
Head Media & Broadcast @asiangames2018 | Ex Journalist | Writer | Founder HereWeGrow
Jakarta Selatan
Joined November 2009
- Tweets214K
- Following12.1K
- Followers113K
- Likes72.6K
Pinned Tweet
THREAD: Kunjungan langsung menemui korban konten Shifani @SistersInDanger tepat di lokasi kejadian. ⬇️
Zulfikar Akbar retweeted
Replying to @zoelfick
nulis bisa lebih panjang bang, enak buat nulis nulis prompt
Zulfikar Akbar retweeted
Replying to @zoelfick
Bisa posting lebih panjang aja sih pak, jadi lebih bisa ekspresif
Zulfikar Akbar retweeted
Replying to @zoelfick
Nulis lebih panjang mas, sejauh ini itu aja sih yang penting bagiku. Soalnya kalaupun urusan payout juga aku belum eligible hehe
Zulfikar Akbar retweeted
Replying to @zoelfick
engga tau, tapi sejujurnya lebih suka yang dulu
obrolannya lebih natural dan original
kalo skrg kayanya lebih ke ngejar kuantitas, jadi ya membosankan.
aku juga cenblu
Zulfikar Akbar retweeted
Replying to @zoelfick
buat nulis panjang lebih enak karena gak kepotong2, bisa ngeliat mana cuitan yang bagus & nggak secara analitik
sayangnya, fitur artikel di sini justru kayak gak ada nilainya sekarang 😭
Zulfikar Akbar retweeted
Replying to @zoelfick
lebih gampang narik orang pas bikin konten affiliate, bisa tweet panjang, bisa bikin artikel, bisa liat analytics, gampang difollback orang karena centang
Zulfikar Akbar retweeted
Replying to @zoelfick
Day 3 cenblue. Jujur gak terlalu ngotot mau payout, cuma mau share share linkeu affiliate aja wkwkwk
Zulfikar Akbar retweeted
Replying to @zoelfick
ada bang,
1. nulis panjang + bisa buat artikel
2. bisa post video panjang
3. ada fitur edit
4. punya fitur AI grok buat tanya sesuatu
5. bisa edit video juga sekarang
Zulfikar Akbar retweeted
Replying to @zoelfick
Ga da sih aslinya semua orang tujuannya pasti payout wkwk
Zulfikar Akbar retweeted
Replying to @zoelfick
Buat nulis panjang. Nambah jaringan pertemanan, sama bisa menghasilkan cuan
Zulfikar Akbar retweeted
Replying to @glrhn
"keberpihakan berakhir"
That's it? You don't feel like you owe anything to the ACTUAL victim?
Dan gimana lagi kalau misal pengakuan awal si Shifa ini beneran ditindaklanjuti dan si bapak dipersekusi?
Disitu aja lu udah ambil bagian dengan turut menjatuhkan korban sesungguhnya
Zulfikar Akbar retweeted
Salah satu ahli geser gawang terbaik di twitter, gigi buffon pun salim sama dia.
Gw lebih baik salah memihak ke "korban" daripada salah membiarkan korban beneran menjadi sendirian.
Posisinya mudah kok. Begitu Shifa ketauan emang punya "fetish" untuk dicatcall, ya keberpihakan berakhir. Ini bukan kali pertama kok gw salah "memihak" ke korban. Gw bisa pastikan juga bukan yang terakhir kalinya. Belajar dari yang udah-udah, lebih banyak korban benerannya dibandingkan "korban" modelan Shifa. Gw tidak akan meminta maaf untuk stance gw.
Lalu gw dituduh cuci tangan. Pertanyaan gw, cuci tangan dari apa? Gw tidak ada keterlibatan personal dengan SiD, Shifa, Mulya, dan semua yang ada di urusan donasi dan catcalling.
Soal donasi, di dalamnya betul ada Shifa, tapi tak cuma dia. Ada Mulya juga, kan? Sayangnya banyak yang masih menganggap bahwa Shifa pelaku tunggal, padahal SiD itu diisi oleh banyak orang. Thus, gw cecer SiD sebagai satu entitas, bukan cuma ke personilnya.
Akuntabilitas keduanya yang perlu dikejar. Keduanya berkaitan, betul. Tapi tetap keduanya adalah dua objek terpisah yang bisa dibahas tanpa dicampuradukkan.
Zulfikar Akbar retweeted
>Akibat fitnahnya ga dibahas, si bapak kelompok rentan (miskin) dan punya anak perempuan dan masih menghidupi orang tuanya. Damagenya udah sebegitu parah ke si bapak terus tinggal cuci tangan.
>Kalau masih ngejar akuntabilitas mah bersikap netral dulu aja kali gausah buru buru melabeli korban dan pelaku.
Gw lebih baik salah memihak ke "korban" daripada salah membiarkan korban beneran menjadi sendirian.
Posisinya mudah kok. Begitu Shifa ketauan emang punya "fetish" untuk dicatcall, ya keberpihakan berakhir. Ini bukan kali pertama kok gw salah "memihak" ke korban. Gw bisa pastikan juga bukan yang terakhir kalinya. Belajar dari yang udah-udah, lebih banyak korban benerannya dibandingkan "korban" modelan Shifa. Gw tidak akan meminta maaf untuk stance gw.
Lalu gw dituduh cuci tangan. Pertanyaan gw, cuci tangan dari apa? Gw tidak ada keterlibatan personal dengan SiD, Shifa, Mulya, dan semua yang ada di urusan donasi dan catcalling.
Soal donasi, di dalamnya betul ada Shifa, tapi tak cuma dia. Ada Mulya juga, kan? Sayangnya banyak yang masih menganggap bahwa Shifa pelaku tunggal, padahal SiD itu diisi oleh banyak orang. Thus, gw cecer SiD sebagai satu entitas, bukan cuma ke personilnya.
Akuntabilitas keduanya yang perlu dikejar. Keduanya berkaitan, betul. Tapi tetap keduanya adalah dua objek terpisah yang bisa dibahas tanpa dicampuradukkan.
Zulfikar Akbar retweeted
Okay, now go apologize to pak Kodir. Hes already elderly and has three daughters. His wife is elderly too. They live in poverty. If you genuinely feel guilty, you should apologize to him.
Gw lebih baik salah memihak ke "korban" daripada salah membiarkan korban beneran menjadi sendirian.
Posisinya mudah kok. Begitu Shifa ketauan emang punya "fetish" untuk dicatcall, ya keberpihakan berakhir. Ini bukan kali pertama kok gw salah "memihak" ke korban. Gw bisa pastikan juga bukan yang terakhir kalinya. Belajar dari yang udah-udah, lebih banyak korban benerannya dibandingkan "korban" modelan Shifa. Gw tidak akan meminta maaf untuk stance gw.
Lalu gw dituduh cuci tangan. Pertanyaan gw, cuci tangan dari apa? Gw tidak ada keterlibatan personal dengan SiD, Shifa, Mulya, dan semua yang ada di urusan donasi dan catcalling.
Soal donasi, di dalamnya betul ada Shifa, tapi tak cuma dia. Ada Mulya juga, kan? Sayangnya banyak yang masih menganggap bahwa Shifa pelaku tunggal, padahal SiD itu diisi oleh banyak orang. Thus, gw cecer SiD sebagai satu entitas, bukan cuma ke personilnya.
Akuntabilitas keduanya yang perlu dikejar. Keduanya berkaitan, betul. Tapi tetap keduanya adalah dua objek terpisah yang bisa dibahas tanpa dicampuradukkan.
Zulfikar Akbar retweeted
Another day, another Cenblu plenger spotted😂😂
Gw lebih baik salah memihak ke "korban" daripada salah membiarkan korban beneran menjadi sendirian.
Posisinya mudah kok. Begitu Shifa ketauan emang punya "fetish" untuk dicatcall, ya keberpihakan berakhir. Ini bukan kali pertama kok gw salah "memihak" ke korban. Gw bisa pastikan juga bukan yang terakhir kalinya. Belajar dari yang udah-udah, lebih banyak korban benerannya dibandingkan "korban" modelan Shifa. Gw tidak akan meminta maaf untuk stance gw.
Lalu gw dituduh cuci tangan. Pertanyaan gw, cuci tangan dari apa? Gw tidak ada keterlibatan personal dengan SiD, Shifa, Mulya, dan semua yang ada di urusan donasi dan catcalling.
Soal donasi, di dalamnya betul ada Shifa, tapi tak cuma dia. Ada Mulya juga, kan? Sayangnya banyak yang masih menganggap bahwa Shifa pelaku tunggal, padahal SiD itu diisi oleh banyak orang. Thus, gw cecer SiD sebagai satu entitas, bukan cuma ke personilnya.
Akuntabilitas keduanya yang perlu dikejar. Keduanya berkaitan, betul. Tapi tetap keduanya adalah dua objek terpisah yang bisa dibahas tanpa dicampuradukkan.
Zulfikar Akbar retweeted
biar org jkt ada gambaran: pasming ke depok itu 16km, naik krl cuma 20-an menit, ada ac, cuma 4rb-ish. kalo sby barat aku anggep wiyung & sda-nya gedangan, itu sekitar 15km tapi kalo pagi motoran dan macet bisa sejam lebih. dan ada orang sby yang masih ngerasa ga butuh transum?





















