Negara ini udah sakit dari semua aspek. Dari pejabat tinggi sampai bawah korupsi, penipuan, kriminal, gak beda jauh kayak jaman jahiliyah. korbannya rakyat kecil yg hidupnya melarat.
Gk heran kalau negeri ini hancur nantinya, entah karena keserakahan atau digulung oleh bencana
900 petani Jember dikasih tau:
"kasih KTP, KK, akta nikah, buat urus bansos."
Dikasih Rp200-250 ribu sebagai "terima kasih."
Yang kejadian: identitas mereka dipakai buat ngajuin KUR Mikro ATAS NAMA MEREKA.
Begitu cair, buku tabungan dan ATM langsung diambil alih si "petugas".
PIN-nya diseragamin semua biar gampang dikuras bareng-bareng.
Petani-petani ini sekarang tercatat py utang KUR ke bank, padahal duitnya enggak pernah mereka pegang sepeser pun.
Yang bikin ini bukan penipu jalanan biasa: ini melibatkan Pemimpin Cabang BNI Jember sendiri (inisial MFH), yang tau kreditnya bodong, tau syaratnya enggak kepenuhi, tapi tetep merintahkan "proses aja" , biar performa kredit cabangnya keliatan sehat di mata kantor pusat.
Bank yang katanya (kutip taglinenya sendiri) "melayani negeri", pucuk cabangnya malah nyulap 900 identitas rakyat kecil jadi alat nutupin data kredit macet biar dianggap berprestasi.
Kerugian negara: Rp41,4 miliar (audit BPKP).
Tersangka sekarang 4 orang.
MFH sendiri malah lagi jalanin pidana lain di Lapas Jember , jadi kasus KUR fiktif ini jalan paralel sambil dia di penjara buat kasus lain.
Bansos dijanjiin, KTP diminjem, utang ditanggung petani, duit dikorupsi orang dalam bank negara.
Ini bukan kredit macet biasa , ini korupsi berjamaah yang korbannya sengaja dipilih dari orang yang paling enggak punya daya buat ngelawan.
Dugaan saya lebih duluan tutup BPJS daripada program ini
This Post is from a suspended account. Learn more
Gak sadar pakai kaos polo biru dongker dan masuk ke gramedia.
Beberapa kali disamperin bapak2 yg mau belanja.
Malu bgt 馃槥
Sadar atau nggak, kita seperti dimiskinkan secara terstruktur..
Ditengah kekacauan pengelolaan negara kayak sekarang (dollar, BBM, listrik, BPJS, dll), yang punya pekerjaan tetap aj seperti gk mampu lg memenuhi kebutuhan, apalgi yg menengah ke bawah yg penghasilan tidak menentu.
Bagi kalian yg selama ini terbiasa pengeluaran kesehatan dari kantong pribadi tanpa menggunakan asuransi (Out of Pocket) siap2 untuk lebih bijak.
Alat dan bahan medis di indonesia sebagian besar impor, bahkan obat2an yg diproduksi disini pun bahan bakunya dari luar.
Klinik2 terpaksa akan menyesuaikan harga kedepannya atau kolaps.
Bagi klinik yg pakai BPJS, mereka juga akan mempertimbangkan jenis dan kualitas layanan yg mampu mereka berikan dgn biaya kapitasi yg sangat rendah yg didapatkan dari bpjs.
Bentar bentar, yang sebelah kiri kayak gak asing 馃
This Post is from a suspended account. Learn more



















