Pinned Tweet
Ternyata, dari sekian banyak sakit hati akibat pertemanan, ditinggal teman [dekat] meninggal dunia itu paling sakit ya...
SETIAP/SEMUA TRANSAKSI btw, parah banget. Dzalim dan serakah bgst.
Padahal gak ada ekspektasi sama sekali (karena gak baca bukunya juga), tapi kecewa banget sama film Laut Bercerita.
Ini film apaan bjir... ini mah mainan aktivis-aktivisan. mana banyak temen yang bilang "takut/gak berani karena nyenggol rezim" bro THEY ARE THE REZIM.
Ini film Laut Bercerita salah setting tahun kali, masa:
- mahasiswa aksi diculik, dipukul
- media lokal ga mau tayangin demo, cuma tenang2 aja
- takut sama buku
- Aksi demo lebih diberitain sama media asing
- Disebut juga antek antek asing
Ini mah 2026 , masa 1998.
Bee retweeted
ayo bikin walking tour tanpa embel2 sejarah atau poverty porn atau biaya keikutsertaan dan tentunya tidak insightful
yang penting jalan bareng2 menuhin trotoar daripada dipake jadi jalan motor atau tempat parkir
anyway sebelum ada yang salah paham, aku enjoy sama pengalaman nontonnya (karena nobar sama temen-temen) dan aku juga suka dengan hikmah 'perjuangan'nya (karena orang indo gak bisa bedain moral value fiksi/film sama dunia nyata)
cuma bilang kalau filmya gak bagus dan gak jelas.
Bee retweeted
"fuck it we ball" is for stress about the future, "it is what it is" is for stress about the past and "this too shall pass" is for stress about the present
Bee retweeted
Bitter kali ya gue, but i hate how performative activism di Indonesia. Kalian tuh sukaa bgt meromantisasi dan jadiin acitivism itu sebagai estetika, jd branding, suka banget dengan hal2 simbolik dan berlindung dibalik kata "ini lagi bangun awareness". Aktivisme cuma jadi bumbu.





















