Fahri Hamzah News (@kawanFH) header
Fahri Hamzah News (@kawanFH) profile picture

Kabar kegiatan & opini @fahrihamzah dalam berita, grafis, audio & video. Dioperasikan tim.

Joined January 2010
Photo by Fahri Hamzah News (@kawanFH)Photo by Fahri Hamzah News (@kawanFH)Photo by Fahri Hamzah News (@kawanFH)Photo by Fahri Hamzah News (@kawanFH)Photo by Fahri Hamzah News (@kawanFH)Photo by Fahri Hamzah News (@kawanFH)Photo by Fahri Hamzah News (@kawanFH)Photo by Fahri Hamzah News (@kawanFH)Photo by Fahri Hamzah News (@kawanFH)
Rumah terus dibangun, tapi kenapa rakyat makin susah punya rumah? 🎥 Cuplikan bincang seru Wakil Menteri Perumahan (Wamen PKP) @Fahrihamzah dengan Fariz Gamal Tonton video lengkapnya bisa ditonton disini 👇🏻 youtu.be/e7pxwU2Tkyk?si=8En3… #fahrihamzah
1
2
430
🎥Pernyataan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) @Fahrihamzah kepada media usai bertemu dengan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubowono X, Selasa (14/7) #fahrihamzah
1
141
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) @Fahrihamzah bertemu dengan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubowono X di Kompleks Kepatihan pada Selasa (14/7). Keduanya membahas penataan kawasan dan penyediaan perumahan layak untuk masyarakat. #fahrihamzah
2
128
MESIN ETOS BANGSA: Dari Pasal 33 ke Pelembagaan Ekonomi Kerakyatan (Tulisan @Fahrihamzah dalam rangka Hari Koperasi) Pasal 33 tidak hanya menempatkan koperasi sebagai pilihan, melainkan sebagai pilar inti yang tanpa itu konstitusi ekonomi kita akan roboh fahrihamzah.id/mesin-etos-ba…
255
Dalam sebuah orkestra, setiap instrumen memainkan peran yang berbeda. Tidak semua menghasilkan bunyi yang sama. Cara baca seperti itu tampaknya lebih membantu untuk memahami apa yang sedang terjadi hari ini. @Fahrihamzah Read more : fahrihamzah.id/orkestra-prab…
1
1
57
MBG lahir dari salah satu gagasan paling mulia yang pernah dimiliki negara. Tidak ada bangsa yang dapat menjadi besar jika anak-anaknya tumbuh dalam keadaan kekurangan gizi. @Fahrihamzah Baca lebih lanjut: fahrihamzah.id/memperbaiki-m…
3
1
52
Kita hidup dalam zaman yang dipenuhi informasi tetapi miskin perspektif. Setiap hari kita mengetahui apa yang sedang terjadi. Kita mengetahui siapa yang bertengkar dengan siapa. Kita mengetahui kontroversi terbaru. fahrihamzah.id/2045-seni-mem… Oleh @Fahrihamzah
1
48
Fahri Hamzah News retweeted
Selamat Senin pagi. Tebak, mana kakanda dan mana adi da? 😀🩵❤️
147
11
16
78
15,759
Fahri Hamzah News retweeted
Jumpa ketua DEN pagi ini menyerahkan 2 buku saya #TrilogiKesejahteraan dan #IMSP2045 . Menarik mendiskusikan bahwa masa depan ekonomi kita ada pada integrasi digital yang diperkuat oleh AI. Sehat selalu pak Luhut. 🙏🙏
88
19
8
47
13,160
MBG DAN CITA-CITA PRABOWONOMICS Anak-anak Indonesia masih menunggu. Dan mereka menunggu bukan hanya makanan di piring mereka, tetapi juga masa depan yang disiapkan dg sungguh2 oleh negara yang benar2 mencintai mereka. Itulah Prabowonomics. @Fahrihamzah fahrihamzah.id/mbg-dan-cita-…
54
Dunia Sedang Sulit, Indonesia Tetap Melaju Di tengah dunia yang sedang tidak baik-baik saja, ini adalah pencapaian yang tidak boleh dianggap remeh. Apapun, kerja kabinet, khususnya tim ekonomi harus dihargai. Oleh @Fahrihamzah fahrihamzah.id/ekonomi-indon…
1
64
Fahri Hamzah News retweeted
Kemarin saya berkesempatan diundang oleh walikota Yogyakarta untuk menyaksikan normalisasi kali code yang terkenal itu. Saya mendukung ini menjadi contoh dalam penataan kawasan sungai dan sekitarnya. Karena Indonesia bermula dari peradaban pesisir. Terima kasih Pak walikota!
5
4
1
16
3,068
Padahal, tidak ada bangsa yang pernah mencapai kebesaran dengan terlebih dahulu meminta izin kepada dunia. Mereka menjadi besar karena berani memandang dirinya sebagai bangsa yang layak menjadi besar fahrihamzah.id/berhentilah-m…
BERHENTILAH MENYALAHKAN DIRI SENDIRI, APALAGI MEMINTA IZIN UNTUK MAJU! Fahri Hamzah Politisi, Alumni Universitas Indonesia, Mantan Wakil Ketua DPR RI. Ada satu gejala yang selalu muncul setiap kali Indonesia mencoba melangkah lebih jauh. Bukan kritik terhadap detail kebijakan. Bukan perdebatan tentang angka. Bukan pula perbedaan pandangan yang wajar dalam demokrasi. Yang muncul adalah sesuatu yang lebih dalam: keraguan terhadap kemampuan bangsa ini sendiri. Kita melihatnya berulang-ulang dalam sejarah. Pada awal kemerdekaan, kita meragukan diri: apakah bangsa ini bisa merdeka? Apakah bahan baku untuk menjadi sebuah republik sudah cukup? Belanda dan Eropa terus meragukan kita didukung segelintir orang yang percaya bahwa kita belum siap—sehingga klaim Belanda dan sekutu untuk kembali disertai tindakan nyata: agresi militer berkali-kali. Di fase pertengahan Orde Baru, ketika Indonesia ingin membangun industri strategis, muncul suara yang mengatakan kita belum mampu. Ketika Indonesia ingin menguasai teknologi, muncul suara yang mengatakan lebih baik membeli dari luar. Lalu selanjutnya sampai sekarang, ketika Indonesia ingin mengolah sumber daya alam sendiri, muncul suara yang mengatakan pasar akan menghukum. Ketika Indonesia ingin memainkan peran lebih besar di panggung internasional, muncul suara yang mengatakan kita sebaiknya tidak terlalu percaya diri. Pola ini begitu konsisten sehingga sulit dianggap sebagai kebetulan. Perdebatan terbaru mengenai diplomasi Presiden Prabowo sebenarnya memperlihatkan gejala yang sama. Di satu sisi, ada pandangan yang melihat aktivitas diplomasi Presiden sebagai bagian dari upaya menempatkan Indonesia dalam konfigurasi dunia yang sedang berubah. Dunia hari ini tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh satu atau dua kekuatan besar. Negara-negara menengah (middle powers) mulai mencari ruangnya sendiri. Dalam konteks itu, Indonesia bukan sekadar peserta dalam percaturan global, melainkan calon pemain yang semakin diperhitungkan. Di sisi lain, muncul kritik yang mempertanyakan efektivitas, biaya, frekuensi perjalanan, dan hasil konkret dari diplomasi tersebut. Kritik seperti ini penting. Demokrasi membutuhkan pengawasan. Setiap kebijakan publik harus dapat dipertanggungjawabkan. Tetapi yang menarik justru bukan perbedaan pendapatnya. Yang menarik adalah bagaimana sebagian dari kita begitu cepat berasumsi bahwa langkah keluar Indonesia pasti berlebihan, terlalu ambisius, atau berpotensi gagal. Seolah-olah menjadi negara besar adalah sesuatu yang pantas bagi bangsa lain, tetapi tidak sepenuhnya pantas bagi Indonesia. Padahal, sejarah menunjukkan bahwa hampir semua negara yang kemudian menjadi kekuatan besar terlebih dahulu membangun jaringan pengaruh internasionalnya. Amerika Serikat tidak menjadi kekuatan global hanya karena ukuran ekonominya. Ia membangun aliansi, institusi, pasar, dan pengaruh politik selama puluhan tahun. China tidak menjadi pemain utama dunia hanya karena jumlah penduduknya. Ia membangun hubungan ekonomi, investasi, teknologi, dan diplomasi secara sistematis selama beberapa dekade. Turki, India, Korea Selatan, bahkan negara kecil seperti Singapura memahami bahwa masa depan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi di dalam negeri, tetapi juga oleh kemampuannya memengaruhi lingkungan strategis di luar dirinya.
98
Fahri Hamzah News retweeted
Perkuat lembaga Legislatif!
28
14
4
41
5,659
Fahri Hamzah News retweeted
Mari kita terus doakan para petugas lapangan kita dari TNI/POLRI/BNPB/ dll #Pray4Sumatera
35
19
5
69
6,876
Fahri Hamzah News retweeted
Kita terus harus menuntut anggota @DPR_RI dan @DPDRI untuk tetap mengawasi jalannya pemerintahan. Karena mereka dipilih dan digaji serta di beri hak imunitas untuk itu. 🙏🙏
90
27
12
87
18,047
Dialog Wamen PKP @Fahrihamzah bersama Elshinta jelang 1 tahun pemerintahan #prabowogibran. Mulai awal mula Satgas Perumahan, target penyediaan rumah untuk rakyat, koordinasi lintas K/L, permasalahan dan pencapaiannya. youtu.be/YVIozkFUmD4?si=cO6v…
1
248
Fahri Hamzah News retweeted
17
12
9
47
21,231