Ban retweeted
Mempersulit diri sendiri dan terkesan tidak konsisten. Seharusnya, kalau ada kasus, bisa menggunakan pendekatan seperti di bawah ini. Tidak perlu reaktif, tidak perlu cepat-cepat memihak.
xitter.cf/za_ka/status/211393732…
Gw lebih baik salah memihak ke "korban" daripada salah membiarkan korban beneran menjadi sendirian.
Posisinya mudah kok. Begitu Shifa ketauan emang punya "fetish" untuk dicatcall, ya keberpihakan berakhir. Ini bukan kali pertama kok gw salah "memihak" ke korban. Gw bisa pastikan juga bukan yang terakhir kalinya. Belajar dari yang udah-udah, lebih banyak korban benerannya dibandingkan "korban" modelan Shifa. Gw tidak akan meminta maaf untuk stance gw.
Lalu gw dituduh cuci tangan. Pertanyaan gw, cuci tangan dari apa? Gw tidak ada keterlibatan personal dengan SiD, Shifa, Mulya, dan semua yang ada di urusan donasi dan catcalling.
Soal donasi, di dalamnya betul ada Shifa, tapi tak cuma dia. Ada Mulya juga, kan? Sayangnya banyak yang masih menganggap bahwa Shifa pelaku tunggal, padahal SiD itu diisi oleh banyak orang. Thus, gw cecer SiD sebagai satu entitas, bukan cuma ke personilnya.
Akuntabilitas keduanya yang perlu dikejar. Keduanya berkaitan, betul. Tapi tetap keduanya adalah dua objek terpisah yang bisa dibahas tanpa dicampuradukkan.
point lo panjang lebar tapi gak ada permintaan maaf ke orang yang lo fitnah. Trus masih punya audacity bilang gak memfitnah siapapun?
Kalo emang dukung korban mah tinggal bilang kawal aja kasus ini, gak usah ngomong kayak gini
udah tolol dan goblok nya?
Lebih susah lagi ngajarin male feminis bajingan kayak lo untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf ke orang yang lo fitnah, padahal tinggal sesimpel mengakui kesalahan aja tapi susah banget selalu merasa paling bener.
Kaum lo emang cocok nya dikata"in sih soalnya emang jahat aja
Pertama. Lebih mudah mengajari babi terbang daripada "diskusi" dengan user buffescanor.
Kedua. Orang yang lo tuduh performative SJW ini tidak pernah menggunakan derogatory term seperti "betina." Coba liat timeline lo. Lo itu tidak pernah peduli pada korban, apapun. Lo cuma mau terlihat savage aja kok. Lo dan banyak sejenis lo.
Gw tidak punya kewajiban moral apapun ke lo. Sesedikit-sedikitnya kapasitas otak gw, lebih sedikit lagi kapasitas otak lo. Gw senang melihat kalian marah-marah. It fuels me.
Ban retweeted
Eh BPJS sih gak dihapus yah, tapi kualitas layanannya bakal di downgrade (banyak yg gak tercover), terus bakalan makin banyak orang-orang yg mengeluhkan BPJS PBI-nya dinonaktifkan. Udah mulai sejak tahun lalu sih, tapi diprediksi bakalan makin parah.
Di doms kami, dulu tiap dapat warga yg gak mampu dan gak punya BPJS, kami usul bisa langsung diaktifkan. Sekarang udah gak bisa langsung, soalnya kuotanya makin tipis 🥲
BPJS pasti gak bakalan dihapus karena klinik kopdes sih, yang ada palingan bakalan dikasi "karpet merah" buat bisa kerjasama dengan BPJS.
Melihat sarana prasarana klinik kopdes saat ini, mestinya gak bakalan lolos proses kredensialing BPJS itu. Tapi karena lahir dari kemauan rezim, dan monopoli barang subsidi negara, praktis sih gak bakalan dipersulit. Akhirnya kualitas layanan lah yang bakal dikorbanin 😌
Ban retweeted
“begitu ketauan salah, ya keberpihakan berakhir,” gokil enak banget punya stance sefleksible ini.
padahal keberpihakan itu pilihan aktif; aktif melabeli KORBAN dan PELAKU hanya dari satu cerita.
lo bayangin legal system pake stance letoy ini. kacau kita.
Gw lebih baik salah memihak ke "korban" daripada salah membiarkan korban beneran menjadi sendirian.
Posisinya mudah kok. Begitu Shifa ketauan emang punya "fetish" untuk dicatcall, ya keberpihakan berakhir. Ini bukan kali pertama kok gw salah "memihak" ke korban. Gw bisa pastikan juga bukan yang terakhir kalinya. Belajar dari yang udah-udah, lebih banyak korban benerannya dibandingkan "korban" modelan Shifa. Gw tidak akan meminta maaf untuk stance gw.
Lalu gw dituduh cuci tangan. Pertanyaan gw, cuci tangan dari apa? Gw tidak ada keterlibatan personal dengan SiD, Shifa, Mulya, dan semua yang ada di urusan donasi dan catcalling.
Soal donasi, di dalamnya betul ada Shifa, tapi tak cuma dia. Ada Mulya juga, kan? Sayangnya banyak yang masih menganggap bahwa Shifa pelaku tunggal, padahal SiD itu diisi oleh banyak orang. Thus, gw cecer SiD sebagai satu entitas, bukan cuma ke personilnya.
Akuntabilitas keduanya yang perlu dikejar. Keduanya berkaitan, betul. Tapi tetap keduanya adalah dua objek terpisah yang bisa dibahas tanpa dicampuradukkan.
gak ada minta maaf ke korban fitnah, masih merasa dia yang paling benar, selalu pengen terlihat jadi pahlawan kesiangan kalo ke perempuan, memang the real pecundang sesungguh nya.
Gw lebih baik salah memihak ke "korban" daripada salah membiarkan korban beneran menjadi sendirian.
Posisinya mudah kok. Begitu Shifa ketauan emang punya "fetish" untuk dicatcall, ya keberpihakan berakhir. Ini bukan kali pertama kok gw salah "memihak" ke korban. Gw bisa pastikan juga bukan yang terakhir kalinya. Belajar dari yang udah-udah, lebih banyak korban benerannya dibandingkan "korban" modelan Shifa. Gw tidak akan meminta maaf untuk stance gw.
Lalu gw dituduh cuci tangan. Pertanyaan gw, cuci tangan dari apa? Gw tidak ada keterlibatan personal dengan SiD, Shifa, Mulya, dan semua yang ada di urusan donasi dan catcalling.
Soal donasi, di dalamnya betul ada Shifa, tapi tak cuma dia. Ada Mulya juga, kan? Sayangnya banyak yang masih menganggap bahwa Shifa pelaku tunggal, padahal SiD itu diisi oleh banyak orang. Thus, gw cecer SiD sebagai satu entitas, bukan cuma ke personilnya.
Akuntabilitas keduanya yang perlu dikejar. Keduanya berkaitan, betul. Tapi tetap keduanya adalah dua objek terpisah yang bisa dibahas tanpa dicampuradukkan.
tolol juga nih orang, umur 26 tahun di grooming gimana ceritanya kocak?
This quoted post is unavailable.
Ban retweeted
Feminisme sejati itu ngebangun daya, merangkul perempuan, menunjukkan bahwa perempuan itu setara, bukan sibuk nyari musuh cuma buat nemenin rasa insecure lu.
Ban retweeted
Ini bukan feminisme ya. Feminism itu jika secara konsep dan ilmiah, justru memperjuangkan kesetaraan hak, keadilan, dan kesempatan bagi semua gender. Tidak hanya perempuan tapi jg termasuk membebaskan laki-laki dari beban peran gender yang terkenal kaku. Bukan untuk menolak apalagi sampai membenci keberadaan laki-laki.
Ini lebih menyebarkan tentang paham misandri.
Padahal Sister in Danger ini selalu menggadang-gadang gerakan perempuan. Dan setauku gerakan perempuan melawan bukanlah untuk menyudutkan satu gender, tapi kenapa Sister in Danger ini selalu menyudutkan gender lain?
Ban retweeted
FINAL UPDATE:
4 hari setelah kasus ini viral:
- Akun @KMTETI MEMATIKAN KOLOM KOMENTAR untuk melindungi perempuan pelaku KS dari kemarahan warga
- Banyak warga menuntut dilaksanakannya sidang publik untuk Hana & Rindu, tetapi tidak dibalas
Perempuan pelaku KS dilindungi 👎
Ban retweeted
Udah gua bilang, performative feminis norak twitter pasti gaakan tau kalo feminisme itu bisa didapat dari laki2. Makanya gua bilang apa, kalo lo nganggep all men are trash gausah labelling diri lo jadi feminist, cukup labelling diri lo misandrist aja.
Ban retweeted
Kalau kalian bener² peduli dengan perjuangan feminisme, mungkin sudah saatnya gak hanya membangun kesadaran perempuan tentang kesetaraan & hak²nya, tapi jg kesadaran akan etika & tanggung jawab dalam memperjuangkan nilai² itu sendiri.
Ban retweeted
Sedang mencoba evakuasi diri. Ini gue kasih rating 6/10
Ayo muncul. Banyak hal yang harus kalian pertanggungjawabkan nih. Jangan diam aja.
@SistersInDanger
Ban retweeted
KENAPA PAS MUSIM HUJAN GINI LU BARU KELUAR MBAK?
IDIIIIIIH BANGET😩
BERBULAN-BULAN KARHUTLA NGUMPET ANJ😤
Ban retweeted
dia mah kalo dicounter sama argumen tenang dan masuk akal ga bakal bales deh. serius. tapi giliran dibales dengan nyolot dan kasar pasti dia bakal highlight yang kasar dan langsung playvic+geser gawang. udah beberapa kali bersinggungan sama dia cara mainnya pasti begitu.
Ban retweeted
Sudah 1 minggu berlalu sejak kasus mencuat, tapi Sindikat Isap Donasi @SistersInDanger & shifani belum menunjukan batang hidungnya.
Permintaan maaf terbuka kepada Pak Kodir dan keluarga saja tidak ada. Fitnah, itu dosanya jauh lebih besar dari pembunuhan.
Segala aktifitasnya pun berhenti, termasuk gerakan enam belas yang sedang berjalan. Entah bagaimana nasib dari donasi yang sudah masuk untuk gerakan tersebut.
Memang, sindikat ini sepertinya ingin tiarap saja dan menunggu reda situasi dengan sendirinya. Seperti kasus LPJ di 2022.
Gua kasih tau aja: tidak semudah itu, cibay.
Ban retweeted
Dan di qrt ini gua akan menyebut orang2 yg banyak bacot soal KS tp ternyata buta ketika Pak @zoelfick memberikan fakta yg sebenarnya
THREAD: Kunjungan langsung menemui korban konten Shifani @SistersInDanger tepat di lokasi kejadian. ⬇️

































