Pinned Tweet
merintis karir blogger curcol
orei.substack.com/p/if-i-eve…
best regards, orei retweeted
keheranan netizen
Yang kuliah beneran 4 tahun, keluar biaya puluhan juta, jungkir balik bikin skripsi, lulus malah susah cari kerja.
Lah, URI baru berdiri Juli 2026, katanya udah punya 400 lulusan yang disiapin masuk BUMN.
Rakyat disuruh sekolah tinggi-tinggi, tingkatkan kualitas SDM, bersaing secara sehat. Tapi kalau urusan pekerjaan, selalu ada jalur istimewa dr prabowo
Makin hari program pemerintah makin absurd. Ini negara mau menciptakan lapangan kerja atau menyediakan pekerjaan buat orang-orang tertentu?
best regards, orei retweeted
Kita jelek salah pemerintah itu ril anjing karena:
1. Rupiah lemah otomatis skincare impor juga makin mahal, blm lg klo skincare local tp bahannya ada yg impor, psti ngaruh ke harga jual
2. Gaji rendah bkin harga barang kerasa mahal semua
3. polusi, + KARHUTLA BELUM PADAM SIALAN
best regards, orei retweeted
Debat publik soal riset BRIN yang lagi ramai ini nunjukin bahwa:
kita seringnya silau sama buzzword "AI dan semikonduktor", tapi buta sama unit economics rantai pasok industri riil
Coba lu dekonstruksi logikanya secara objektif:
Waktu muncul berita BRIN meneliti pengawetan bakpia basah sampai tahan hampir dua bulan lewat teknologi iradiasi gamma, reaksi spontan warganet langsung skeptis dan menganggap riset ini buang-buang anggaran negara.
Narasinya seragam: ngapain ngurusin makanan tradisional di saat dunia luar lagi sibuk adu kecanggihan robotik dan chip?
Padahal secara sains terapan dan industri, ada miskonsepsi fatal di sini.
Bakpia itu technically cuma media uji sampel. Nilai fundamental risetnya bukan di kuenya, tapi di validasi teknologi food irradiation, metode sterilisasi dan pengawetan komoditas tanpa bahan pengawet kimia sintetis yang menjadi standar mutlak regulasi ekspor pangan global. Kalau cuma mengandalkan kemasan vakum biasa, bakteri anaerob tertentu tetap hidup dan masa simpannya sangat terbatas.
Konyolnya, sebagian publik memandang lembaga riset nasional seolah cuma punya satu tim kerja. Dikiranya kalau peneliti pangan lagi menguji iradiasi, periset semikonduktor otomatis disuruh berhenti. Padahal ada pembagian divisi yang jelas: riset pangan jalan di rumpunnya, sementara tim semikonduktor dan AI tetap bekerja di klaster teknologinya masing-masing.
Sekarang coba hitung trade-off dan realitas ekonominya.
Membangun industri manufaktur semikonduktor tier-1 itu butuh belanja modal ratusan triliun rupiah dan ekosistem rantai pasok global yang sangat rumit. Sementara di sisi lain, sektor pangan dan pertanian domestik kita setiap tahun bleeding puluhan triliun rupiah hanya karena masalah post-harvest loss alias komoditas keburu busuk di jalur logistik sebelum sempat diekspor.
Riset perpanjangan masa simpan produk pangan lokal justru punya dampak ekonomi langsung ke cash flow pelaku usaha daerah, ketahanan logistik antarpulau, sampai neraca dagang.
Gengsi sering kali bikin kita terjebak memuja teknologi yang kedengaran keren di media sosial, sampai lupa kalau masalah riil ekonomi negara berkembang justru ada pada inefisiensi mendasar di sektor pangan dan manufaktur dasar.
Riset yang berdampak itu bukan yang paling futuristis di judul berita, tapi yang paling solutif memecahkan friksi ekonomi di lapangan.
Make sense enggak kalau kita berhenti menghakimi riset cuma dari sensasi judul berita dan mulai bedah dampaknya ke industri dari akar masalah? Menurut kalian gimana? Coba kita bahas.
best regards, orei retweeted
every researcher should be allowed to 😊 a person a day
Debat publik soal riset BRIN yang lagi ramai ini nunjukin bahwa:
kita seringnya silau sama buzzword "AI dan semikonduktor", tapi buta sama unit economics rantai pasok industri riil
Coba lu dekonstruksi logikanya secara objektif:
Waktu muncul berita BRIN meneliti pengawetan bakpia basah sampai tahan hampir dua bulan lewat teknologi iradiasi gamma, reaksi spontan warganet langsung skeptis dan menganggap riset ini buang-buang anggaran negara.
Narasinya seragam: ngapain ngurusin makanan tradisional di saat dunia luar lagi sibuk adu kecanggihan robotik dan chip?
Padahal secara sains terapan dan industri, ada miskonsepsi fatal di sini.
Bakpia itu technically cuma media uji sampel. Nilai fundamental risetnya bukan di kuenya, tapi di validasi teknologi food irradiation, metode sterilisasi dan pengawetan komoditas tanpa bahan pengawet kimia sintetis yang menjadi standar mutlak regulasi ekspor pangan global. Kalau cuma mengandalkan kemasan vakum biasa, bakteri anaerob tertentu tetap hidup dan masa simpannya sangat terbatas.
Konyolnya, sebagian publik memandang lembaga riset nasional seolah cuma punya satu tim kerja. Dikiranya kalau peneliti pangan lagi menguji iradiasi, periset semikonduktor otomatis disuruh berhenti. Padahal ada pembagian divisi yang jelas: riset pangan jalan di rumpunnya, sementara tim semikonduktor dan AI tetap bekerja di klaster teknologinya masing-masing.
Sekarang coba hitung trade-off dan realitas ekonominya.
Membangun industri manufaktur semikonduktor tier-1 itu butuh belanja modal ratusan triliun rupiah dan ekosistem rantai pasok global yang sangat rumit. Sementara di sisi lain, sektor pangan dan pertanian domestik kita setiap tahun bleeding puluhan triliun rupiah hanya karena masalah post-harvest loss alias komoditas keburu busuk di jalur logistik sebelum sempat diekspor.
Riset perpanjangan masa simpan produk pangan lokal justru punya dampak ekonomi langsung ke cash flow pelaku usaha daerah, ketahanan logistik antarpulau, sampai neraca dagang.
Gengsi sering kali bikin kita terjebak memuja teknologi yang kedengaran keren di media sosial, sampai lupa kalau masalah riil ekonomi negara berkembang justru ada pada inefisiensi mendasar di sektor pangan dan manufaktur dasar.
Riset yang berdampak itu bukan yang paling futuristis di judul berita, tapi yang paling solutif memecahkan friksi ekonomi di lapangan.
Make sense enggak kalau kita berhenti menghakimi riset cuma dari sensasi judul berita dan mulai bedah dampaknya ke industri dari akar masalah? Menurut kalian gimana? Coba kita bahas.
best regards, orei retweeted
Replying to @floralcrown
gaji 2jt masker sebox 10k
FAK BENER BENER WNI KALAH DI SEMUA ASPEK KEHIDUAPN.
KECUALI MAKANAN
best regards, orei retweeted
Pantesan orang korea pake sheetmask tiap malem, harga masker mediheal sebox aja cuma 10.000 😭😭😭
best regards, orei retweeted
berarti sekelas baju UNIQLO di kita harusnya harga 9-39 ribu aja ya…?? 😮💨
sedangkan Indonesia umr 2 juta, harga baju uniqlo 700 rb. nabungnya berbulan-bulan…
best regards, orei retweeted
Susah2 dulu narik abri biar ga berbisnis. Itu pun belum selesai. Sekarang dibalikin lagi. Hadeh...
Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang di Kaltim ke Kopassus
jadi gini guys, kementerian esdm menyerahkan lahan seluas 137,1 hektare di kutai kartanegara, kalimantan timur, ke kementerian pertahanan lewat komando pasukan khusus atau kopassus
lahan itu sebelumnya berasal dari aset pertambangan batu bara, dan akan dipakai untuk mendukung pertahanan negara
bentuknya adalah alih status penggunaan barang milik negara atau bmn, berupa 102 bidang tanah, dan serah terimanya ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima atau bast pada jumat 6 november 2026
lokasinya di desa jembayan, kecamatan loa kulu, kabupaten kutai kartanegara, dengan luas 1.371.227 meter persegi
aset itu berasal dari perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara atau pkp2b milik pt multi harapan utama, dengan total nilai perolehan rp70,68 miliar
kepala pusat pengelolaan barang milik negara kementerian esdm, rakhmawati, bilang penyerahan ini bentuk kerja sama antarkementerian dan lembaga untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara
dia menyebut indonesia negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, wilayahnya luas dan kaya sumber daya alam, jadi butuh perhatian khusus soal kedaulatan
katanya juga, ketahanan energi jadi salah satu faktor utama untuk keamanan nasional, terutama di wilayah perbatasan
setelah bast ditandatangani, status penggunaan lahan resmi pindah ke kemhan atau kopassus, dan lahannya jadi tanggung jawab penerima untuk dipakai sesuai tugas dan fungsinya
jadi bahasa gampangnya, lahan bekas aset tambang batu bara seluas 137 hektare di kaltim resmi diserahkan ke kopassus supaya dipakai untuk kebutuhan pertahanan
nah menurut kalian guys, lahan bekas tambang seperti ini sebaiknya dipakai untuk apa supaya paling bermanfaat?
best regards, orei retweeted
"Prabowo perintahkam bangun kereta di Bali"
"Prabowo perintahkan renovasi Stasiun Gambir"
"Prabowo perintahkan reaktivasi jalur KA Padang"
"Prabowo perintahkan pembelian 30 KRL baru"
Tapi itu semua pakai duit KAI, bukan dari APBN via DJKA, awokawokawok.
Kering dah tuh KAI.
PRABOWO PERINTAHKAN KAI BANGUN KERETA DI BALI DENGAN ANGGARAN 2 TRILIUN
jadi gini guys, presiden prabowo disebut memerintahkan agar pembangunan kereta api di bali segera dimulai
yang menyampaikan adalah direktur utama pt kai, bobby rasyidin, setelah menghadap prabowo di istana pada kamis 5 november 2026
katanya tahap pertama layanan kereta di bali dimulai dari bandara ngurah rai ke arah utara, lewat kuta, legian, seminyak, dan ujungnya di canggu
bobby bilang pt kai sendiri yang akan mengerjakan proyek ini
soal tanah, dia mengaku sudah memperhitungkan karena banyak daerah di bali yang pesisir, tapi artikel tidak merinci hitungannya
untuk biayanya, bobby menyebut kebutuhan anggaran sekitar rp 2 triliun lebih
sebelumnya, pemprov bali sudah menyiapkan beberapa proyek besar untuk mengatasi macet dan memperkuat jalur antar daerah, termasuk kereta api yang ditargetkan mulai dikerjakan tahun 2027 dan kelanjutan jalan tol gilimanuk-mengwi
gubernur bali, wayan koster, di rapat paripurna dprd bali bilang pt kai sudah tiga kali presentasi, hasilnya sudah oke, dan anggarannya sudah disiapkan, jadi kereta mulai dibangun 2027, ini dikutip dari pernyataan bulan september 2026
rencana ini juga disebut tindak lanjut arahan kepala bappenas kepada dirut kai, dan kereta ini diproyeksikan membantu mengurangi macet terutama dari bandara ke kawasan canggu
jadi bahasa gampangnya, kai bilang akan bangun kereta di bali dari bandara sampai canggu dengan biaya sekitar rp 2 triliun lebih, atas perintah presiden
nah menurut kalian guys, kereta di bali ini lebih penting dibangun untuk atasi macet atau uangnya lebih baik dipakai untuk kebutuhan lain?
best regards, orei retweeted
Remember her name, Nenek Asyani (Bu Muaris), yang dilaporkan dan ditangkap oleh Perum Perhutani hingga divonis 1 tahun penjara dan denda 500 juta karena dituduh mencuri kayu jati padahal berdasarkan kesaksiannya beliau menebang kayu di lahannya sendiri hanya untuk bikin DIPAN.
best regards, orei retweeted
padahal kata sudaryono sppg gk bisa anti kritik
loh ini siswa review mbg malah di ancam njirrr
best regards, orei retweeted
Ya allah sedihh 😭😭 Ini loh salah satu yang PALING PANTES ditangisin. Ngapain nangisin simbah kaya raya yang cuma jongkok ngambil berkas??
best regards, orei retweeted
Gue gapernah paham esensi dari nyobek kerudung tuh apa
Esp kalau yg ketauan mencuri perempuan, entah kenapa hal pertama yg ada dipikiran orang2 tuh nelanjangin, lepas baju, lepas kerudung
Kek wajib banget tuh nelanjangin cewek dulu?
Sebelum ke polisi, wajib telanjang dulu?
nenek ini di arak lalu disobek kerudung dan bajunya karena mencuri bahan pokok demi kebutuhan hidupnya.
ga membenarkan pencurian tapi dari sini bisa diliat betapa ancur nya ekonomi di negara ini sampai ada orang yang mau hidup harus melakukan hal tidak baik dan bahkan bisa mengancam dirinya sendiri.
best regards, orei retweeted
info dari netizen
di AS, rata2 gaji per kapita warganya Rp60 juta/bulan. Tapi, waktu Rama Duwaji (istri Walkot NYC Zohran) ketahuan pake sepatu seharga Rp11 JUTA, langsung dikritik habis2an sama publik di sana, dianggap gak pantes pamer kemewahan.
Kalo di sini, istri pejabatnya pake berlian 2,7 Milyar, hidup mereka yg kayak gitu ditangisin sama warga yg pontang panting nyari makan dg rata2 gaji rakyat Indo Rp3,2 jt/bulan, WKWK miris
best regards, orei retweeted
nangis tuh ketinggalan kereta ke tangerang jam 21.10 terus baru ada lagi 21.54








































