Fera Ernawati (@ferascorp) header
Fera Ernawati (@ferascorp) profile picture

Just an ordinary people who need really much to learn, share, travel, make friends, almost time Galau, but so like to be human..^_^

Indonesia
Joined June 2009
Photo by Fera Ernawati (@ferascorp)Photo by Fera Ernawati (@ferascorp)Photo by Fera Ernawati (@ferascorp)Photo by Fera Ernawati (@ferascorp)Photo by Fera Ernawati (@ferascorp)Photo by Fera Ernawati (@ferascorp)Photo by Fera Ernawati (@ferascorp)Photo by Fera Ernawati (@ferascorp)Photo by Fera Ernawati (@ferascorp)Photo by Fera Ernawati (@ferascorp)
Fera Ernawati retweeted
Amatir bangat yak? Main dobrak tengah malam di ponpes putri, habis itu g terbukti. Ini mestinya mengundurkan diri tanpa perlu diminta. Tapi, ini Indonesia. Mustahil aparak ngaku salah dan mengundurkan diri.
diduga bahwa pengurus ma'had atau santriwati terlibat dalam pembakaran warung babi di Sukoharjo, sebuah pondok pesantren hamalatul quran di sukoharjo di grebek polisi pada jam 03.20 dinihari. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan bukti keterlibatan mereka sehingga seluruh ustadzah dan santriwati dipulangkan. Meski demikian, barang-barang inventaris ma'had dan milik pribadi, seperti uang, kendaraan, emas, tabungan, komputer, dan HP, dengan total nilai sekitar Rp50 juta, belum dikembalikan. Hingga berita ini ditulis, pengurus maupun pemilik barang juga belum menerima surat penyitaan. baca kronologinya ga tega banget๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
3
111
278
2,318
Fera Ernawati retweeted
Mentang2 kaum Muslim disunnahkan bljr panah,lantas dianggap sbg salah satu kegiatan yg menuju TERORISME-kah..??? Giliran KKB yg jelas2 pakek SENJATA API aj ampe skrg msh bebas keliaran bunuh2in wrga sipil dn aparat.., Nyebut mrka pun msh pakek istilah KKB LAWAK betul..
8
198
3
805
5,825
Fera Ernawati retweeted
Terjadi monopoli simbolik: seolah-olah dokter bedah umum dianggap "tidak cukup suci" atau "tidak memiliki legitimasi" untuk menyentuh pisau pada kasus keganasan tertentu, meskipun secara teknis tangan mereka sama terampilnya di ruang operasi.
Memang menyedihkan sih angka kasus kanker di Indonesia yang trennya terus meningkat tanpa pandang umur. Ditengarai saat ini, ada 1,02 juta orang hidup dengan diagnosis kanker di Indonesia. Ada 5 jenis kanker terbanyak di Indonesia: 1. Kanker payudara = 66.271 kasus 2. Kanker paru = 38.904 kasus 3. Kanker serviks = 36.964 kasus 4. Kanker kolorektal = 35.676 kasus 5. Kanker hati = 23.805 kasus Selain harus menahan sakit, makin nambah lagi beban penderita kanker juga karena di Indonesia memang dokter spesialis onkologi itu masih terbatas di RS Besar, sehingga antriannya selalu membludak. Semoga jadi pengingat buat kita juga untuk lebih selektif memilih makanan/minuman dan sempatin buat rutin olahraga juga.
2
1
6
1,215
Fera Ernawati retweeted
Deindustrialisasi parah mah era SBY, terjun bebas dr 28 persen gdp th 2005,dia itu ngandelin komoditi boom dan bebasin barang murah China masuk apalagi textil. Duit komoditi dia bakar pake buat subsidi bbm, bukannya ngejar infrastruktur dan energi dan perbaikan pendidikan
Rezim 2014-2026 masih melihat Indonesia sebagai negara kaya SDA. Fokus masih ga jauh-jauh dari hilirisasi, bukan industrialisasi. Mereka itu hanya mikir daripada ekspor sawit-tambang dalam bentuk mentah. Lebih baik ekspor dalam bentuk olahan jadi. Padahal yang lebih tepat, gimana caranya kita bisa mengekspor produk-produk berteknologi tinggi atau yang sudah di posisi hilir. Kayak misalnya, permesinan, tekstil, furnitur, bahan kimia, kapal, elektronik, dan lain sebagainya. Produk-produk itu butuh pabrik yang membuka banyak lapangan kerja. Nilai produknya yang jauh lebih tinggi juga memastikan nilai ekspor kita tinggi dan tidak terjebak dalam harga komoditas yang fluktuatif. Kek sekarang nih, kita dah cape-cape bangun pengolahan nikel, tau-taunya harga nikel jatuh aokwokwko. Dan kalau ekosistem industri hilirnya sudah terbentuk, maka pembangunan industri pengolahan logam atau sawit juga bisa terlaksana kok. FOTO: Francois Carlet-Soulages / NOI Pictures
23
156
11
728
26,978
Fera Ernawati retweeted
Mbak ini buka usaha sendiri ditanah sendiri, Tapi tetangganya pada tidak suka dan menyuruh ditutup krn bau. Aneh gak sih,kok rongsokan dibilang bau ya!...... Trus apakah berhak tetangga menutup usaha orang lain?
46
33
5
109
53,943
Fera Ernawati retweeted
Ini rumahku kalo digeledah polisi juga mungkin bakal jadi kasus ya... Di rumahku ada celurit, linggis, cangkul, tongkat kasti, pisau daging, sebotol spiritus............................................
Ini respon Kapolda Jawa Tengah atas penggrebekan Pondok Pesantren khusus perempuan Hamalatul Quran di Sukoharjo...
11
87
1
435
6,959
Fera Ernawati retweeted
Katanya tahun Islam cuma sampai 1500 Hijriah, jadi tinggal 52 tahun lagi. Ternyata hitungan seperti ini pernah dibuat ulama, dan meleset. Imam Ibn Hajar mencatat: Imam al-Thabari pernah menyimpulkan sisa dunia sejak hijrah Nabi adalah setengah hari, yaitu lima ratus tahun. Al-Dawudi mengingkarinya, karena waktu kiamat hanya Allah yang tahu. Lalu Imam Ibn Hajar, yang hidup di abad kesembilan Hijriah, menulis: ูˆูŽูŠูŽูƒู’ูููŠ ูููŠ ุงู„ุฑูŽู‘ุฏูู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ุจูุฎูู„ูŽุงูู ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุ› ููŽู‚ูŽุฏู’ ู…ูŽุถูŽุชู’ ุฎูŽู…ู’ุณูู…ูุงุฆูŽุฉู ุซูู…ูŽู‘ ุซูŽู„ูŽุงุซูู…ูุงุฆูŽุฉู ูˆูŽุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉูŒ "Cukuplah sebagai bantahan bahwa kenyataan terjadi berbeda dari yang dikatakan: lima ratus tahun telah lewat, lalu tiga ratus lebih." Imam al-Thabari berpegang pada hadis Abu Tsa'labah: umat ini tidak akan lemah untuk ditangguhkan Allah setengah hari. Tapi kata Imam Ibn Hajar, hadis itu tidak tegas bahwa umat ini tidak ditangguhkan lebih dari itu. Ada juga hadis bahwa umur dunia tujuh ribu tahun. Imam Ibn Hajar menilainya sangat lemah. Imam Ibn al-Jauzi bahkan memasukkannya ke kitab al-Maudhu'at, kumpulan hadis palsu. Al-Suhaili membawakan riwayat lain, dengan hitungan seribu tahun bila umat berbuat baik, dan setengah hari bila berbuat buruk. Kalau seribu tahun, itu pun sudah lewat empat abad lebih. Jadi, kiamat memang hanya Allah yang tahu, seperti kata al-Dawudi. xitter.gq/dhyuckie66/status/2113โ€ฆ
Tahun islam cuman ada sampe di 1500 sedangkan kita versi masehi 2026 itu di 1448 Hijriah, batas waktu sekitar 52 tahun lagi. sebenernya kiamat hanya Allah yang tau, tapi bisa diliat dari zaman sekarang, tanda-tanda juga bisa kita liat, apalagi banyak kerusakan dibumi juga.
7
13
2,399
Fera Ernawati retweeted
Anak-anak perempuan, beberapa di bawah umur, dalam keadaan tidak menutup aurat, digerebek Brimob pada pukul 3 pagi? Dan kemudian terbukti tidak terlibat? Lagi-lagi, kekerasan keparat, eh aparat. Anyway, playbook-nya agak mirip Banyuwangi puluhan tahun silam.
โš ๏ธTRAGEDI PENGGEREBEKAN PONPES HAMALATUL QURAN SUKOHARJO Sebuah insiden traumatis menimpa para santriwati di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Sukoharjo pada Rabu (29/10/2026) dini hari. ๐Ÿ•’ Kronologi Kejadian (Versi Ponpes): Pukul 03.20 WIB: Belasan polisi & Brimob bersenjata lengkap mendobrak pintu asrama saat santriwati tertidur karena tidak sempat membukakan pintu. Tanpa Hijab & Ditodong: Santriwati yang kaget dan belum sempat mengenakan hijab/cadar ditarik keluar, ditodong laras panjang, hingga mengalami intimidasi fisik & verbal (wajah dicengkram & dibentak). Bahkan, balita 3 tahun ikut terbawa dan mengalami trauma, serta anak 5 tahun sempat terpisah. Pukul 03.51 - 17.00 WIB: Santriwati digiring ke Polsek Mojolaban lalu dipindah ke Polres Sukoharjo untuk diinterogasi tanpa didampingi wali/kuasa hukum dan tanpa surat panggilan. Mereka juga sempat kelaparan karena baru diberi makan sore hari. Penyitaan Barang (~Rp50 Juta): Polisi menyita peralatan ekstrakurikuler (busur panah & drone), HP santri/ustadzah, uang tunai, emas, dirham, hingga 3 unit motor tanpa surat penyitaan. Aktivitas ponpes lumpuh akibat garis polisi. ๐Ÿ›ก๏ธKlarifikasi & Versi Pihak Kepolisian: Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut penyidikan kasus pembakaran warung di Grogol, Sukoharjo. Polisi mengamankan dan memeriksa 27 orang saksi (termasuk anak di bawah umur) dari dua lokasi di Karanganyar & Sukoharjo dengan melibatkan pendampingan P2TP2A/UPTD PPA. Setelah pemeriksaan, seluruh santri dan pihak ponpes yang diperiksa telah dipulangkan karena tidak terbukti terlibat, meskipun pihak ponpes menyayangkan prosedur penggerebekan yang dinilai tidak humanis dan mendesak pengembalian barang-barang yang disita. (Sumber: Yayasan Dakwah & Sosial Al-Mukmin / Rilis Resmi Pesantren)
9
110
261
2,794
Fera Ernawati retweeted
Keliru Pak Menteri. Shalat Magrib itu kewajiban semua orang Islam. Saat anak muda Muslim dan Katolik bisa barengan bekerja untuk rakyatnya, mestinya diapresiasi. Bukan dibenturkan seperti ini, Pak Menteri.
28
52
2
249
9,083
Fera Ernawati retweeted
Lah haji nya mah gratis ler, yang lu bayar kan biaya penggunaan pesawat dan amenities lainnya Lu kata triple seven ama 330 bisa di maintanence bermodal terimakasih doang gitu ? Kan kaga
Kalo dipikir2 ada benernya sih soalnya harusnya gratis haji tuh Di islam jg gaada dalil kalo mau haji harus bayar sekian2 Emg dasarnya duitnya saudi dipake buat nembak2in org yaman sm palestine aja
38
345
8
4,176
119,450
Fera Ernawati retweeted
MUI meminta umat tidak lagi mengundang Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf karena ceramahnya dinilai merendahkan perempuan. Bolehkah memboikot penceramah? Dalam tradisi ilmu, memperingatkan umat dari penyampai agama yang bermasalah punya dasar. Imam al-Nawawi menyebut enam sebab ghibah dibolehkan. Sebab keempat: ุชูŽุญู’ุฐููŠุฑู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุฑูู‘ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ูˆูุฌููˆู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฌูŽุฑู’ุญู ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ุฑููˆุญููŠู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูู‘ูˆูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุดูู‘ู‡ููˆุฏู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุตูŽู†ูู‘ูููŠู†ูŽ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฌูŽุงุฆูุฒูŒ ุจูุงู„ู’ุฅูุฌู’ู…ูŽุงุนู ุจูŽู„ู’ ูˆูŽุงุฌูุจูŒ ุตูŽูˆู’ู†ู‹ุง ู„ูู„ุดูŽู‘ุฑููŠุนูŽุฉู "Memperingatkan kaum Muslimin dari keburukan, di antaranya dengan menjarh para perawi, saksi, dan penulis yang tercela. Itu boleh menurut ijmak, bahkan wajib demi menjaga syariat." Masih di sebab yang sama: kalau seseorang memegang posisi yang tidak ia jalankan semestinya, ia disebutkan kepada pihak yang membawahinya, supaya orang tidak tertipu olehnya dan ia kembali lurus. Hanyasaja, ada dua batas. Pertama, niatnya harus menasihati. Kedua, untuk orang yang terang-terangan, Imam al-Nawawi menulis: ููŽูŠูŽุฌููˆุฒู ุฐููƒู’ุฑูู‡ู ุจูู…ูŽุง ูŠูุฌูŽุงู‡ูุฑู ุจูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒู ุจูุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุจูุณูŽุจูŽุจู ุขุฎูŽุฑูŽ "Boleh menyebutnya dengan apa yang ia tampakkan, dan tidak boleh dengan selainnya kecuali karena sebab lain." Jadi, boikot karena isi ceramah yang ditayangkan di depan umum punya dasar. Yang boleh disebut hanya apa yang ia tampakkan. xitter.gq/LambeSahamjja/status/2โ€ฆ
mui meminta umat islam memboikot dan tidak lagi mengundang habib alwi bin abdurrahman assegaf sebagai penceramah sebabnya: potongan video ceramahnya viral dan dinilai merendahkan perempuan kata mui wakil ketua umum mui, kh m cholil nafis, lewat akun x pribadinya (dikutip dari laman mui)isi ceramah dinilai tidak mencerminkan etika dan keteladanan seorang dai bisa merusak citra dakwah islam dan moral masyarakat โ€œjangan undang lagi dan tak usah diikuti majelisnya orang model giniโ€ apa pun statusnya, penceramah yang melanggar kesantunan tidak layak, dan dia bilang malah merusak islam
5
10
1
30
2,846
Fera Ernawati retweeted
Aku baru baca kronologi penggerebekan ini. Sumpah ini tuh contoh nyata bagaimana arogansi dan ketimpangan relasi kuasa dipertontonkan secara telanjang oleh aparat. Belasan polisi dan Brimob bersenjata laras panjang mendobrak asrama pada saat santriwati sedang tidur. Mereka juga menodongkan senjata ke anak di bawah umur tanpa surat panggilan, tanpa surat penangkapan, dan tanpa surat penggeledahan bukanlah penegakan hukum? Mereka nih memang hobi menyalahgunakan wewenang kah? Masalahnya ini dalih penyidikan kasus pembakaran warung dipakai untuk menormalisasi tindakan dehumanisasi yang menjijikkan. Kok bisa bis dengan pedenya melakukan pelanggaran privasi, ruang aman, dan batas-batas kemanusiaan dengan sangat barbar??? Yang lebih gila lagi ya matinya nalar prosedural mereka. Para santriwati digiring dan diinterogasi tanpa didampingi oleh wali atau kuasa hukum, terus dibiarkan kelaparan hingga baru diberi makan saat kondisi tubuh mereka sudah lemas. Kita harus mengutuk dan menuntut pertanggungjawaban atas kesewenang-wenangan yang bertindak jauh di luar prosedur hukum yang berlaku.
โš ๏ธTRAGEDI PENGGEREBEKAN PONPES HAMALATUL QURAN SUKOHARJO Sebuah insiden traumatis menimpa para santriwati di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Sukoharjo pada Rabu (29/10/2026) dini hari. ๐Ÿ•’ Kronologi Kejadian (Versi Ponpes): Pukul 03.20 WIB: Belasan polisi & Brimob bersenjata lengkap mendobrak pintu asrama saat santriwati tertidur karena tidak sempat membukakan pintu. Tanpa Hijab & Ditodong: Santriwati yang kaget dan belum sempat mengenakan hijab/cadar ditarik keluar, ditodong laras panjang, hingga mengalami intimidasi fisik & verbal (wajah dicengkram & dibentak). Bahkan, balita 3 tahun ikut terbawa dan mengalami trauma, serta anak 5 tahun sempat terpisah. Pukul 03.51 - 17.00 WIB: Santriwati digiring ke Polsek Mojolaban lalu dipindah ke Polres Sukoharjo untuk diinterogasi tanpa didampingi wali/kuasa hukum dan tanpa surat panggilan. Mereka juga sempat kelaparan karena baru diberi makan sore hari. Penyitaan Barang (~Rp50 Juta): Polisi menyita peralatan ekstrakurikuler (busur panah & drone), HP santri/ustadzah, uang tunai, emas, dirham, hingga 3 unit motor tanpa surat penyitaan. Aktivitas ponpes lumpuh akibat garis polisi. ๐Ÿ›ก๏ธKlarifikasi & Versi Pihak Kepolisian: Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut penyidikan kasus pembakaran warung di Grogol, Sukoharjo. Polisi mengamankan dan memeriksa 27 orang saksi (termasuk anak di bawah umur) dari dua lokasi di Karanganyar & Sukoharjo dengan melibatkan pendampingan P2TP2A/UPTD PPA. Setelah pemeriksaan, seluruh santri dan pihak ponpes yang diperiksa telah dipulangkan karena tidak terbukti terlibat, meskipun pihak ponpes menyayangkan prosedur penggerebekan yang dinilai tidak humanis dan mendesak pengembalian barang-barang yang disita. (Sumber: Yayasan Dakwah & Sosial Al-Mukmin / Rilis Resmi Pesantren)
7
141
1
286
3,380
Fera Ernawati retweeted
Kata temen saya yang pasukan elit khusus yang pernah bertugas di aceh. "Bedanya kami dengan polisi, kita gamungkin nembak mereka pas lagi solat atau ibadah, kelar ibadah ya tembak-tembakan lagi" "Makanya densus kebanyakan isinya orang ___ , kaga kenal gitu-gituan merekamah."
jadi gini guys, lagi rame soal penggerebekan polisi di pesantren putri hamalatul quran, sukoharjo. isinya menyebut penggerebekan itu kejam dan tanpa surat resmi. versi pesantren pukul 03.20 wib, brimob bersenjata lengkap dan puluhan polisi yang mengaku dari polda jateng dan polres sukoharjo mengetuk pintu pondok saat santriwati tidur. karena tidak dibuka, pintu didobrak. santriwati yang belum berjilbab bersembunyi di kamar ustadzah, tapi pintu kamar itu juga didobrak. mereka disebut ditarik keluar dan ditodong laras panjang tanpa sempat berhijab satu santriwati disebut disuruh tiarap, wajahnya dicengkram, dan dibentak "kamu laki-laki atau perempuan?" sambil diminta memperlihatkan rambutnya pukul 03.51 mereka dibawa ke polsek mojolaban, lalu pukul 10.00 dipindah ke polres sukoharjo untuk interogasi tanpa wali dan kuasa hukum, serta tanpa surat panggilan. mereka baru diberi makan pukul 17.00 setelah lemas wali santri mengaku tidak ditelepon polisi, kecuali satu wali. balita 3 tahun anak ustadzah ikut dibawa, dan anak 5 tahun sempat hilang, diamankan warga lalu diantar ke rumah kakeknya barang yang disita disebut senilai sekitar rp50 juta: busur dan anak panah untuk ekskul memanah, drone ekskul, hp santri dan ustadzah, tabungan lebih dari rp16 juta, emas antam 1 gram, dirham, dan 3 motor ustadzah, tanpa surat penyitaan. kegiatan belajar berhenti karena dipasang garis polisi versi polisi polisi menggeledah dua pesantren di karanganyar dan sukoharjo pada selasa 27 oktober 2026, terkait penyidikan pembakaran warung mi dan babi tepi sawah di desa parangjoro, grogol, sukoharjo. disita senjata tajam, busur, dan anak panah, dan 27 orang dibawa sebagai saksi: 12 di jenawi, karanganyar dan 15 di mojolaban, sukoharjo, termasuk anak di bawah umur. polisi bilang pemeriksaan melibatkan p2tp2a dan uptd ppa, dan semuanya sudah dipulangkan pesantren bilang setelah pemeriksaan tidak ditemukan bukti keterlibatan, tapi barang belum dikembalikan. mereka mengutuk tindakan itu dan berharap jadi bahan evaluasi nah menurut kalian guys, penggeledahan malam hari ke pesantren ini wajar demi penyidikan, atau prosedurnya perlu diaudit karena melibatkan anak dan perempuan?
6
38
3
229
19,542
Fera Ernawati retweeted
Ada perempuan dibawah umur digeledah polisi bersenjata lengkap, diintimidasi dini hari and the first thing across your mind is being police's hoe and speak for them. Tololnya nolol banget.
Replying to @LambeSahamjja
-Teroris dibalik baju agama -Banyak kasus yg seperti ini -Anak bangsa yg seharusnya berpendidikan malah nafsu agama -Untuk memajukan negara yg dikejar Pendidikan bukan Agama -Pemahaman pesantren sudah berubah sama oknum
3
717
4
2,358
17,439
Gokil! Sekarang pondok pesantren pun disikat juga sama parcok. Gak pake babibu, santriwati pun disekap sama mereka. Inikah wujud nyata dari slogan parcok terbaru yaitu "Polisi Bersama Masyarakat"? Ini sih sama saja. Gak akan pernah berubah
Sebuah tragedi horror dan traumatis bagi anak-anak santri perempuan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Sukoharjo pada 27 Oktober 2026. Polisi dengan senjata lengkap tiba-tiba mendobrak tempat santriwati sekitar pukul 3 pagi, diduga melakukan kekerasan pada santri perempuan.
5
93
1
244
3,744
Fera Ernawati retweeted
Inilah kenapa tikus-tikus jadi gemuk dan beranak pinak, karena kucing pun tak lagi melihatnya sbg hama. Hanya jadi mainan.
Kalian bingung kenapa masih banyak orang yang nipu lewat donasi kaya band SistersInDanger? Karena respon dari si coklat itu: "sedikit doang kok. di ingatkan saja, kalau dia mau bisa aja di gondol semua" NEGARA RUSAKKKKKK ๐Ÿ˜ญ
6
20
52
2,772
Fera Ernawati retweeted
Warung babi dibakar eh yg digrebek jam 3 pagi pesantren pondok yg isinya perempuan lagi tidur yg sehari2 mereka berjilbab&ada yg pake cadar,maksudnya apa ini @DivHumas_Polri?Kalian lagi pelecehan ke perempuan? Knapa ga kalian cari warung babi sekitar?Bisa jadi persaingan usaha
BREAKING ๐Ÿšจ๐Ÿšจ PEREMPUAN DINI HARI DI GREBEK LAKI-LAKI DEWASA!! BANTU UP GUYS ๐Ÿ™ @DIVISIPROPAMPOLRI KENAPA YANG DI GREBEK PONDOK PUTERI YANG ISINYA PEREMPUAN SEMUA, ANGGOTANYA NGGAK PUNYA AKAL KAH PAK SAMPE SEGITUNYA?! AURAT MEREKA KEMANAยฒ, BELUM MENGENAKAN HIJAB DAN PAKAIAN YANG SEMESTINYA. LOGIKA AJA INI PEREMPUAN, SANTRI LAGI YANG NOTABENE KEGIATAN NYA DI DALEM PESANTREN DOANG. YA ALLAH ๐Ÿ’” LAKNATULLAH YA POLISI YG TUKANG MALING DAN INTIMIDASI ๐Ÿ˜ก
45
448
5
1,314
16,577
Fera Ernawati retweeted
Innalilahi Wainnailaihi Raji'un 30 Oktober 2026, malam ini terjadi luapan air besar Sungai Cikalintu hingga masuk rumah warga di wilayah Jl. Siliwangi Dalam Kelurahan Cipaganti, Kec.Coblong, Kota Bandung. STAY SAFE YA TEMEN TEMEN Sc : @.zumaahmd
64
3,432
136
8,444
534,129
Fera Ernawati retweeted
Jumlahnya sama, tapi kalau tempatnya di Mina berbeda, maka beda perkara. Kalau 20.000 kuota tambahan diambil untuk reguler semuanya, otomatis semua kuota itu di mina reguler. Gak ada kuota tambahan saja sudah berdesak-desakan, apalagi ditambah sebanyak itu.
Replying to @Stakof
Memang kalau dari haji reguler ke haji khusus, sementara jumlah orangnya sama, apa gak sama saja masalahnya, berdesak desakan? Jangan cari pembenaran atasnama fikih
2
1
1
1,266
SURAT TERBUKA UNTUK KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, JENDERAL POLISI SUYUDI ARIO SETO @SuyudiArioSeto Tentang Penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah. Assalamuโ€™alaikum wa rahmatullah wa barakatuh Bapak Kapolri yg saya hormati, Saya menulis surat ini sebagai warga negara yg masih menaruh harapan besar pada institusi yg Bapak pimpin. Baru sebulan Bapak memegang amanah ini. Justru karena itu, saya berharap surat ini sampai kepada Bapak sebagai pengingat sejak awal: bahwa wibawa polisi tidak lahir dari laras senjata, melainkan dari rasa aman yg dirasakan rakyat paling lemah, termasuk anak-anak perempuan yg sedang tidur di asramanya. Pada Selasa dini hari, 27 Oktober 2026, aparat gabungan Polda Jawa Tengah dan Polres Sukoharjo melakukan penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Desa Laban, Mojolaban. Menurut kronologi resmi yg disampaikan pengurus pondok melalui surat edaran tertanggal 29 Oktober 2026, inilah yg dialami para santriwati dan ustadzah: 1. Sekitar pukul 03.20 WIB, pintu pondok didobrak saat para santriwati masih tertidur. Mereka ditarik keluar dan ditodong laras panjang dalam keadaan belum mengenakan jilbab dan pakaian yg semestinya. 2. Seorang santriwati yg sendirian di ruang belakang disuruh tiarap, tubuhnya dibolak-balik, wajahnya dicengkeram, lalu dibentak berulang kali dengan pertanyaan apakah ia laki-laki atau perempuan, sambil diminta memperlihatkan rambutnya di bawah todongan senjata. 3. Para santriwati, termasuk anak di bawah umur, diinterogasi di Polsek Mojolaban lalu Polres Sukoharjo tanpa didampingi wali maupun kuasa hukum. Mereka sempat menahan lapar berjam-jam sebelum diberi makan. 4. Dua balita anak ustadzah ikut terdampak. Seorang anak usia 5 tahun sempat terpisah dan baru ditemukan serta diantar warga ke rumah kakeknya. 5. Menurut pengurus, uang, emas, sepeda motor, telepon genggam, komputer, serta perlengkapan panahan dan drone untuk ekstrakurikuler disita dengan nilai sekitar Rp50 juta, tanpa surat penyitaan yg diterima pemilik barang hingga surat edaran itu ditulis. Saya juga telah membaca keterangan Kapolres Sukoharjo kepada media, bahwa penggeledahan ini bagian dari penyidikan kasus pembakaran sebuah warung, bahwa mereka yg diamankan berstatus saksi, dan bahwa semuanya telah dipulangkan. Keterangan itu justru menambah pertanyaan saya: jika mereka hanya saksi, mengapa anak-anak perempuan diperlakukan seperti tersangka teroris yg paling berbahaya? Saya tidak berada di lokasi malam itu, dan saya tidak meminta Bapak menerima begitu saja satu versi cerita. Yg saya minta adalah agar setiap pengakuan di atas diperiksa secara jujur, terbuka, dan oleh pihak yg independen. Bapak Kapolri, Bayangkan mereka adalah putri Bapak sendiri. Terbangun oleh suara pintu didobrak, belum sempat menutup aurat, lalu melihat moncong senjata di depan wajahnya. Bagi seorang muslimah, auratnya adalah kehormatannya. Bagi seorang anak, malam itu bisa menjadi luka yg ia bawa seumur hidup. Trauma seperti ini tidak ikut pulang bersama surat pemulangan. Saya tidak membela siapa pun yg bersalah. Jika ada pelaku pembakaran, silakan diusut tuntas dan dihukum seadil-adilnya. Penegakan hukum adalah tugas mulia. Namun hukum yg ditegakkan dengan melanggar hukum hanya akan melahirkan ketidakpercayaan baru. Undang-undang kita sendiri mewajibkan penggeledahan disertai surat perintah, penyitaan disertai berita acara, dan anak yg berhadapan dengan hukum didampingi orang tua atau pendamping. Perempuan semestinya diperiksa oleh polisi wanita, dengan menjaga martabatnya. [BERSAMBUNG]
128
1,875
59
3,106
57,806