Pinned Tweet
Negara Otw Industrialisasi = Butuh Pengorbanan Besar
Namanya negara mau mengarah ke arah industrialisasi sesuai yang dibicarakan oleh teman-teman di sini, itu memerlukan komponen infrastruktur yang mumpuni.
Jaringan jalan, infrastruktur, listrik, air, dan gas. Bukan hanya kita bicara, oh ya regulasi harus bagus.
Kita harus pahami dulu, Masalah kelistrikan di Indonesia itu sebenarnya Oversupply di Pulau Jawa dan Undersupply di Luar Pulau Jawa
Kenapa demikian ? Karena banyak pembangkit itu dibangun di Pulau Jawa mengingat permintaan dari Industri dan Pemukiman Penduduk yang tinggi
Oleh sebab itu, Ada usulan bagaimana menyeimbangkan Bauran Energi dari Non PLTU macen Geothermal, Air, Surya, Nuklir dan Angin
Untuk bisa mencapai diversifikasi energi dan ya transformasi ke arah energi hijau tentu mempertimbangkan beberapa resource.
Sejauh ini yang potensinya paling besar itu adalah nuklir dan geothermal. Kalau nuklir memang cons-nya itu adalah mereka banyak di wilayah konservasi hutan dan mereka sendiri pun sebenarnya ya ada concern mengenai potensi gempa atau masalah air dan lain-lain.
Walaupun sebenarnya perusahaan provider geothermal kayak Ormat itu mereka bisa providing teknologi dengan boiling yang rendah, turbin itu sudah bisa berputar.
Kalau nuklir itu sebenarnya yang top tier-nya adalah Rosatom Rusia karena mereka sudah punya berbagai jenis reaktor yang dijalankan dan dibangun di negara-negara lain seperti Turki, India, Iran, Mesir, Belarus, dan macam-macam negara lainnya.
Itulah mengapa pemerintah membangun kawasan industri seperti di Cikarang, Karawang, Batang, dan berbagai tempat yang lokasinya strategis, suplainya sudah terjamin, dan juga memang secara tingkat konsumennya lebih besar.
Nah, memang itu sudah ada penyusunan ya dari Bappenas terkait kebijakan secara makro, pembangunan industri, kawasan, jaringan suplai, segala macam, termasuk juga regulasinya, gitu.
Sebenernya kita tidak mungkin menunggu pemerintah Indonesia betul-betul perfect dulu baru kita berani garap project ini itu dan lain-lain.
Karena itu sama aja ya udah kita nunggu masuk surga dulu kalau begitu. Dan selain itu pun juga project seperti geothermal dan nuklir itu perusahaan yang membangun di situ adalah perusahaan-perusahaan yang berpengalaman tingkat tinggi dan orang-orang engineering-engineering yang sangat handal, berpengalaman di berbagai project.
Jadi bukan kita memastikan zero defect tapi probability dari defect-nya itu kita kecilkan. Bahkan syukur-syukur zero mistakes gitu.
Dawir retweeted
Klo saya jd BP BUMN saya pailitkan itu GA.
Penyakit GA paling parah itu ada pd corporate culturenya, karyawan berserikat u/ kepentingan kelompoknya sendiri & menghabiskan pendapatan GA dgn berbagai skema & standar fasilitas karyawan yg tdk masuk akal di era persaingan airlines modern saat ini.
Bayangkan sj, ada berbagai macam serikat pekerja yg hrs diajak bicara sblm perusahaan melakukan strategi efisiensi atau swicth strategy. Setiap pembicaraan selalu berhadapan dgn situasi "kami dpt apa?!"
GMF & anak usaha lain yg msh profitable baiknya dipisahkan sj dari induk busuknya & biarkan GA diurus kurator spy karyawannya bs demo berjilid2 di kantor kurator & BP BUMN.
Iri melihat SQ bs bergerak lincah scr korporasi, bs spin off , bs restruct, bs efisiensi & bs generate Billions of USD as profit. Sementara GA mau sebagus apapun manajemennya msh hrs berhadapan dgn kaum2 susah maju yg msh menganggap pekerjaan di airlines itu hrs diganjar fasilitas kelas 1. Tutup aja Pak, pailitkan biar org2 serikat itu pergi ke @DPR_RI mengadu & merengek 😁
jadi gini guys, garuda indonesia masih rugi sampai september 2026 padahal pendapatannya naik, soalnya harga avtur atau bahan bakar pesawat lagi mahal.
pendapatan garuda naik 13,2 persen jadi sekitar rp48,8 triliun, dan dari usahanya sendiri masih untung sekitar rp1,75 triliun. tapi ongkos bahan bakar yang naik bikin untungnya habis, jadi rugi bersihnya tetap ada, naik 4,5 persen jadi sekitar rp3,2 triliun.
kabar baiknya, bisnis di luar penerbangan tumbuh pesat, seperti perawatan pesawat dan agen perjalanan, dan dirut barunya bilang ini tanda positif buat perbaikan perusahaan.
nah menurut kalian guys, garuda bisa balik untung nggak kalau harga avtur masih mahal terus?
Dawir retweeted
Boikot boikot tai kucing..
Nanti kalau ada PHK dimana mana - dia pula yg teriak paling kencang
Air selokan aja di masak..
Dawir retweeted
kalo rupiah terus melemah ke level Rp 30,000/USD akan ada economy boom (in positive way). dengan catatan B50 dan E50 sudah jalan
why? indo emang banyak impor. tapi ekspor kita juga sangat raksasa dan banyak kebutuhan2 strategis yg udah dipenuhi dari dalam negeri
yg ngamuk pelaku2 usaha yg bahan bakunya indo gak ada, misal tahu tempe mie bakso. sisanya saya prediksi indo akan tetap baik2 saja
industri singkong akan melejit, industri beras akan melejit, perubahan pola konsumsi juga akan terjadi
fyi, PT INKA sekarang jadi salah satu raksasa industri kereta dunia lho
dan lagipula petro dollar udah gak laku, gerakan dedolarisasi gencar dilakuin oleh negara2 BRICS.
1 GBP sudah 24rb rupiah fyi. apakah ngefek? enggak. karena ga ada kebutuhan strategis kita yg dari inggris. paling jersey MU sama jersey arsenal 😂
tantangan terbesarnya menurut gua di daging. karena susah banget buat swasembada daging sapi
Dawir retweeted
Taliban leader: Perhaps Iran may be attacked from Mars, but no attack on Iran will be launched from Afghan soil.
Dawir retweeted
Wrongggg. Vietnam and China have a very capitalistic economy.
Rather than need to be socialist/communist, you need a very stable and somewhat competent govt and people with decent amount of education.
You deny people of a better education, and expect a strong economy? Bruh.
Replying to @kayangan2002 @MiggersEnjoyer
soeharot + cia itu tujuannya emank buat plunder indonesia kasih indonesia stuck prepetual poverty.
kalaw negara berdaulat mau keluar dari kemiskinan itu harus sosialis/komunis. contohnya vietnam dan china.
uda ada bukti di 2026
Dawir retweeted
Siapapun Presidennya bakal ganti kursi maks 10 th, tp roda perekonomian ga akan berhenti smpa di situ.
Msh untung mrk mau msk buka bnyak lapangan kerja utk org bnyak, bantu negara via pajak + UMKM.
Ormas lo tertibkan, jng investor yg disalahin.
Dikit² China dikit² Cina
Replying to @indepenSumatera
Lebih baik bikin pabrik mobil sendiri, investor sendiri, pekerja lokal sendiri, daripada investor china, pekerja china, hasil dibawa ke china, kita cuma dihargai bahan baku murah. Pribumi harus bangkit, banyak yg pinter bikin mobil koq
Dawir retweeted
Replying to @Sidewinder_mk2
Nasionalisme itu gak muncul ketikanegara lu udah makmur
Orang orang China tetep pd Nasionalis bahkan ktk mrk ngehadepin US di Korea, padahal mrk sedang melarat
Kalo lu milih utk mjd nasionalis hanya ktk negaralu sudah makmur dan pengen dpt benefit dr itu mending migrasi lho
Dawir retweeted
The Shia of Iraq fought a 30+ country Iraqi Invasion for 8 years,
History was rewritten.
Dawir retweeted
The U.S. Army’s 82nd Airborne Division is reportedly leading the mission to protect shipping through the Strait of Hormuz and operates a joint operations center in the United Arab Emirates, according to The Washington Post.
Dawir retweeted
Lha bapaknya Stafsus Gubernur DKI.
Shalima Hakim bales telak abis dijulidin gaya hidupnya setelah viral pas demo 28 Oktober kemarin.
Anak Wanda Hamidah ini emang sempet viral gara-gara orasinya yang emosional dan berani pas ngritik Presiden Prabowo soal penanganan karhutla.
Nah setelah viral, Shalima malah dijulidin soal gaya hidupnya seolah dia "ketauan" bukan orang susah.
Shalima jawab santai, emang dia bukan orang susah. Tapi dia balik nanya, emang harus susah dulu baru boleh demo? Justru dia demo biar nggak susah.
Dia ngejelasin kalo rupiah udah terjun bebas, IHSG anjlok, kelas menengah dan Gen Z makin susah beli rumah, kualitas udara buruk dan job market lagi nggak asik.
Menurutnya, semua orang kena dampaknya, bahkan business owner dan investor saham, sementara yang makmur cuma oligarki, pejabat dan buzzer.
Shalima juga cerita DM-nya penuh orang yang bilang dia nggak punya empati buat anak kelaparan yang makan karena MBG. Dia nanggepinnya sambil ketawa, "wallahi we're cooked".
Di Instagram Story, Shalima nanggepin netizen yang niatnya muji tapi bilang cewek yang bener itu bukan hobi ke cafe, pilates sama matcha doang kayak dia.
Shalima blak-blakan ngaku emang hobi ngafe, pilates dan minum matcha bahkan pas berangkat demo lagi bawa matcha.
Menurut dia, hobi-hobi itu nggak bertentangan dengan kepedulian. Orang bisa hidup enak dan tetap peduli sama yang kurang beruntung.
Shalima juga bilang rezim yang korup ini ngaruh ke dia meski lebih kecil dari kebanyakan orang dan kalau nggak dilawan bisa makin buruk. Jadi selain empati, dia turun ke jalan juga buat dirinya sendiri kok.
Pesan Shalima udah jelas, peduli sama negara nggak harus nunggu hidup susah dulu dan nggak ada dress code buat jadi pendemo.
Suka sekali sama perempuan pintar yang berani melawan kayak Shalima. Panjang umur perjuangan 👊
Dawir retweeted
firasat buruk, pempus bakal terus menghancurkan otonomi daerah lewat realokasi dana dari program daerah ke program nasional di daerah. final bossnya peniadaan pilkada 2029 sesuai mimpi presiden. tentu dampaknya dirasakan kroco asn daerah dan warga, petinggi & pejabat tetap hepi
#TempoPlus
Kepala daerah meliburkan pegawainya karena tak ada program yang dikerjakan dan tak ada anggaran untuk menggaji mereka. tempo.co/politik/tkd-insenti…
Dawir retweeted
There appears to be an increasingly explicit effort in Iran to publicly legitimize reconsideration of its nuclear doctrine, framed around the failure of deterring US and Israeli attacks.
In a significant development today, Tehran's Friday prayer leader, Hojjatoleslam Haj Ali Akbari, called on Iranian elites and experts to develop proposals for revising the country's nuclear doctrine and submit them through relevant officials to Supreme Leader Mojtaba Khamenei for a final decision.
He cited the assassination of Ali Khamenei, US violations of past agreements, and the crossing of Iranian "red lines", portraying doctrinal reconsideration as a "national demand" rooted in the need for more credible deterrence.
This does not establish that Iran has decided to pursue nuclear weapons. But it suggests a growing and seemingly coordinated effort to establish the religious and political legitimacy of moving beyond Ali Khamenei’s longstanding fatwa against nuclear weapons.
Dawir retweeted
This is why I don’t believe that Israelis are “brainwashed”. They know exactly what’s happening, actively support it and collectively lie to the world to cover it. We aren't dealing with an ignorant society, but a fundamentally evil cult.
Dawir retweeted
Tetap gak akan masuk ke akar bawah, karena mental klasis dan maaf aja ini ya, masyarakat masih anggap anak kuliahan itu anak-anak orkay dan mentalnya jadi sok paling tinggi ketimbang yang lulusan SMA atau setingkat
Dawir retweeted
Yakin si pahmi itu anak 😂
Dawir retweeted
>check xitter
>war, war, impending war
"Ah the usual"
>watch a few youtube videos
>check xitter again
Poland, for no reason:
Dawir retweeted
Belum soal klasis pemilihan/voters bagaimana maha ini menghina rendah masyarakat yang pendidikannya dibawah mereka, come on, sang pembuat utas melupakan itu, bahwa masyarakat gak akan suka kalau hanya soal pendidikan tinggi biaya ini itu, angkat isunya kurang.
Dawir retweeted
Rejim terbaik gituloh, pokoknya beye gak pernah babat hutan buat tanam sawit, hidup presiden kesukaan Gen Z






































