
ALT Anies Baswedan berdiri di aula Guildhall, London, tersenyum sambil memegang bingkai panjang berisi sertifikat Freedom of the City of London. Sertifikat itu bertulisan kaligrafi dengan segel merah. Di belakangnya tampak langit-langit lengkung batu, jendela-jendela tinggi, dan lampu gantung bercahaya jingga.

ALT Anies Baswedan dan Fery Farhati berdiri berdampingan di depan dinding batu bangunan Guildhall, London. Keduanya tersenyum ke arah kamera. Di sebelah kanan mereka terpasang papan hitam bertuliskan "Guildhall, City of London, 71 Basinghall Street" dengan lambang City of London berupa perisai salib merah. Anies mengenakan setelan jas biru tua, sedangkan Fery Farhati mengenakan busana dan kerudung putih dengan selendang batik cokelat.

ALT Anies Baswedan berdiri di antara dua pejabat City of London. Satu mengenakan jubah merah bertepi bulu, satu lagi bergaun hitam dengan wig putih. Ketiganya memegang sertifikat Freedom berbingkai di depan dinding yang dipenuhi bingkai dokumen bersejarah.

ALT Anies Baswedan dan Fery Farhati berdiri berdampingan sambil memegang sertifikat Freedom of the City of London di aula Guildhall yang beralas karpet merah. Fery Farhati mengenakan busana dan kerudung putih dengan selendang batik cokelat. Di belakang mereka tampak jendela tinggi dan lampu gantung.

ALT Anies Baswedan bersama Prof. Timothy Power dan Prof. Paul Chaisty berdiri berdampingan dan tersenyum di trotoar, di samping dinding batu dengan plakat perunggu bertuliskan "St Antony's College" dan lambang kampus. Di belakang mereka tampak pepohonan bernuansa musim gugur dan jalan raya.

ALT Anies Baswedan makan siang dan berdiskusi bersama jajaran pimpinan University of Oxford di St Antony's College. Mereka duduk mengelilingi meja panjang bertaplak putih yang tertata gelas, cangkir, dan roti, di ruang berdinding bata putih. Anies tampak sedang berbicara, sementara yang lain menyimak.


























