Pinned Tweet
ㅤ
6.3349° S, 106.8237° E
───────────
titik temu dari sebuah permulaan masa
lalu dan masa depan yang masih menjadi
sebuah misteri.
ㅤ
Arimbi Soeratmaja retweeted
thats alright, biar aku aja yg kalah. i have lost once before, and still, i found the courage to walk away.
but if the one u love the most is the one who leaves, would u still call that a victory? bcs what is there to win, when u end up losing someone u once prayed would stay?
𝘈 𝘱𝘢𝘤𝘬𝘢𝘨𝘦 𝘩𝘢𝘴 𝘣𝘦𝘦𝘯 𝘥𝘦𝘭𝘪𝘷𝘦𝘳𝘦𝘥 𝘵𝘰 @masadyaksa .ᐟ
Catatan:
Makan siang untuk sayangnya aku🤍 Ada tambahan gyoza buat cemilan kamu. Selamat makan sayangku, jangan lupa pulang. — Arimbi.
Semakin ngeliatin video itu, semakin jatuh cinta pula sama orangnya. Boleh gak sepagi ini bilang i love you?
Arimbi Soeratmaja retweeted
️️ ️️
𝗠𝗜𝗡𝗚𝗚𝗨, 𝟬𝟭/𝟭𝟭/𝟮𝟬𝟮𝟲
𝗟𝗘𝗠𝗕𝗔𝗛 𝗡𝗜𝗥𝗪𝗔𝗡𝗔 𝗚𝗟𝗔𝗠𝗣𝗜𝗡𝗚 & 𝗩𝗜𝗟𝗟𝗔
𝗕𝗬 𝗞𝗢𝗘𝗦𝗠𝗔𝗗𝗜𝗟𝗔𝗚𝗔
Akhirnya hari ini aku tidak makan telur.
</berdendang>
️️ ️️
Arimbi Soeratmaja retweeted
HELP RETWEET. LOOKING FOR SL, WRITING PARTNER AND NEW FRIENDS!
Salam kenal! Dengan Leo (1999), anak bungsu yang sekarang {Puji Tuhannya} berkarir menjadi atlet. Sehari-hari nggak jauh dari lapangan dan latihan, tapi juga senang mencoba berbagai macam olahraga lain. Kalau kamu?
Arimbi Soeratmaja retweeted
ㅤ
️️ ️️️️️️
📍 Golden Palace
Ada yang menanam atas kesabaran, ada yang menuai atas cinta. 🌿🦋
️️ ️️️️️️
ㅤ
Arimbi Soeratmaja retweeted
Bulan.
PENCARIAN RELASI, HELP RETWEET.
𝗥𝗲𝗹𝗮𝘀𝗶 𝘀𝗮𝗵𝗮𝗯𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶𝗴𝘂𝘀 𝗿𝗲𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮.
Jika ada Tuan yang berminat, bisa reply tweet ini atau langsung ke dm saya— akan saya beritahu detailnya. Terimakasih!
(...) Ia menoleh ke arah Raden. Ternyata benar lelaki itu sudah pulang. Arimbi langsung mengalihkan pandangannya, menunduk.
“Oh, mas sudah pulang. Maaf, aku..belum masak.”
Ucapannya lirih. Arimbi pun bangkit dari posisinya. (...)
(...) Ia tampak buru-buru berniat keluar dari kamar, takut kalau Raden akan marah lagi karena kesalahannya kali ini, lupa waktu.
“Aku masak dulu mas.”
— @masadyaksa
(...) “Bunda..”
Dan kalimat itu barulah membuat ia sadar kalau itu adalah Anum.
“Oh, kenapa sayang? Ada apa?”
“Bunda sakit?”
Arimbi menggelengkan kepalanya. Ia mengusap puncak kepala Anum dengan lembut. (...)
(...) Entah Anum sadar sesuatu, gadis kecil itu hanya mengangguk kecil. Sepertinya anak itu tengah merencanakan sesuatu.
“Anum ke papa dulu.. papa kayaknya sudah pulang.”
— @masadyaksa


































