Pinned Tweet
k,kwooncconan y-yyangit yyan athan m,mwenjadi c-ccebwuah t,twakdiy cinta kkicca, m-mwenjadikan hampayyan bwahwa ccakcci inyi, sseccaya ccinalan ulccyafweng yyan muyai ddinyawungi o,oyeh c-cyanbewwic cinta kkicca m-mwenjjadi nywata-! a,athwu p-pwelcembahkan uncwuk mu t-thayyaann-!
cc retweeted
Pov: You wake up at 5am to study and realize you realize you should have started studying in 1955.
Replying to @txtruangpodcast
SETUJUUUU, sama video bu annete ini menurut gue juga daging bgt semua problem disebut alias orang gabisa belaga gangerti lagi. Sampe gua bikin sw 2 video ini✌
cc retweeted
let me tell you, BPJS itu lahir karena gerakan massa dan perjuangan PANJANG dari rakyat, dari para buruh, dari perjuangan kolektif selama BELASAN TAHUN. BPJS itu lahir dari hasil demonstrasi.
demi allah pemerintah jahat banget kalo sampai beneran ngotak ngatik program yang lahir dari perjuangan rakyat. untuk ngetes suatu program beneran BERJALAN dengan lancar itu butuh waktu yang lama, ga bisa keliatan dalam waktu 1/2 bulan
lu mau tanggung jawab kah wok kalo program klinik kesehatan koperasi merah putih lu itu ga berjalan lancar? lu mau tanggung jawab kah kalo ternyata dengan lu MENGACAK NGACAK sistem BPJS, lu lakuin efisiensi ke sektor kesehatan, ternyata makin ngebuat rakyat kecil makin sulit? kalo ternyata banyak orang yang meninggal karena sistem pemerintahan lu ga jelas?
demi allah ini urusan NYAWA manusia. lu kira yg berobat make BPJS itu org org yg cuman demam biasa? banyak orang orang yang sekarat diluar sana yang berharap bisa sembuh dengan BPJS.
ga semua sektor bisa lu otak atik, ga semua hal bisa lu RAKYAT RAKYATIN. biadab, fuck u @prabowo
ya allah katanya doa org yang didzalimi itu gampang diijabah, tp kenapa ga kejadian2
Prabowo Subianto is right to aspire to better growth for his country. Unfortunately for Indonesia, the main obstacle to fulfilling that potential is the president himself economist.com/leaders/2026/1…
cc retweeted
Prabowo Subianto is right to aspire to better growth for his country. Unfortunately for Indonesia, the main obstacle to fulfilling that potential is the president himself economist.com/leaders/2026/1…















