Dilla retweeted
Sedih melihat pendidikan cuma jadi tangga menuju gaji besar. Apalagi ketika banyak orang bahkan sibuk memikirkan besok makan apa. Learning should be a joy, but capitalism makes us treat education as an investment to survive, not a chance to understand the world.
Dilla retweeted
Pov: You wake up at 5am to study and realize you realize you should have started studying in 1955.
Dilla retweeted
As SOON as you begin to love something, PRAY that it doesn't become your test. Pray that you never lose it. Thank Allah constantly for it and make sure your love for Allah is greater than your love for that thing.
Dilla retweeted
When someone says “I love you” but Dostoevsky said:
“I dreamed of you before I ever met you, and when I finally did, it was as if I had known you all my life”
Dilla retweeted
Menurutku, salah satu privilege terbesar itu bukan lahir dari keluarga kaya. Tapi lahir di keluarga yang akur.
Absolute facts! Uang bisa dicari, karier bisa
dibangun, tapi ketenangan mental yg lahir dari rumah itu gak bisa dibeli pakai uang. Emotional safety dari keluarga yg akur adalah fondasi buat tumbuh jadi perempuan yg secure, waras, dan gak haus validasi di luar.
Terimaksih buat orangtuaku yg selalu mengajarkan tentang “meminta tolong, mengucapkan terimaksih, dan meminta maaf”.
Dilla retweeted
BI capek capek menciptakan BI-Fast dan QRIS supaya transaksi keuangan murah buat rakyat. ehhh pemerintah datang mau minta pajak.
Dilla retweeted
“Do you realize how rare it is to find someone who sees the world the same way you do, even if only for a single night?”
— Fyodor Dostoevsky, White Nights
Dilla retweeted
Tren “stop the wedding” bikin banyak orang takut nikah. Padahal yang perlu di-stop itu hubungan toxic, bukan pernikahan itu sendiri.
Asli, banyak banget cuy bahas ubi ketimbang eksplorasi pov mido lebih jauh. Jelek banget jelek 😭
Dilla retweeted
In English, we say,
"I wish we never met"
But in Poetry, we say,
"My sky was so colorful after the they we met. At first it was fuschia, next day it was magenta. But if you ask me what color I loved the most, well, I wish it stayed blue."
Salah satu prinsip yang diajarin orangtuaku, "Kalau iya bilang iya. Kalau engga bilang engga. Kalau suka bilang suka. Kalau ngga suka bilang ngga suka." Lebih baik ngasi orang kepastian meski menyakitkan, dibanding ngasi harapan padahal mah pembohongan 💔



























