Bukan sulap.
Bukan keajaiban.
Hanya kepemimpinan yang benar-benar memikirkan manusianya bukan hanya angka proyeknya.
Dan yang paling menyedihkan: kisah seperti ini seharusnya jadi standar bukan pengecualian yang kita kagumi karena begitu jarang terjadi.
Harry Sufehmi retweeted
Replying to @brin_indonesia
Kasus konten Garuda Pancasila menjadi pengingat bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti pengetahuan dan ketelitian manusia.
Simbol negara, sejarah nasional, dan materi yang telah diatur dalam undang-undang tetap harus diverifikasi sebelum dipublikasikan.
Teknologi dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi tanggung jawab atas akurasi informasi tetap berada pada manusia yang menggunakannya.
#KritisTanpaMembenci
#bhinnekaone
Harry Sufehmi retweeted
Replying to @RWWReborn
AI adalah alat bantu, bukan pengganti tanggung jawab manusia. Hasil yang diberikan AI tetap perlu diverifikasi sebelum dipublikasikan, terutama jika menyangkut sejarah , simbol negara, data, atau informasi publik. Teknologi dapat mempercepat pekerjaan, tetapi ketelitian dan akurasi tetap menjadi tanggung jawab penggunanya.
@brin_indonesia
#KritisTanpaMembenci
Harry Sufehmi retweeted
Peristiwa yang menimpa #HamadIzanWadi , bocah 8 tahun asal Lombok Timur yang diduga meniru aksi berbahaya yang dilihatnya dari konten digital, menjadi pengingat bahwa tidak semua yang terlihat menarik di layar aman dilakukan di dunia nyata.
#bhinnekaone
#kritistanpamembenci
Harry Sufehmi retweeted
Ketika membahas ancaman terhadap anak di ruang digital, perhatian publik sering tertuju pada judi online.
Padahal ada banyak risiko lain yang juga perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari cyberbullying, predator online, radikalisme digital, hingga peniruan konten berbahaya.
#KritisTanpaMembenci
#bhinnekaone
Harry Sufehmi retweeted
1. Perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar dalam masyarakat demokratis.
Namun yang perlu menjadi perhatian adalah ketika ruang digital berubah menjadi tempat menyebarkan kebencian, merendahkan orang lain, atau memproduksi konten yang bertujuan mempermalukan pihak yang berbeda pandangan.
#KritisTanpaMembenci
#bhinnekaone
This.
Menteror kritik = instan
Lawan judol = .... – at Tanah Abang, Indonesia
Replying to @minelixiouss @hrdbacot
Kenapa ngebungkam rakyat cepet banget tapi ngeberantas judol lama bener
Harry Sufehmi retweeted
Maximum alert on the Flotilla!
Israel has been given license to threaten, kidnap and shoot at civilians ALSO in int'l waters!
Welcome to Apartheid without Borders - soon to be Apartheid Mediterranean Consortium.
Shame on the EU, its main enabler in this part of the world.
Harry Sufehmi retweeted
INGAT NAMA MEREKA:
Andi Angga Prasadewa (Angga)
Rumah Zakat @rumahzakat — Kapal Josef
Bambang Noroyono (Abenk)
Republika @republikaonline — Kapal Bora Alize
Thoudy Badai Rifan Billah (Thoudy)
Republika — Kapal Ozgurluk
Andre Prasetyo Nugroho (Andre)
Tempo @tempodotco — Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (Heru)
inews @officialinews_ — Kapal Ozgurluk
SOS!
Sumber: Instagram @globalpeaceconvoy
Tipikal cowok lemah mental memang pada seperti ini - tidak kuat menghadapi perempuan. Lalu responsnya adalah main kasar.
Ya karena memang terlalu tolol. Tidak mampu untuk memikirkan solusi lainnya.
Nyaris dibakar oleh [mantan] suami sendiri. Sekujur tubuh sudah disiram 1 jeriken minyak tanah, api sudah disulut dan ditodongkan di pinggir pipi.
Saat itu saya sudah pasrah akan mati. Tetapi teman saya yang ada saat kejadian berteriak, "Jangan, X! Nanti kamu masuk penjara!"
X memadamkan api. Ia lebih takut masuk penjara daripada takut istrinya mati.
Kejadian itu sudah belasan tahun berlalu, luka melepuh akibat minyak tanah di payudara sudah berangsur sembuh.
Namun, lebih banyak luka di dalam sini. Luka-luka yang tak akan bisa diobati ... oleh kematian sekalipun.




















