Jalaluddin Rumi retweeted
buat yang gak tau demo kemaren buat apa? BUAT INI! DENGERIN IBU INI NGOMONG. semua keluhan WNI yang WARAS sdh dijelaskan oleh beliau.
Jalaluddin Rumi retweeted
TARIK MUNDUR TENTARA DALAM MENGHADANG AKSI MASSA!
Demonstran bukan kombatan. Kritik bukan ancaman militer. Jalan raya bukan medan perang.
Konstitusi menjamin kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
Jalaluddin Rumi retweeted
Mana nih media nasional @Metro_TV @tvOneNews @KompasTV @officialinews_ @TRANS7 @TRANSTV_CORP dll kenapa klean tidak menyiarkan peristiwa ini? Apakah klean takut sama penguasa?
Jalaluddin Rumi retweeted
Kalo ada konten demo lewat diberanda kalian langsung like dan posting ulang!
Jika itupun kalo Kalian peduli dengan kecemasan negara saat ini, dengan melakukan itu secara tidak langsung kita membantu perjuangan temen" yg disana melalui sosial media, karena media terbungkam!
Jalaluddin Rumi retweeted
900 petani Jember dikasih tau:
"kasih KTP, KK, akta nikah, buat urus bansos."
Dikasih Rp200-250 ribu sebagai "terima kasih."
Yang kejadian: identitas mereka dipakai buat ngajuin KUR Mikro ATAS NAMA MEREKA.
Begitu cair, buku tabungan dan ATM langsung diambil alih si "petugas".
PIN-nya diseragamin semua biar gampang dikuras bareng-bareng.
Petani-petani ini sekarang tercatat py utang KUR ke bank, padahal duitnya enggak pernah mereka pegang sepeser pun.
Yang bikin ini bukan penipu jalanan biasa: ini melibatkan Pemimpin Cabang BNI Jember sendiri (inisial MFH), yang tau kreditnya bodong, tau syaratnya enggak kepenuhi, tapi tetep merintahkan "proses aja" , biar performa kredit cabangnya keliatan sehat di mata kantor pusat.
Bank yang katanya (kutip taglinenya sendiri) "melayani negeri", pucuk cabangnya malah nyulap 900 identitas rakyat kecil jadi alat nutupin data kredit macet biar dianggap berprestasi.
Kerugian negara: Rp41,4 miliar (audit BPKP).
Tersangka sekarang 4 orang.
MFH sendiri malah lagi jalanin pidana lain di Lapas Jember , jadi kasus KUR fiktif ini jalan paralel sambil dia di penjara buat kasus lain.
Bansos dijanjiin, KTP diminjem, utang ditanggung petani, duit dikorupsi orang dalam bank negara.
Ini bukan kredit macet biasa , ini korupsi berjamaah yang korbannya sengaja dipilih dari orang yang paling enggak punya daya buat ngelawan.
Jalaluddin Rumi retweeted
Gila, ketimpangan kita separah ini!
Direktur Kebijakan Fiskal CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Dr. Media Wahyudi Askar, menjelaskan hasil studi terbaru mereka:
1. Studi CELIOS mengungkap ketimpangan ekstrim: di saat pejabat/orang super kaya merayakan ultah mewah di Paris, anak-anak miskin berjuang keras hanya untuk bisa makan hari itu jg.
2. Indonesia kini punya 2 wajah ekstrem. Wajah pertama diisi oleh 1.700 orang super kaya, dimana kekayaan 50 orang terkaya di antaranya sudah setara dg total kekayaan 55 juta penduduk.
3. Oligarki ini menyetir harga pasar (ojol, LPG, properti) dan "membeli" demokrasi lewat pendanaan parpol. Sebaliknya, rakyat biasa harus berdesakan di transportasi publik yang buruk meski taat bayar pajak.
4. CELIOS mendorong Pajak Kekayaan (Wealth Tax) sebesar 2% untuk aset di atas Rp84 M. Didukung 89% rakyat, pajak ini bisa menghasilkan Rp142 T/tahun untuk menggratiskan layanan kesehatan, KRL, hingga beasiswa sampai bangun rumah layak warga rentan.
Nonton full di youtube nya Watchdoc Dokumentary nya disini 👇
youtu.be/ptQchZdrVjY?si=0HZD…
Jalaluddin Rumi retweeted
Tanggal 1 Juli 2026 (besok) InsyaAllah adalah hari terakhir kami bersidang di MK.
Sebelum Indonesia bangkrut & profesi guru punah. Kita menangkan gugatan ini ya. Dan sebelum proyek korup (MBG) ini makin merusak Indonesia diberbagai aspek ✊
Jalaluddin Rumi retweeted
Di sidang MK soal kuota internet hangus, ahli dari pemerintah bilang hubungan konsumen dan operator itu "substansial seimbang."
Hakim MK langsung tanya:
"Substansial. Kenapa ada permohonan hari ini kalau begitu?"
Jawaban ahli pemerintah:
"Kalau ada kuota berlebih, sesungguhnya dia memilih yang tidak sesuai dengan kebutuhannya."
Jadi menurut ahli yang dibayar negara:
Kuota lo hangus?
Salah lo sendiri, kurang pinter milih paket.
Pertanyaannya: kalau konsumen yang salah , kenapa sistemnya yang nentuin kapan kuota lo mati, bukan lo?
Jalaluddin Rumi retweeted
Belanda punya senjata.
Belanda punya penjara.
Belanda punya uang.
Tapi ada satu Raja di Sulawesi Selatan yang nggak bisa mereka beli, nggak bisa mereka patahkan, nggak bisa mereka diamin.
Namanya: Andi Mappanyukki.
Dan ini bukan cerita dongeng.
Ini sejarah yang lo perlu tahu.
Jalaluddin Rumi retweeted
Terus Bertambah, Kini Sudah 5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal
Baca di nasional.kompas.com/read/202…
Jalaluddin Rumi retweeted
Yang perlu dicek dulu adalah: IQ Pejabat RI apakah tertinggal atau tidak dibanding pejabat negara tetangga.
Kalau negara kita tertinggal, ya IQ pejabat dulu yang harus dinaikin, biar bikin programnya lebih bener.
Jalaluddin Rumi retweeted
Warga RW 01 Cikini, Menteng, baru saja protes di depan gedung SPPG, Jalan Kali Pasir, Jakarta Pusat.
Masalahnya: kantor sekretariat RW mereka mau dibongkar buat akses kendaraan operasional SPPG.
Lahan itu lahan HIBAH.
Dan selama ini dipakai untuk Posyandu balita dan Posyandu lansia.
Konteksnya perlu diingat:
BGN sendiri sudah keluarkan MORATORIUM pembangunan SPPG titik baru , karena jumlah dapur sudah meledak ke 27.877 unit, melebihi target awal 21.000 titik.
Program sudah over-target 32%......tapi di lapangan, masih ada yang mau membongkar Posyandu balita buat jalan masuk truk katering.
Program gizi anak , yang nyingkirin tempat pantau gizi anak.
Ini ironi, bukan kebijakan.
Jalaluddin Rumi retweeted
pendapat mahfud md soal kinerja prabowo:
- jangan abaikan suara mahasiswa pak
- MBG korupsinya lebih besar dari manfaatnya
- rakyat dapat Rp15.000/porsi, yang dikorup ratusan miliar/ hari
- 41 nama harus diumumkan yang di ungkap sonny
- termasuk yang dekat istana, saudara pejabat, anggota DPR
- kalau tidak ada berarti omon omon doang
- Demo tidak cukup dihadapi Dasco sendirian
- menterinya ke mana semua? ada 104 orang padahal
- UU Polri bertentangan dengan rekomendasi
- Presiden mungkin dikerjain orang sekitarnya
Jalaluddin Rumi retweeted
Isi Perdebatan DPD vs Purbaya waktu rapat:
- BBM naik bisa tapi tidak mau turun padahal "perang sudah selesai, ayo turunkan lagi
- Dolar naik 2 tahun terus, "mabuk kita, Pak"
- Utang terus nambah "dikit-dikit utang lagi, ke China utang lagi"
- MBG harus dihentikan dulu
- dana MBG lebih baik untuk korban bencana Aceh & Sumatera
- Toko-toko dijual & dikontrakan dimana-mana
- ekonomi rakyat megap-megap
- tolong lebih keras untuk bersuara ke presiden pak pur,
kami kami ini sepertinya tidak dengar
- dari tahun lalu begitu banyak masukan kita berikan
- satu pun tidak ada realisasi di lapangan
- mau di bawa kemana kita ini sama prabowo?
Jalaluddin Rumi retweeted
kalian setuju gk pendapt mahfud md
ada gerakan stop bayar pajak
kalo pemerintah gk bisa berantas korupsi
Jalaluddin Rumi retweeted
Udah 2-3 minggu berarti gelombang turun ke jalan ya?
Tetap suarakan suara rakyat.
Panjang umur perjuangan ✊
Jalaluddin Rumi retweeted
BGN , lembaga yang baru lahir , kini punya anggaran Rp268 triliun.
Itu lebih besar dari anggaran Kementerian Kesehatan.
Lebih besar dari Kementerian Pendidikan murni.
BGN lembaga dengan anggaran terbesar di seluruh kabinet.
Tapi dari mana uangnya?
Dari pos anggaran pendidikan.
Konstitusi kita (Pasal 31 ayat 4 UUD 1945) wajibkan negara alokasikan 20% APBN untuk pendidikan.
Setelah MBG masuk ke pos itu , anggaran pendidikan murni tinggal 11,9%.
Gugatan judicial review soal ini udah masuk MK. Bukan hoaks. Bukan opini.
Dampaknya ke APBN?
Defisit Februari 2026: Rp135,7 triliun (0,53% PDB).
Tahun sebelumnya periode yang sama: 0,13%.
Belanja negara naik 41,9%.
Pendapatan negara naik 12,8%.
Selisih itu harus ditutup dari mana?
Anak-anak kita dapat makan siang.
Tapi gedung sekolahnya, gurunya, bukunya, risetnya ,dibayar pakai utang masa depan mereka sendiri.
Gratis? Untuk siapa?




























