Under-reported, karena biasanya keluarga lebih milih ngakunya meninggal karena sakit, bukan bunuh diri. Sementara yg reported as bunuh diri, kadang dijadiin buat "menutup" kasus seseorang.
Not gonna say where, who or what, tapi kalo pernah nanganin kasus bunuh diri pasti pernah nemu at least 1-2 kasus yg kek gue tulis diatas.
๐จ๐ป prasaja ใใฉใน retweeted
Complaining is what kept us away from having to live like this, you third world retard
๐จ๐ป prasaja ใใฉใน retweeted
Watched โClayface.โ I wasnโt familiar with the character from DC, but I enjoyed the film. Iโve always loved the science fiction films of the 1950s and โ60s, particularly those about lonely men who gradually transform into something monstrous through scientific experiments, accidents, clinical trials, and the like. Richard Mathesonโs novel โThe Shrinking Manโ (1956), and films such as โThe Flyโ (1958) and โ4D Manโ (1959). The facial disfigurement also reminded me of โEyes Without a Faceโ (1959), โThe Face of Anotherโ (1966), and โThe Skin I Live Inโ (2011). As a body horror film, โClayfaceโ will undoubtedly be compared to โThe Flyโ (1986) and โThe Substanceโ (2024). But this is the story of a method actor who can become anyone through his performances, only to suffer a disfiguring facial injury and eventually gain the extraordinary ability to physically transform into anyone. Whether you see it as the story of a man who takes his revenge and descends into villainy, or as a tragedy, changes the very face of the film. While I was there, I also picked up a reprint of the original theatrical pamphlet for โThe Man Who Stole the Sun.โ
โ๐๐ฉ๐ฆ๐ฏ ๐ข ๐ฉ๐ถ๐ด๐ฃ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ฅ๐ช๐ฆ๐ด, ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ธ๐ช๐ง๐ฆ ๐ช๐ด ๐ค๐ข๐ญ๐ญ๐ฆ๐ฅ ๐ข ๐ธ๐ช๐ฅ๐ฐ๐ธ. ๐๐ฉ๐ฆ๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ด ๐ฅ๐ช๐ฆ, ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ค๐ฉ๐ช๐ญ๐ฅ ๐ช๐ด ๐ค๐ข๐ญ๐ญ๐ฆ๐ฅ ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ฑ๐ฉ๐ข๐ฏ. ๐๐ถ๐ต ๐ธ๐ฉ๐ฆ๐ฏ ๐ข ๐ค๐ฉ๐ช๐ญ๐ฅ ๐ฅ๐ช๐ฆ๐ด, ๐ต๐ฉ๐ฆ๐ณ๐ฆ'๐ด ๐ฏ๐ฐ ๐ธ๐ฐ๐ณ๐ฅ ๐ง๐ฐ๐ณ ๐ช๐ต. ๐๐ฆ๐ค๐ข๐ถ๐ด๐ฆ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฑ๐ข๐ช๐ฏ ๐ช๐ด ๐ฃ๐ฆ๐บ๐ฐ๐ฏ๐ฅ ๐ธ๐ฉ๐ข๐ต ๐ธ๐ฐ๐ณ๐ฅ๐ด ๐ค๐ข๐ฏ ๐ค๐ข๐ณ๐ณ๐บ.โ
่ฟไนๅคๅนดไปฅๆฅๆไธ็ดไปฅไธบๆฏไนฆ็ญพ๐ณ
Readers added context they thought people might want to know
็ฌ่ฎฐๆฌไธญ็็บขไธๅธฆ๏ผๅ็งฐไนฆ็ญพๅธฆ/ribbon bookmark๏ผๆฏ็ผๅถๅจไนฆ่็ๆ ่ฎฐๅทฅๅ
ท๏ผไธป่ฆ็จไบๅฟซ้่ฟๅ็นๅฎ้กต้ขใ่ง้ขๅฑ็คบ็ๆๆฏๆ้กตๅนถ้ๅ
ถ่ฎพ่ฎก็จ้๏ผๆๅฏผ่ดๆๅใ
friesens.com/books/specialtโฆ
nancystarkman.com/ribbon-bookmarโฆ
x.com/ckizumi/statusโฆ
๐จ๐ป prasaja ใใฉใน retweeted
Using "coolors" for your palette is corporate design Ego slop for wage cucked self conscious brand designers.
God already put all the colors outside for you and you can just use them
masih terkekeh sendiri gue sama @fdmncfdmnc pas main boardgame di PIK beberapa kali dipanggil koko
emang kita baju? ๐คฃ
๐จ๐ป prasaja ใใฉใน retweeted
Campaign Karhutla sampai di Ikebukuro, Jepang. Sedih banget anjir. Semangat campaign-nya Tung Tung Tung Sahur! ๐ค
๐จ๐ป prasaja ใใฉใน retweeted
Mulai besok, aku mau berbagi sedikit bocoran rahasia dapur @PerkaraAI ๐ต๐ปโโ๏ธ
Gimana cara bikin AI yang lebih akurat & jarang halusinasi?
Apalagi untuk dokumen2 ribuan halaman, padahal ~150 halaman saja AI seperti ChatGPT/Claude/Gemini sudah halu.
Cluenya di video fitur di bawah ๐๐ป
Setahun lebih kami dikriminalisasi. Ribuan halaman berkas, ratusan jam sidang, puluhan saksi kami eksaminasi.
Lelah? Tentu. 15 bulan tanpa pemasukan, tabungan 15 tahun terkuras.
Menyerah? Tentu tidak. Sepanjang sidang, kebenaran terungkap dibantu AI yang Ibam bangun sendiri.
AI tersebut bantu tim pengacara kami untuk:
๐๐ผ Menganalisis keseluruhan perkara sampai ke akar2nya
๐๐ผ Menarik benang merah dari ratusan saksi yang diperiksa
๐๐ผ Membandingkan belasan ribu kesaksian tertulis antar saksi
๐๐ผ Mendengar dan memahami ratusan jam kesaksian lisan mereka di sidang
Dari semua analisis yang dilakukan, AI tersebut mengungkap puluhan temuan, kejanggalan, dan kontradiksi dalam kesaksian dan bukti yang ada.
Membongkar sebuah perkara sampai sedetail ini biasanya butuh tim paralegal belasan hingga puluhan orang. Jujur, kami tidak sanggup membayar tim sebesar itu. ๐ธ
Namun, dengan dibantu seluruh hasil analisis AI di atas, tim pengacara kami bisa memaksimalkan pembelaan di sidang tanpa perlu bangun tim yang besar.
Hasilnya: vonis yang jauh lebih ringan dibanding tuntutan, pengakuan bahwa Ibam tidak menerima keuntungan apa pun, dan dua dari lima hakim berpendapat Ibam seharusnya dibebaskan.
Dalam banyak perkara, vonis seperti itu sudah dianggap keberhasilan. Tapi kami tetap mengajukan banding dan kasasi, karena kami percaya putusan yang adil adalah yang membebaskan Ibam.
Setelah menjalani proses hukum setahun lebih, kami juga percaya AI yang dirancang dengan baik bisa menghadirkan keadilan yang lebih adil, serta membantu mereka yang menjadi korban kriminalisasi.
Karena itu, beberapa bulan terakhir, selagi menjalani tahanan kota, Ibam menyibukkan diri dengan mengembangkan AI-nya lebih lanjut, hingga menjadi sebuah produk yang bisa menangani perkara lain.
Produk ini kini sudah punya pengguna berbayar pertama, mendapat komitmen funding dari beberapa angel investor, dan dipimpin oleh seorang teman baik (@ainunnajib) yang berkenan menjadi founder dari startupnya.
Ya, saat memulai ikhtiar ini, kami ngga pernah kebayang bahwa AI yang dibangun di tengah segala keterbatasan, tekanan, dan kebebasan yang dipertaruhkan, kini ternyata menjelma menjadi sebuah startup.
Izinkan kami memperkenalkan: @PerkaraAI, AI yang dibangun untuk membantu tim pengacara memberikan pembelaan terbaik.
Kami sadar, dalam situasi normal saja bangun startup sangat sulit, apalagi di tengah ketidakpastian hasil dari perkara yang sedang kami jalani.
Tapi kami ngga punya pilihan lain.
Setahun lebih tanpa penghasilan sudah sangat berat, dan sekarang kami sekeluarga juga terancam dimiskinkan karena dikenakan uang pengganti Rp5 miliar.
Padahal, putusan hakim sendiri mengakui Ibam ngga menerima keuntungan apa pun. Seluruh harta kamipun, kalau dijual, ngga akan cukup untuk bayar.
Menyerah? Sekali lagi, tentu tidak.
Apalagi sekarang kami punya misi baru: sebisa mungkin membantu korban kriminalisasi mendapatkan keadilan terbaik melalui AI yang Ibam bangun.
Ini cara kami melawan keadaan dan bangkit dari keterpurukan, sekaligus bantu Indonesia jadi lebih baik. โ๐ผ
Sejalan dengan misi membantu korban kriminalisasi, kami juga berharap ada LBH yang berkenan memakai AI kami untuk kasus pro bono mereka. Untuk kasus2 tersebut, kami berkomitmen menggratiskan @PerkaraAI.
Saat ini jumlah kasus pro bono yang bisa kami bantu masih terbatas, karena startupnya sendiri masih dalam tahap pre-seed fundraising. Tapi seiring bertambahnya pendanaan serta klien berbayar, kami berharap bisa membantu lebih banyak kasus pro bono.
Dalam jangka menengah, kami juga berencana merilis sebagian fitur @PerkaraAI sebagai Community Edition yang open source.
Versi ini bisa digunakan penyidik untuk memastikan konstruksi perkara sudah mencerminkan kebenaran sejak tahap penyidikan, sehingga tidak berujung pada kriminalisasi.
Selain itu, majelis hakim juga bisa menggunakan versi tersebut untuk mempelajari perkara yang mereka tangani secara lebih mendalam dan menyeluruh, di tengah beban kerja yang tinggi.
Untuk sekarang, tim pengacara atau firma hukum yang ingin dibantu AI bisa menghubungi kami melalui akun @PerkaraAI atau situs perkara.ai. Idealnya sebelum persidangan klien dimulai, supaya analisis perkaranya bisa disiapkan begitu berkas BAP diterima.
Terkait @PerkaraAI sendiri, Ibam merancang AI tersebut dengan sangat hati-hati dan terstruktur. Sebagian fiturnya bisa ditonton pada video di bawah, dan Ibam terus membangun fitur2 baru berdasarkan masukan penggunanya ๐๐ผ
Mohon doa dan dukungannya. Kami sangat terbantu kalau post ini bisa dibagikan ke siapapun yang mungkin membutuhkan bantuan AI untuk perkaranya. Kami juga sangat terbuka bagi yang bantu warm intro dengan mereka2 yang bisa mendukung misi kami.
Akhir kata, kami berharap @PerkaraAI bisa menjadi hikmah dari kriminalisasi yang kami sekeluarga jalani selama setahun lebih, sekaligus membantu meningkatkan kualitas penegakan hukum di Indonesia. ๐๐ผ
Tertanda,
Ririe, Founding Legal
Ibam, Founding Engineer
bought this Ral for my izzet deck
illustrated by @rudy_crut โจ












































