Pinned Tweet
Menurut Kuru, ada empat jenis negara: negara agama; negara dengan satu agama resmi; negara sekuler; dan, negara anti-agama.
Sesat Pikir "Bukan Negara Agama, Bukan Negara Sekuler" | GEOTIMES geotimes.id/kolom/sesat-piki…
Alexander Siagian retweeted
Selain grassroots, Jatim itu belllwether province, yaitu provinsi yang hasil pemilihannya secara historis konsisten mencerminkan hasil akhir pemilu keseluruhan.
Sejak 2004, siapapun paslon pilpres yang menang di Jatim pasti menang di nasional juga. Bisa dibilang Jatim itu barometer politik nasional.
So, Jatim bisa jadi patokan apakah Indonesia udah sadar atau belum. Kalo sekarang Jatim masih diem berarti grassroots kita masih belum sadar.
"Indonesia sadar dimulai dari sadarkan JAWA TIMUR"
BENERRR!!!! SOALNYA JATIM GRASSROOT MENTOK!!!!
Masyarakat Jawa Timur itu bisa dibilang gambaran paling murni dari kelompok grassroot di Indonesia—
Orang grassroot di Jatim gak mempan disuapi narasi indah, wacana akademis yang ketinggian, atau tren medsos anak Jakarta. Mereka cuma peduli hal-hal konkret: perut kenyang, kerjaan ada, dan urusan gak ribet.
Alexander Siagian retweeted
Something I didn't expect to see: a Bedouin village that swung from Likud to Ra'am.
Meet Tarabin As-Sana.
2026 Results:
🟢Raam: 92.8% (+57)
🟢Joint List: 3.3% (+0.4)
🔵Shas: 1.4% (+1)
🔵Likud: 0.7% (-58.2)
changes +/- 2022
Alexander Siagian retweeted
How Israel's Largest Cities Voted - Part 1: Jerusalem
🔵UTJ: 23.3% (-0.5)
🔵Likud: 16.9% (-2.2)
🔵Shas: 14% (-4.3)
🔴Yashar: 8.2%
🔵RZP-Zehut: 7.7%
🔵Otzma: 6.5%
🔴Democrats: 5.3% (+0.1)
🔴Together: 4.7%
🟢Joint List: 4% (+2.4)
🔴Yisrael Beteinu: 2.5% (+0.6)
+/- 2022 results
2019 itu ibaratnya ada 100 pemilih, 88 muslim, 12 nonmuslim.
44 muslim milih Prabowo, 44 muslim milih Jokowi. Yang nonmuslim hanya 1 milih Prabowo, 11 lainnya milih Jokowi.
Hasil akhir Jokowi 55, Prabowo 45.
Jadi benar, 2019 nonmuslim voters were tie breaker.
Sementara pada Pilpres 2024, Prabowo unggul baik di kalangan pemilih muslim maupun nonmuslim, walaupun sedikit lebih tinggi persentasenya di kalangan nonmuslim. Dlm hal ini, nonmuslim bukan tie breaker seperti pada 2019.
Kalau dikatakannya 90% pemilih Kristen (Katolik & Protestan dll) memilih Jokowi, kemungkinan benar, tapi 90% yg milih Jokowi itu Kristen, jelas tidak mungkin.
Alexander Siagian retweeted
Kabur aja dulu versi dark😕
In this economy, angka pertumbuhan WNI yang jadi tentara bayaran Rusia itu makin tinggi, kenaikannya 3550 persen! Total 292 WNI ikut perang di Ukraina. Gw monitoring ini dari bberapa bulan lalu, miris liatnya. 😢
Infografis diolah dari temuannya @RadityoDharmaP
Alexander Siagian retweeted
In this economy, angka pertumbuhan WNI yang jadi tentara bayaran Rusia itu makin tinggi, kenaikannya 3550 persen! Total 292 WNI ikut perang di Ukraina. Gw monitoring ini dari bberapa bulan lalu, miris liatnya. 😢
Infografis diolah dari temuannya @RadityoDharmaP
Pemerintah Indonesia mendesak Rusia agar menghentikan secara efektif dan sesegera mungkin praktik perekrutan warga negara Indonesia (WNI) menjadi personel militer negara itu menyusul kabar tewasnya seorang WNI yang ikut dinas militer Rusia di Ukraina.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang mengatakan permintaan tersebut telah resmi disampaikan Indonesia kepada Pemerintah Rusia melalui jalur diplomatik.
Ketahui selengkapnya
⬇️⬇️⬇️
m.antaranews.com/berita/5824…
Selisih persentase suara paslon di kalangan pemilih nonmuslim dan muslim:
01: 3,9 - 27,8 = –23,9
02: 63 - 57,7 = +5,3
03: 33,1 - 14,4 = +18,7
Alexander Siagian retweeted
jangan lupa, prabowo pingin biaya kuliah jadi gratis, apakah kapitalis juga?
Alexander Siagian retweeted
Replying to @indoliberty
khusus kubu yg bersebrangan baru kapitalis, kalau sekubu namanya komunisme alias human empathy
Alexander Siagian retweeted
Replying to @allandbagus @tilehopper
saya ga menuduh prabowo sosialis mentok, tapi kalo mbg, kopdes, dan government spending lainnya dianggap neoliberal ya tidak jujur sampean
Alexander Siagian retweeted
1. More billionaires are associated with less poverty.
2. Increasing billionaires per capita by ten fold lowers poverty by 43 percentage points.
3. Sweden has more billionaires per 10M people than the U.S. (34 vs 30)
4. Correlation is fairly strong (R-squared of 0.6 for two variable cross-section data)
4. Since the graph is only a correlation, what do you think is the cause?
🔗in🧵
Alexander Siagian retweeted
Replying to @LambeSahamjja
Apa yang salah dari Prabowo?
Menghambur2kan uang para pembayar pajak untuk proyek tidak jelas MBG dan Kopdes. Padahal uang tersebut bisa dugunakan untu bayar utang, membangun infrastruktur dan membiayai pendidikan
Alexander Siagian retweeted
Setiap Pajak adalah perampokan.
Setiap Paksaan adalah perbudakan.
Setiap pajak yg kita bayar menciptakan lapangan kerja bagi para birokrat & politikus dimana menciptakan peluang baru untuk merampok kembali sebagian uang dan kebebasan kita.
Alexander Siagian retweeted
Israeli journalist @lucyaharish has been an incredible voice for our country, against racism and antisemitism, and for peace.
Countless pro-Israel accounts have shared her content when she defended us in English around the world from a unique point of view of an Arab Israeli. This past week she has faced racist attacks over the elections and her identity.
Lucy, I admire you. Every time I have watched you, you were trying to do the right thing, even when it cost you. I know exactly where your heart is, and it is with this country.
When I speak up for Israel and for Jews, I am also speaking up for Lucy and for every Israeli, whatever their background or their vote.
You cannot share her videos when she defends us and then turn on her when she disagrees with you. That isn’t loyalty to Israel. Lucy is Israel, and she doesn’t stop being Israel when the election is over.
Di pajak ada yang namanya Laffer Curve.
Kalau pajak terlalu rendah, ya pemerintah tidak dapat uang.
Kalau pajak terlalu tinggi, pemerintah juga tidak dapat uang, karena bisnis yang dipajaki tercekik dan bangkrut massal.
Butuh kepakaran untuk menemukan titik optimal.
Biasanya kalau ekonomi lagi bagus, pajak bisa tinggi; kalau ekonom lagi lesu, pajak harus rendah biar orang dan bisnis tidak tercekik. Di Indonesia malah kebalik, pajak umum terhadap rakyat banyak mau dinaikkan di situasi begini.
Alexander Siagian retweeted
I made some plots to help visualize why coalition formation in Israel is so difficult right now
We are witnessing an extremely rare situation that political scientists call a "Condorcet cycle" - a demonstration of Arrow's impossibility theorem in the wild!
Alexander Siagian retweeted
Jika tengkulak/Middleman dihilangkan, berati petani harus menyortir, mengangkut dan menjual sendiri hasil panennya ke pasar. Tidak semua petani mau dan mampu melakukan hal tersebut.
Dan tidak semua pedagang di Pasar mau menerima langsung hasil panen petani, karena ada resiko kualitas.
Adam Smith mengatakan bahwa produktivitas naik drastis karena pembagian kerja. Orang yang mengerjakan satu hal saja (dan melakukannya berulang) jauh lebih efisien daripada yang harus mengerjakan banyak hal sekaligus.






























