๐๐ง๐๐ retweeted
Pedagang cermin, Bambang Kurniawan (60) tewas dikeroyok sekelompok orang tak dikenal di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Kejadian tragis ini berlangsung saat kericuhan setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026) malam.
โDia enggak tahu apa-apa, langsung dia dibawa,โ kata Yoga, warga sekitar, di Pejompongan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).
Baca selengkapnya: suara.com/news/2026/08/28/15โฆ
#BambangKurniawan #demo27Agustus2026 #korban RF
๐๐ง๐๐ retweeted
ALERTA ALERTA ๐จ
1 ORANG TERKONFIRMASI MD PADA AKSI 27 AGUSTUS KEMARIN โผ๏ธโผ๏ธโผ๏ธ
- Bambang Setiyawan (59)
- Ditemukan dlm kondisi mengenaskan setelah diseret dan dikeroyok menggunakan tongkat kayu oleh sekumpulan massa dari pihak tertentu, lalu sempat dibawa ke RS Pelni namun tidak selamat sekitar pukul 23.00 (27/8/26)
- Kejadian tsb terekam oleh salah 1 warga
- Terduka pelaku: Parc*k/ Gr*b Jaya
INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN
๐ฅ๐ฅ๐ฅ
๐๐ง๐๐ retweeted
Btw itu yg diambil sama polisi namanya Hafidz Haernanda, beliau Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI 2026. Polisi kayaknya emang udah ngincer karena dia vokal dan beberapa kali jg di TV.
Tolong yg di lapangan update kabarnya terus ya ๐๐
๐๐ง๐๐ retweeted
Kasar ya mainannya kayak gini..
Yang kaos hitam terpantau kayaknya intel ya? ๐
#RebutKemerdekaan
๐๐ง๐๐ retweeted
true, ga ada satu kata pun dalam sesi doa tadi yg mendoakan korban gempa NTT
menag:
"kami bersyukur, di bawah pemerintahan prab-gib tercapai puncak kerukunan agama tertinggi, 77,85 %"
"seandainya engkau hanya menerima 1 doa, maka kabulkanlah doa pemimpin negri kami krn doanya pasti berdampak bagi seluruh bangsa"
This quoted post is unavailable.
๐๐ง๐๐ retweeted
"He Survived 98, 08, and 20. But not today".
17th is live!
February's MSCI rebalance left gaps across the JCI, from big banks to conglomerates and many other names. One of the oldest sayings in the market is that gaps eventually get filled. But more than a year later, $BBCA, $BMRI, and $BBRI still haven't closed theirs. $BUMI and several of the market's recent high-flyers are in the same position. So, will the MSCI gaps eventually get filled?
Meanwhile, Bank Indonesia has lost Perry Warjiyo after more than 4 decades at the central bank. His departure came just after BI surprised the market by holding rates while the rupiah hovered near record lows. Destry Damayanti now steps in as acting governor. How much does policy credibility actually matter for the Rupiah?
The full breakdown is in this week's letter. Check the link in our bio.
#MeridianResearch
๐๐ง๐๐ retweeted
Di halaman depan Koran Kompas, ada foto ironis seperti ini.
"Menyantap Menu MBG di Sekolah yang Rusak."
๐๐ง๐๐ retweeted
โผ๏ธalerta
Ada orang lagi nongkrong malah dipukulin sampe berdarah2 gara-gara ada yg ngomporin.
Ini masalah serius, persekusi kek gini bisa kena ke siapa aja. Kalian yg straight jg bisa kena
๐๐ง๐๐ retweeted
Ada yang mau ancam2 saya, karena Twit tentang Dody Menteri PU.
Ini sudah jelas pelanggaran data pribadi, sampai tahu data KK. Bahkan lokasi device saya saat ini.
Saya cek nomor yg WA terhubung dengan website ini
mohon perhatian @CCICPolri data warga diretas begini.
๐๐ง๐๐ retweeted
Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya.
Saya sedang draft somasi dan akan kirim balik sebagai jawaban ๐
๐๐ง๐๐ retweeted
> program nasional
> satu daerah satu sentra layanan, untuk efisiensi
> sentra bikin asosiasi, untuk koordinasi
> sentra punya bargaining power
> sentra buat tuntutan
> sentra ancam mogok
selamat kita telah menciptakan satu lagi institusi ekstrak rente nasional ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ
ancaman asosiasi pengusaha mitra MBG
- ancam "gembok nasional,
- gembok dapur secara nasional" di seluruh indonesia
- merasa dikesampingkan dalam pengambilan keputusan meski sudah pegang sk resmi & investasi besar bangun fasilitas dapur
- komplain BGN tidak patuh perpres no.115/2025 soal tata kelola MBG
- insentif tidak tepat waktu
- duga aturan "didegradasi" usai pimpinan lama bgn jadi tersangka
- ancaman akan direalisasikan kalau tata kelola tidak dibenahi sampai 17 agustus
๐๐ง๐๐ retweeted
Ada orang nyimpen emas 74 Kg setara ratusan miliar cuma diem di lemari.
Di belahan bumi lain ada orang berangkat kerja keburu-buru dan membahayakan diri sendiri supaya ga kena potongan telat 10 ribu rupiah ๐
๐๐ง๐๐ retweeted
biggest rivalries of the world cup
- messi / ronaldo
- ancelotti / endrick
- haaland / gabriel
- ronaldo fans / reality
- mbappe / a paraguayan senator
๐๐ง๐๐ retweeted
Japan started very well with rapid agression but simply couldn't survive the onslaught of a superior foe and two deadly strikes
Germany dominated but couldn't break through a stubborn numerically superior defense
Italy didn't even show up
๐๐ง๐๐ retweeted
Ini nggak bener ya, guys. Justru salah satu alasan kenapa Sensus Ekonomi belum sepenuhnya dilakukan secara online adalah untuk meminimalkan praktik seperti ini. Makanya pendataan dilakukan door to door oleh petugas yang sudah direkrut dan dilatih.
Kalau memang menemukan praktik petugas mengisi sendiri tanpa wawancara atau memalsukan data, jangan didiemin. Langsung laporkan ke kantor BPS terdekat. Memang pengawasannya nggak mungkin 100%, tapi tiap daerah ada mekanisme monitoring. Pegawai BPS, PML, sampai koordinator lapangan rutin turun untuk mengecek apakah pendataan dilakukan sesuai SOP. Masalahnya, jumlah mereka juga terbatas sehingga tidak semua petugas bisa diawasi setiap saat.
Perlu dibedakan juga, mitra BPS itu beda dengan sekadar "orang yang ditunjuk". Mereka tetap melalui proses seleksi, pelatihan, dan evaluasi. Memang di banyak daerah diupayakan merekrut orang yang mengenal wilayah setempat supaya responden lebih nyaman saat diwawancarai, tapi bukan berarti siapa saja bisa langsung jadi petugas.
Makanya kemarin saya juga sempat menyuarakan kekhawatiran ketika ada wacana jalur afirmasi yang berpotensi diisi oleh orang-orang dengan afiliasi politik tertentu. Terlepas dari siapa pun orangnya, proses rekrutmen petugas statistik harus tetap menjaga profesionalisme dan independensi. Jangan sampai kepercayaan publik terhadap sensus justru turun karena hal-hal seperti ini.
Dan satu lagi, yang sering saya sampaikan: kualitas kebijakan sangat bergantung pada kualitas data. Selama responden memberikan jawaban yang jujur dan proses pendataannya dilakukan sesuai SOP, kita punya fondasi data yang kuat. Soal bagaimana data itu kemudian ditafsirkan atau dijadikan dasar kebijakan, itu sudah menjadi tanggung jawab para pengambil kebijakan. Data tidak bisa bohong, tapi penggunanya bisa.
Kritik kebijakan tetap perlu, tapi jangan sampai kita ikut merusak kualitas data yang nantinya juga akan dipakai untuk mengevaluasi kebijakan itu sendiri. Dan kalau ada hal-hal seperti ini di lapangan, jangan langsung menggeneralisir bahwa semua pasti demikian. Banyak kok yang benar-benar turun lapangan, melewati jalan-jalan rusak, menyeberangi lautan untuk bisa dapat data yang akurat.
This quoted post is unavailable.
๐๐ง๐๐ retweeted
Saya pernah kerja di BPS. Bapak saya lebih lama lagi, hampir 30 tahun jadi petugas lapangan. Jadi saya cukup tahu gimana asam garamnya ngumpulin data di lapangan.
Bapak saya sendiri pernah dikejar pakai golok waktu lagi nyacah sampai harus berlindung di rumah kepala desa. Belum lagi daerah-daerah 3T dan remote dengan akses yang luar biasa sulit. Coba search aja kondisi jalan di Balaesang Tanjung misalnya. Jadi memang ada banyak petugas yang mempertaruhkan tenaga, waktu, bahkan keselamatannya demi ngumpulin data.
Apakah ada oknum yang curang? Ada. Saya juga nggak menampik itu. Ada yang nggak benar-benar mendatangi responden atau melanggar SOP. Tapi jangan karena ulah segelintir orang, lalu disimpulkan seolah-olah semua petugas melakukan manipulasi data.
Di BPS sendiri ada mekanisme quality control untuk mendeteksi anomali. Setelah pengumpulan data, hasil kerja petugas nggak langsung diterima begitu saja. Ada proses pemeriksaan oleh pengawas, validasi, sampai pengolahan data. Kuesioner dan sistem pengolahannya memang dirancang untuk membantu mendeteksi isian yang janggal atau tidak konsisten, sehingga data yang masuk bisa dievaluasi lebih lanjut.
Apakah sistemnya sempurna? Tentu tidak. Masih ada ruang untuk diperbaiki. Tapi mengatakan bahwa mayoritas petugas mengisi sendiri tanpa turun ke lapangan juga menurut saya perlu dibuktikan, bukan sekadar berdasarkan asumsi atau pengalaman dengan segelintir oknum.
Kalau penasaran bagaimana proses data statistik resmi dihasilkan, mulai dari pengumpulan sampai pengolahan, bisa cek video di-reply.









































