Siapa saja yang hidup untuk Tuhan, Tuhan akan menjadi tujuan dan penopang hidupnya. Sebaliknya, siapa yang hidup untuk dunia, dunia itulah yang menjadi jalan, cita-cita, dan orientasi yang diikutinya.
“Siapa pun yang mengarahkan hatinya kepada dunia, Tuhan akan memudahkan jalan baginya menuju dunia. Dan siapa pun yang mengarahkan rahasia batinnya kepada akhirat serta alam malakut, Tuhan akan memudahkan jalan baginya menuju keduanya.”
Yth @IndiHome mohon dengan sangat bantuannya, jaringan internet kami masih terputus dari semalam hingga detik ini.
Terima kasih
Kak @IndiHome tolong cek di area kami, sawangan. Internet di rumah kami jaringannya terputus.
Terima kasih
Jalaluddin Rumi retweeted
buat yang gak tau demo kemaren buat apa? BUAT INI! DENGERIN IBU INI NGOMONG. semua keluhan WNI yang WARAS sdh dijelaskan oleh beliau.
Jalaluddin Rumi retweeted
TARIK MUNDUR TENTARA DALAM MENGHADANG AKSI MASSA!
Demonstran bukan kombatan. Kritik bukan ancaman militer. Jalan raya bukan medan perang.
Konstitusi menjamin kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
Seseorang tidak akan mengenal dirinya secara mendalam jika terus-menerus berusaha mengangkat diri di atas batas kemanusiaannya. Ia mulai mengenali dirinya ketika menyadari bahwa dirinya adalah hamba: memiliki keterbatasan, membutuhkan pertolongan, dan tidak berdiri sendiri.
Ketika tangisan membuatmu teringat akan neraka, neraka lebih baik bagimu daripada surga yang membuatmu lalai.
Setiap panggilan yang membuatmu tamak, ketahuilah itu lolongan serigala yang mencabik-cabik manusia.
Kita sedang bunuh diri massal. Sayangnya, walau kita tidak menginginkannya, tapi keserakahan orang lain memaksa kita bunuh diri Massal.
Wahai engkau yang telah melakukan banyak kezaliman, bagaimana engkau masih dapat bersenang hati? Tidakkah engkau menyadari tuntutan dari Dia yang memberikan balasan?
Bedah Buku Musyawarah Burung, Manthiq Thayr, Attar Nizaburi
youtu.be/dZGrxf5aOOU?si=dTwN…
Karena ketiadaan adalah tingkat yang paling tinggi, kaum Darwis telah mendahului yang lain dalam perlombaan menuju hakikat.
O, anakku! Orang tamak akan berakhir dengan penyesalan. Jangan berlari seperti orang-orang serakah, jalanlah lebih lambat!
Siapa yang hidup dalam ketakutan dan jiwanya dipenuhi kesedihan, sesungguhnya ia telah menjalin hubungan dengan seseorang yang penuh tipu daya.
Jangan tawarkan air keruh kepada yang haus. Bersihkan dulu jiwamu dari kepura-puraan, agar yang kau suguhkan adalah kemurnian, bukan racun yang manis.




